Polisi Banjar dan Ciamis Diteror

by -3 views

www.seputar-indonesia.com

Polres Kota Banjar dan Polres Kabupaten Ciamis diguncang teror sepucuk surat tanpa identitas yang ditemukan anggota polisi di Pos Pengamanan Lalu Lintas Polresta Banjar, kemarin.

Aksi menyurati polisi tersebut mengatasnamakan Penghuni Bumi Pertiwi. Insiden itu pertama kali diketahui Briptu Vrino Andrian, anggota polisi yang bertugas mengatur lalu lintas di persimpangan BKR, Jalan Letjen Suwarto, Kota Banjar. Saat memasuki pos,Vrino menemukan sepucuk surat di atas meja yang bertuliskan Untuk Polisi.

”Setelah saya pastikan benar berisi surat, saya membukanya dan membaca isi surat itu,” kata Vrino. Dia terkejut membaca surat tersebut, karena berisi kecaman sekaligus ancaman.Khawatir terjadi apa-apa, dia memilih melaporkan temuan itu ke Mapolresta Banjar. Isi surat tersebut tertulis ”hey polisi kamu bukan pembela keadilan tapi pembuat kekeruhan, pembikin keonaran. Kami aka (akan) bikin perhitungan dengan polisi-polisi sadis.” ”Kami juga bisa lebih sadis conto (contoh) lagi polisi di Banjar dan Ciamis, tungu (tunggu) saja permainan kami berlanjut dari Solo,Semarang, Banjar, Ciamis! Polisi teh borokokok kudu di anu satu-satu.

Dari atas sampai bawah polisi kami tantang oke”. Selain menuliskan katakata tersebut, pengirim surat juga membubuhkan sebuah gambar peluru dan menuliskan Penghuni Bumi Pertiwi di bawah surat.Semua tulisan dibuat menggunakan spidol berwarna biru.Setelah laporan disampaikan ke Mapolresta Banjar, kejadian itu menimbulkan keresahan di kalangan polisi. Pasalnya,belum lama ini kasus penembakan polisi di Solo, Jawa Tengah. Kapolresta Banjar AKBP Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, sudah membentuk tim khusus untuk mengungkap kasus itu. Hingga kini, pihaknya masih menyelidiki untuk menemukan siapa orang yang membuat surat kaleng tersebut.

”Siapa saja bisa menulis surat ini, tapi saya tidak bisa menduga-duga dulu,yang jelas masih diselidiki,”ujarnya. Menurut dia,kemungkinan ada pihak tertentu yang membenci polisi terkait penindakan dan penegakan hukum. Kebencian masyarakat merupakan salah satu konsekuensi penegak hukum. ”Bisa saja ada pelaku kejahatan yang ditangkap polisi dan membuat yang bersangkutan tidak suka polisi. Lalu, menumpahkan kekesalan dengan membuat seperti ini,” ungkap Sambodo.

Kapolres Ciamis AKBP Kemas Ahmad Yamin mengaku menggelar rapat untuk membahas aksi teror atau temuan surat berisi ancaman kepada polisi.”Tadi malam kami rapat untuk mengantisipasi dan mewaspadai aksi tersebut,” ucapnya. Kemas mengatakan, temuan kasus teror berupa surat yang ada di Kota Banjar tidak boleh dianggap sepele. ”Sekalipun banyak kemungkinan, berbagai antisipasi tetap harus dilakukan,”kataYamin. Dia menambahkan, pihaknya sudah menggelar rapat meminta semua lini di Mapolres Ciamis untuk meningkatkan kewaspadaan.

”Setiap sektor sudah diminta untuk dilakukan penjagaan lebih ketat. Patroli dan pos pol juga harus menjadi perhatian serius,” terangYamin. Yamin juga menegaskan, mulai malam ini (tadi malam) pihaknya langsung mengintensifkan razia, baik itu lalulalang orang yang tidak dikenal, razia kendaraan yang membawa barang mencurigakan antisipasi teror dan bahan peledak.

”Instruksi ini akan dilakukan, sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Semua lini harus waspada,sebagai antisipasi aksi yangterjadidiSolo,”kata Yamin. ujang marmuksinudin

Sumber : www.seputar-indonesia.com