Kemilau Nusantara 2012-Budaya Alat Pemersatu Bangsa

by -10 views
Foto:bisnis-jabar.com

Sebanyak 40 kebudayaan dihadirkan pada perhelatan Kemilau Nusantara 2012, di area Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, kemarin. Tujuannya menunjukkan kreasi kebudayaan variatif yang sarat akan nilai estetis, tanpa meninggalkan nilai-nilai estetika kebudayaan luhur. Tari topeng misalnya,kebudayaan dari Jawa Timur ini memperlihatkan wajah-wajah yang terukir pada topeng tersebut menjadi sebuah tarian sarat makna,di mana para penari mengenakan pakaian tradisional warna hitam menggolekkan tubuhnya menari seirama angin.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, Kemilau Nusantara 2012 mempunyai makna indah dan gemerlap yang akan melestarikan kebudayaan-kebudayaan yang terhampar di Tanah Air. ”Ribuan jenis budaya yang menjadi khasanah kita ini tak mungkin dinilai dengan uang. Kita wajib melestarikan seluruh jenis budaya yang ada di Indonesia. Komitmen kita untuk melestarikan seni budaya sudah menjadi bagian seni secara nasional maupun internasional,” kata Heryawan.

Menurut dia, sebuah budaya menunjukkan kebaikan moralitas budaya tersebut, kebudayaan yang dilestarikan dapat memperbaiki perilaku dan moral negara Indonesia. ”Budaya ini sarat nilai,oleh karena itu mari jadikan kebudayaan sebagai alat pemersatu bangsa di negara Indonesia, perbedaan etnis dan budaya merupakan khasanah Republik Indonesia dan apabila dibungkus dan diwarnai dengan kebudayaan pasti akan bersatu,” katanya.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Nunung Sobari mengatakan, kebudayaan Indonesia merupakan kekayaan yang harus dilestarikan dan dipromosikan. Indonesia kaya akan budayanya, dari Sabang sampai Merauke. Pembukaan Kemilau Nusantara dilakukan secara simbolis dengan memukul kentungan dari bambu atau kohkol oleh Ahmad Heryawan, diikuti Nunung Sobari.

Peserta yang mengikuti Kemilau Nusantara 2012 ini, di antaranya Cianjur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, Papua Barat,Jawa Tengah,Kota Banjar,SulawesiTengah,Jambi, Sukabumi, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tenggara, Jawa Timur, Bangka Belitung,dan Kepulauan Riau. CR-1.

sumber:seputar-indonesia.com