Orang di Balik Sukses Suarez Bungkam Inggris

by -6 views

suaresKarena masih dalam masa pemulihan cedera pada lutut, Luis Suarez tidak tampil pada laga perdana Uruguay di Piala Dunia, yaitu melawan Kosta Rika, di Estadio Castelao, Sabtu (14/6/2014).

Masalah lutut itu Suarez alami saat membela Liverpool pada laga Premier League melawan Newcastle United, pada 11 Mei 2014. Pada 22 Mei, Suarez menjalani operasi untuk mengatasi masalah itu, tetapi tetap diragukan akan pulih sebelum Piala Dunia.

Dalam keadaan belum pulih, Suarez dimasukkan pelatih Uruguay, Oscar Tabarez dalam skuad final untuk putaran final Piala Dunia. Kekhawatiran akan cedera Suarez meningkat karena Suarez sama sekali tak mendapatkan kesempatan bermain, ketika Uruguay kesulitan melawan Kosta Rika.

Suarez pun hanya bisa tertunduk di kursi cadangan, ketika Uruguay yang sempat unggul berkat gol Edinson Cavani(24, penalti), dipaksa menyerah 1-3 oleh Joel Campbell (54), Oscar Duarte (57), Marco Urena (84).

Lima hari setelahnya, nama Suarez masih daftar starter untuk laga kedua, melawan Inggris, di Arena Corinthians Sao Paolo. Tanpa kejelasan apakah masalah lutut itu sudah sepenuhnya teratasi atau belum, Suarez mencetak dua gol yang menentukan kemenangan Uruguay 2-1.

Suarez mencetak gol pada menit ke-39 dan ke-85, sementara gol Inggris dicetak Wayne Rooney pada menit ke-75. Suarez tampak begitu emosional merayakan gol-golnya, meski ada lima rekan timnya di Liverpool membela Inggris saat itu. Namun, Suarez tak melupakan orang yang membuatnya bisa bermain pada laga itu, fisioterapis Walter Ferreira.

Setelah mencetak gol pertamanya, SUarez berlari ke pinggir lapangan dan memeluk Ferreira. Dengan tatapan mengarah ke atas dan kemudian mengarahkan telunjuk kanannya ke arah Ferreira seolah-olah mengatakan, “Ini orang yang membuatku bisa bermain.”

Sebagai catatan, cedera pada lutut yang dialami Suarez, sobekan pada meniscus membutuhkan waktu pemulihan hingga enam pekan.

Sayang, kegembiraan Suarez berujung pekerjaan rumah baru untuk Ferreira. Ferreira kini harus kembali bekerja ekstra untuk memastikan Suarez bisa bermain pada laga terakhir Grup D, melawan Italia, di Estadio Das Dunas, Natal, pada 24 Juni 2014. Pasalnya, usai mencetak gol kedua, Suarez mengalami cedera pada kaki sehingga digantikan Sebastian Coates pada menit ke-88.

Menurut sejumlah ahli, cedera pada lutut yang dialami Suarez, sobekan pada meniscus, membutuhkan waktu pemulihan selama enam pekan. Meski ada kemungkinan pulih dalam waktu cepat, cedera itu mungkin akan berdampak buruk bagi si pemain pada masa mendatang.

“Tak pernah terdengar sebelumnya ada yang bisa bermain sepertinya dalam waktu empat pekan setelah operasi. Sebagai manajer tim sepak bola, Anda akan senang dengan pemulihannya, tetapi sebagai dokter, Anda akan khawatir. Ini membuatnya sangat rentan cedera pada masa mendatang,” ujar spesialis operasi lutut dari London Sports Orthopaedics, Ian McDermott.
(kompas.com)