Warga Gugat PT KAI Karena Melakukan Pengusiran Sepihak

by -4 views

pt kaiWarga Jalan Laswi dan Sukabumi, Kota Bandung, Jabar, menggugat PTKAI karena melakukan pengusiran secara sepihak terhadap warga yang tinggal dikawasan tanah milik PTKAI.

“Warga diperlakukan tidak adil, mereka diharuskan mengosongkan rumah dan meninggalkan rumah yang sudah puluhan tahun ditempati,” kata Koordinator Forum Rumah Negara (FRM) Herry kepada wartawan di Bandung, Jumat.

Ia menuturkan pengusiran secara sepihak itu karena Pemerintah Kota Bandung dan PT KAI merencanakan permukiman penduduk di Jalan Laswi dan Sukabumi itu dijadikan sebagai kawasan ruang terbuka hijau (RTH).

Padahal informasi yang diketahui warga, kata dia permukiman penduduk yang akan dibongkar itu milik Kantor Urusan Perumahan (KUP) Kota Bandung, bukan milik PT KAI.

Namun, lanjut dia PTKAI mengklaim tanah tersebut, warga kecewa dan secara resmi melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Bandung dengan nomor gugatan 293/PDT/G/2014/PN Bandung, 10 Juni 2014.

“PT KAI mengklaim rumah-rumah tersebut adalah miliknya. PT KAI pun mengeluarkan SPR (Surat Penghunian Rumah) dan menyewa-nyewakan rumah tersebut. SPR itu bisa dianggap ilegal,” katanya.

Ia menyebutkan jumlah rumah yang akan dibongkar mencapai 22 unit, seluruh penghuninya diminta untuk mengosongkan tempat, dan selanjutnya akan dipagar.

Tindakan PTKAI itu, kata dia dinilai memberatkan warga yang umumnya pensiunan PTKAI karena pengusiran dilakukan secara sepihak hanya dilakukan pertemuan satu kali antarawarga dengan PTKAI.

“PTKAI mengklaim sudah melakukan pertemuan tiga kali, padahal baru satu kali, kemudian melayangkan surat pemberitahuan pemagaran rumah, ini tidak adil dan tidak manusiawi,” katanya.

Warga berharap PTKAI menangguhkan pembongkaran permukiman rumah dan menyatakan bersedia untuk melakukan perjanjian sewa beli sesuai yang diatur undang-undang.

“Kalaupun tidak bisa sewa beli, warga menghendaki agar PTKAI memberikan ganti rugi yang layak dan wajar,” kata Herry.
(antarajawabarat.com)