Dampak dari Kekeringan, Petani Ciamis Rugi Rp144 M

by -286 views

foto:antara

Kerugian yang ditanggung petani akibat musim kemarau yang berkepanjangan mencapai Rp144 miliar.

Kepala Bidang (Kabid) Produksi Padi dan Palawija Dinas Pertanian (Distan) Ciamis Yayat Sudaryat didampingi Kabid SDM Tini Lastiniwati mengatakan, luas lahan pertanian yang dilanda kekeringan di Ciamis mencapai 6.936 hektare. Adapun lahan yang mengalami gagal panen dan puso akibat kekeringan mencapai 4.793 hektare. “Kalau diasumsikan ratarata produksi padi di Ciamis 65,32 kuintal/hektare maka kehilangan produksi padi mencapai 31.308 ton.Kalau dinilai dengan uang, dengan harga gabah Rp4.600 per kilogram maka petani mengalami kerugian hingga Rp144 miliar,” ungkap Yayat.

Adapun upaya yang dilakukan saat ini, tambah Yayat, pihaknya sudah membagikan bantuan pompa air kepada petani untuk digunakan menyedot air bagi daerah yang dilanda kekeringan, namun masih ada air alternatif seperti di Padaherang.“ Jumlah mesin pompa yang sudah disebar melalui kelompok berjumlah 191 unit,”ujarYayat. Menurut Yayat, sebagai antisipasi kekeringan pihaknya juga sudah menawarkan alternatif kepada petani untuk menanam kedelai jauh hari sebelum kemarau melanda Ciamis dan sekitarnya.Namun,sebagian besar petani menolaknya karena pesimistis dan tidak terbiasa menanam kedelai.

Baca Juga:  Tebing Runtuh Jebol Rumah Warga Tambaksari Ciamis, Sebelumnya Tanah Bergerak Rengkah Akibat Hujan

“Karena banyak petani yang menolak, bantuan kedelai yang dikembalikan kepada pemerintah pusat yaitu penyediaan bibit untuk 3.000 hektare,” tandasnya. Sementara itu, petani di wilayah Kecamatan Padaherang, Kabupaten Ciamis memanfaatkan aliran pembuangan Sungai Ciseel menggunakan mesin pompa air untuk mengaliri area persawahan yang kondisinya mengering. Langkah ini berhasil menyelamatkan 150 hektare tanaman padi di Dusun Sindangkerta, Desa Karangpawitan,Kecamatan Padaherang, Kabupaten Ciamis.

“Kesulitan air untuk mengairi persawahan di Padaherang Ciamis sudah berlangsung sejak dua bulan terakhir. Sejak itu, warga sangat bergantung dengan mesin pompa memanfaatkan apur (aliran pembuangan) dari Sungai Ciseel yang masih ada airnya,” ungkap Pardianto,petani. ujang marmuksinudin.

Sumber : www.seputar-indonesia.com

About Author: Tubagus Iwan Sudrajat

Gravatar Image
Tubagus Iwan Sudrajat ialah seorang penulis artikel di Bandung, Jawa Barat. Dia juga penulis artikel di beberapa blog dan media online.