Objek Wisata Cipanas Sukabumi, Butuh Perhatian

by -18 views

Objek wisata Cipanas, yang terletak di Desa Wangonsari, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi butuh perhatian dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi, terutama masalah pembangunan sarana dan prasarana yang berada di sekitar objek pariwisata tersebut.

Meski saat ini sarana di objek wisata Cipanas telah memadai. Namun, kondisinya sangat mengkhawatirkan terutama beberapa bangunan bagi pengunjung yang dinilai sudah tidak memadai.

Selain kondisinya yang rusak, di beberapa tembok juga banyak coretan-coretan akibat aksi vandalisme pengunjung yang usil, sehingga membuat kondisi objek pariwisata tersebut terkesan kumuh.

Selain vandalisme, masalah kebersihan juga banyak dikeluhkan oleh pengunjung. “Tempatnya lumayan enak, hanya saja di beberapa tempat sampahnya numpuk,” tutur Ismiati, warga Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Rabu (26/9).

Dia menambahkan selain sampah yang menumpuk, di aliran sungai yang kerap digunakan pengunjung untuk berendam juga tampak sampah plastik yang dibuang oleh pengunjung. “Kalau di kolam air panas yang berada di dalam tempatnya enak dan bersih. Berbeda dengan di luar, terutama aliran sungai yang ada air panas menyembur, kondisinya cukup kotor, sehingga tidak enak dipandang mata,”tutur ibu dua anak tersebut.

Keluhan juga dirasakan oleh Ujang Mulyana warga Lebak, Provinsi Banten yang datang ke Cipanas bersama keluarganya. Dia menuturkan selain bangunan yang kurang terawat, sarana lain seperti toilet juga kurang memadai. “Sayang, padahal kalau ditata dengan baik, bukan tidak mungkin pengunjung yang datang semakin banyak,” katanya.

Pengelola kolam renang air panas Obyek Wisata Cipanas, Irwan Setiawan, rencana untuk rehabilitasi beberapa bangunan sudah direncanakan oleh Dinas Pariwisata. “Penataan memang harus ditingkatkan, rencananya rehabilitasi bangunan akan dilakukan pada tahun 2013 oleh Dinas Pariwisata,” ujar Iwan.

Setiap minggunya jumlah wisatawan yang masuk ke kolam renang Cipanas sekitar 300 wisatawan. “Itu kalau hari biasa bukan libur. Jika hari libur jumlahnya bisa dua kali lipat, jumlah itu belum termasuk wisatawan yang berendam di sungai,” katanya.(A-193/A-147)***

sumber :pikiran-rakyat.com