Warga Rantanpanjang Kesulitan Peroleh Air Bersih

by -16 views

ilustrasi

Sebanyak 48 kepala keluarga di blok kavling Kampung Rantanpanjang, Desa/Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, mengaku kesulitan memperoleh pasokan air bersih. Kesulitan mendapatkan air bersih itu diperparah dengan belum pernah adanya bantuan dari Pemerintah Kabupaten Bekasi memberikan bantuan air bersih di wilayah tersebut.

Diungkapkan warga di blok kavling tersebut, Sumpena (52) saat ditemui di rumahnya, untuk mencukupi kebutuhan air saat musim kemarau ini, dirinya beserta warga yang lain, biasa membeli air dari penjual air keliling dengan harga Rp 5.000 untuk dua jeriken ukuran 20 liter.

“Sejak musim kemarau hingga saat ini, kami belum pernah mendapatkan bantuan pasokan air bersih dari pemerintah. Saya pernah mendengar kalau Pemerintah Kabupaten Bekasi sering memberikan bantuan air bersih di daerah lain, tapi untuk wilayah kami belum pernah ada bantuan seperti itu,” ungkap Sumpena saat ditemui di kediamannya, Jumat (21/9/12).

Diakui Sumpena, setiap harinya warga di blok kavling kampung tersebut membeli air bersih hingga loma jeriken yang digunakan di antaranya untuk keperluan minum, mencuci, dan mandi. Dengan demikian, setiap harinya warga wajib merogoh kocek sebesar Rp 25.000 untuk mencukupi air saja. Hal tersebut dirasakan menjadi beban tersendiri bagi para warga yang sebagian besar menjadi buruh harian lepas.

“Untuk beli air saja kita harus menyediakan uang sebesar dua puluh lima ribu rupiah. Belum untuk beli makanan. Sedangkan kami hanya sebagai buruh harian lepas yang pendapatannya tidak lebih dari tiga puluh ribu rupiah setiap harinya,” ujar Sumpena.

sumber:pikiran-rakyat.com