Wushu Jabar Tempatkan Dua Wakil di Babak Final

by -235 views

USEP USMAN NASRULLOH/”PRLM”

Wushu Jawa Barat akhirnya hanya menempatkan dua wakil di babak final kategori putra nomor shansou (tarung) Pekan Olah Raga Nasional (PON) XVIII/2012 Riau, setelah dua wakil putri Jabar tersingkir di babak semifinal yang berlangsung di Hall Wushu Rumbai, Pekanbaru, Kamis (13/9). Jabar hanya meraih perunggu dari wakil putri.

Dua wakil Jabar yang melaju ke babak final yakni Ade Permana di kelas 48 Kg dan Y. Victorio Senduk di kelas 65 kg. Final sendiri akan digelar pada hari Jumat (14/9).

Ade maju ke babak final usai menundukkan atlet Jawa Timur Yosef F. Neon Nub dengan skor telak 0-2. Pada final nanti dia akan menghadapi wakil DKI Jakarta Edwar Vinanda yang melaju ke partai puncak usai mengkandaskan Sukarja asal Riau dengan skor 2-1.

Sedangkan Senduk, maju ke babak final setelah menyingkirkan pewushu Kalimantan Selatan Mokhamad Sofi juga dengan skor telak 2-0. Di partai puncak dia akan ditantang oleh pewushu Sumatera Utara Moses Milala yang maju setelah menang mutlak 2-0 atas Rio Setiadi asal Jambi.

Baca Juga:  Kabar Gembira! Tarif Commuter Line Batal Naik November ini

Sayangnya hasil baik di putra gagal diikuti atlet shansou putri kelas 56 kg, Steffi S. Rumagit gagal melaju ke final setelah ditundukan peraih emas SEA Games 2011 Moria Manalu yang merupakan andalan DKI Jakarta.

Meskipun gagal, dia berhasil merebut perunggu. Satu perunggu lainnya untuk Jabar dihasilkan oleh Fitriana Kanesa yang ditumbangkan 0-2 oleh pewushu Jambi Friska Ria Wiowo.

Hasil yang tidak begitu baik didapatkan Jabar di nomor Tuolo (seni) dimana dari empat kelas yang dipertandingkan doushu putra dan putri serta jianshu putra dan putri tidak ada satu pun wakil Jabar yang mempersembahkan medali.

Manajer tim wushu Jabar yang juga Ketua Pengprov Jabar, Edwin Sanjaya menuturkan, target awal adalah tiga emas, tapi jika pun hanya dua emas yang bisa diperoleh kedua pewushu putra Jabar di final nanti, maka raihan tersebut sudah melampaui hasil PON 2008 lalu yang hanya mendapatkan satu emas.

“Memang dari awal andalan kita adalah Shansou, sedangkan taulo persaingannya terlalu berat untuk Jabar. Satu kelas yang meleset yakni 56 kg putra atas nama Sandy Loreng. Dia seharusnya bisa mencuri tempat di final karena merupakan juara bertahan,” imbuhnya kemudian. (A-161/A-89)***

Baca Juga:  Menggali Sejarah Sisa Pajajaran

Sumber :www.pikiran-rakyat.com

About Author: Tubagus Iwan Sudrajat

Gravatar Image
Tubagus Iwan Sudrajat ialah seorang penulis artikel di Bandung, Jawa Barat. Dia juga penulis artikel di beberapa blog dan media online.