Nasib Terminal Bubulak selama Sepuluh Tahun Beroperasi

by -7 views

terminalbubulakSebagian bangunan sudah rusak sejak lama dan tidak terawat, bahkan ada koridor untuk angkot mengetem diganti dengan bangunan bertiangkan bambu dengan atap terpal dan spanduk bekas.

Bau pesing akibat ulah orang-orang yang sembarangan buang air kecil, begitu menyengat hidung. Sirkulasi keluar masuknya kendaraan pun semakin semrawut, ini berimbas dengan ngaret-nya timer (jam tunggu) sopir-sopir angkot yang menunggu mobilnya penuh dengan sewa (penumpang, red).

Ya, begitulah kondisi Terminal Bubulak saat ini. Tidak terawat, diperparah dengan kurang tersedianya sarana dan prasarana penunjang terminal.

Seperti tidak adanya lampu penerangan, atap kantor dibiarkan rapuh, begitu juga dengan sampah di mana-mana sehingga mengganggu masyarakat setempat.

Padahal, keberadaan Terminal Bubulak masih diperlukan untuk menata angkutan umum di perbatasan Kota dan Kabupaten Bogor. Keberadaannya juga diharapkan mampu meningkatkan perekonomian warga yang tinggal di sekitar terminal.

Namun, kabar baik datang dari gedung dewan. Dalam APBD 2013, DPRD Kota Bogor akan meng-ucurkan anggaran revitalisasi terminal sebesar Rp3 miliar.

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Bogor, Usmar Hariman mengatakan, untuk program transportasi memang difokuskan pada revitalisasi Terminal Bubulak. Sebab, banyak masya-rakat di perbatasan sangat bergantung pada terminal tersebut.

“Banyak yang memberi masukan kepada kami agar Terminal Bubulak segera direvitalisasi. Dan, untuk tahun depan anggaran sebesar Rp3 miliar telah disiapkan,” ujarnya kepada Radar Bogor, kemarin.

Upaya peningkatan ini, tambahnya, perlu didorong dengan adanya kesepahaman antara Pemerintah Kota dengan Kabupaten Bogor. Salah satunya melalui program kerja sama Bogor Economic Summit (BES) yang digagas sejak 2010 silam.

“Terminal Laladon jaraknya cukup dekat dengan Terminal Bubulak, sehingga sinkronisasi kedua terminal tersebut harus dilakukan kedua pemerintah daerah,” beber politisi Partai Demokrat itu.

Dijelaskan Usmar, masyarakat di perbatasan juga perlu dilibatkan secara langsung maupun tidak langsung dalam proses revitalisasi Terminal Bubulak.

Sehingga nantinya, menjelma menjadi sebuah tempat yang mampu menarik siapa pun untuk datang ke sana. “Harus diperhatikan kebutuhan masyarakat agar tidak terjadi hal yang kurang baik,” imbuhnya.

Masyarakat perlu dilibatkan baik langsung ataupun tidak langsung dalam proses revitalisasi ini. Sebab, saran mereka sangat diperlukan karena mengetahui langsung kondisi Terminal Bubulak.

“Kami berharap agar revitalisasi ini dapat memberikan peran bagi peningkatan perekonomian sopir angkot, maupun warga yang menggantungkan hidupnya dari terminal tersebut,” tandasnya.
sumber:radar-bogor.co.id