TPAS Leuwisisir Karawang, Resahkan Warga Empat Desa

by -17 views

foto : antaranews.com

Warga empat desa di Kecamatan Telukjambe Barat mengaku resah terkait munculnya rencana pengoperasian Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Leuwisisir yang terletak di desa Mekarmulya, Telukjambe Barat.

Mereka khawatir pada musim hujan nanti tumpukan sampah dari TPAS hanyut terbawa banjir dan akhirnya masuk ke perkampungan warga.”TPAS Leuwisisi berada persis di tepi Sungai Cibeet yang kerap membludak pada musim hujan. Saya yakin, sampah dari TPAS akan hanyut terbawa aliran air,” ujar Asep Saefulloh, saah seorang warga Desa Pangasinan, Telukjambe Barat, Selasa (11/9).

Jika hal itu terjadi, lanjut Asep, masyarakat yang kena dampak keberadaan TPAS itu bukan hanya warga Mekarmulya. Mereka yang tinggal di sepanjang aliran Cibeet pasti akan ikut merasakan ekses dari pengoperasian TPAS tersebut.

Dikatakan juga, masyarakat yang bersentuhan langsung dengan TPAS itu terdiri dari empat desa yakni Pangasinan, Mekarmulya, Sukamakmur, dan Parungsari. Bahkan ada satu desa di sebrang sungai Cibeet yang masuk Kecamatan Cikarang, Kabupaten Bekasi, ikut memprotes rencana pengoperasian TPAS itu.

Asep menjelaskan, TPAS Leuwisisir telah dibangun sejak lima tahun silam. Namun sejak itu pula, Pemerintah Kabupaten Karawang tidak berani memfungsikan tempat itu karena berbagai pertimbangan.

Penolakan juga muncul dari masyarakat Desa Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi. Pasalnya Desa Cipayung telaknya bersebalahan langsung dengan TPAS Leuwisisir.

“Kami akan memblokir semua truk pengangkut sampah yang hendak masik ke Leuwisisir,” ujar salah seorang warga Cipayung yang juga anggota Badan Permusyawaratan Desa setempat, Zuli Zulkipli.

Menurut dia, jika TPAS Leuwisisir difungsikan, maka warga Desa cipayung yang akan merasakan lansung dampak negatifnya. Selain, air Cibeet tercemar, warga Cipayung setiap hari bakal menghirup udara bau busuk yang muncul dari TPAS tersebut. (A-106/A-26).***

Sumber : www.pikiran-rakyat.com