Masalah TPA Galuga Cibungbulang Pemda Didesak Profesional

by -5 views

sampah-galugaTempat pembuangan akhir sampah (TPAS) Galuga, kembali dikeluhkan masyarakat, sebab menimbulkan berbagai masalah. Ketua Paguyuban RT se-Desa Galuga, Toni mengatakan, jalan yang dilalui truk dari kabupaten maupun Kota Bogor terlalu sempit karena setiap hari dilalui sekitar 300 unit truk.

Tak hanya itu, kata dia, kesehatan warga setempat terganggu karena polusi sampah makin banyak. ”Pernah longsor, akibatnya lahan pertanian seluas 6 hektare tercemar,” katanya. Ia mendesak, pemkab dan pemkot lebih profesional agar tak ada masyarakat yang dirugikan. ”Program kesehatan keliling masih minim,” keluhnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, banyak warga menderita penyakit gatal karena air tercemar limbah sampah. Terlebih, beberapa kampung masih ada yang kesulitan air bersih, seperti di Sinar Jaya dan Kampung Baru.

Wakil Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Galuga, Iding Suwito menambahkan, alat berat pengeruk sampah beroperasi tak sesuai jadwal. ”Pemerintah jangan menutup mata, seharusnya ikut memikirkan masalah masyarakat,” tegasnya.

Leader Operator Alat Berat, Oman Yohanda mengakui, beberapa kali permasalahan antrean kendaraan sering menjadi sorotan, tetapi bukan karena dari pengerukan sampah yang lambat. Lebih kepada volume sampah yang banyak masuk. ”Kadang ada beberapa sopir nakal yang lewat seenaknya, seperti pada Jumat, padahal sudah sering disosialisasikan,” tuturnya.

Menurut dia, alat berat pukul 12:00 selalu diistirahatkan, sehingga kadang terjadi pengantrean turk. Jadi, solusinya harus ada jalur sendiri. Ia menambahkan, ada sekitar 400 orang pe mulung yang setiap harinya masuk ke dalam TPA. ”Berbagai upaya akan terus dila kukan agar bisa mengurangi kepadatan,” tandasnya.(rp10/b)

sumber: radar-bogor.co.id