15 Gunung Api Waspada, Lima Siaga

by -3 views

Dari 68 gunung api yang diamati di Indonesia, sebanyak 15 gunung api berstatus waspada atau berada pada level II dan lima lainnya berstatus siaga di level III.

“Sebanyak 20 gunung api di Indonesia ada lima berstatus siaga, 15 status waspada. Semua gunung tersebut adalah gunung api tipe A dari 68 gunung yang diamati,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Senin (3/9).

Kelima gunung api berstatus siaga tersebut yaitu Gunung Soputan (Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara), Gunung Lokon (Tomohon, Sulawesi Utara), Gunung Karangetang (Sulawesi Utara), Gunung Gamnokora (Halmahera Utara, Maluku Utara) dan Gunung Ijen (Jawa Timur).

Sementara 15 gunung yang berstatus Waspada adalah Gunung Seulawah (Aceh), Gunung Sinabung (Karo, Sumatra Utara), Gunung Talang (Solok, Sumatra Barat), Gunung Kaba (Bengkulu), Gunung Kerinci (Jambi). Selain itu gunung api yang berstatus waspada lainnya adalah Gunung Anak Krakatau (Lampung), Gunung Papandayan (Garut) dan Tangkuban Perahu (Jawa Barat), Gunung Bromo (Jawa Timur).

Selanjutnya ada Gunung Semeru (Lumajang, Jawa Timur), Gunung Batur (Bali), Gunung Rinjani (Lombok, NTB), Gunung Sangeang Api (Bima, NTB), Gunung Rokatenda (Flores, NTT), Gunung Egon (Sikka, NTT).

Terkait banyaknya gunung api aktif yang mengalami peningkatan status tersebut, masyarakat dimbau tetap waspada dan menghadapi segala kemungkinan dengan tenang.

Di samping itu juga mendapatkan informasi dari otoritas resmi seperti BNPB, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Pemda-pemda setempat dan BPBD setempat.

“Kami mengimbau agar broadcast dan sosial media untuk mengacu pada sumber-sumber resmi dan tidak membuat sms, broadcast yang bisa menimbulkan keresahan,” tambah dia.

Untuk gunung api, penentuan status dan arahan mitigasinya akan ditentukan oleh PVMBG setelah berkoordinasi dengan BNPB dan BPBD atau Pemda setempat.(Ant/DNI)

Sumber : www.metrones.com