Wali Kota New York Liburkan Sekolah Saat Idul Fitri dan Idul Adha

by -11 views

walkotWali kota New York Bill de Blasio mengumumkan kebijakan agar sekolah publik meliburkan muridnya di dua hari raya umat Islam, Idul Fitri dan Idul Adha. Perubahan kalender sekolah ini disebut sebagai upaya de Blasio memenuhi janji kampanyenya untuk memerhatikan komunitas Muslim yang semakin berpengaruh dan berkembang di New York.

Dilansir dari New York Times, Kamis (5/3/2015), perubahan kalender sekolah ini akan berlangsung efektif pada tahun akademik 2015-2016. Penetapan libur ini melengkapi hari libur pada peringatan hari raya lain milik umat Yahudi dan Kristen.

“Ini masalah keadilan. Sesederhana itu,” kata de Blasio saat berada di sebuah sekolah publik di Bay Ridge, Brooklyn.

“Ini merupakan komunitas yang berkembang di kota kita dan di sekolah kita. Kami memahami itu,” lanjutnya.

Dalam pernyataan itu, Bill de Blasio dikelilingi aktivis dan politisi yang berjuang menuntut perubahan. Carmen Farina, penyuluh sekolah, juga berharap kebijakan ini akan meningkatkan toleransi dan saling memahami antara sistem sekolah dan kota dengan komunitas Muslim.

Pada tahun 2008, Universitas Columbia memperlihatkan bahwa 10 persen dari murid sekolah publik di New York adalah Muslim. Dari jumlah itu, sebanyak 95 persen bersekolah di sekolah publik. Saat ini, diperkirakan jumlah komunitas Muslim di New York City mencapai 600.000 hingga 1 juta orang.

Sudah bertahun-tahun komunitas Muslim di kota berjulukan Big Apple itu agar menambah libur Idul Adha dan Idul Fitri di kalender akademik. Baru pada 2009 Dewan Kota mengeluarkan resolusi yang mendorong perubahan tersebut.

Tapi Michael Bloomberg yang waktu itu menjabat wali kota berpendapat lain. Dia menilai anak-anak perlu menghabiskan waktu lebih lama di sekolah. Karena itu warga Muslim di New York yang berasal dari sejumlah negara seperti Bosnia, Montenegro, Mesir, Suriah, Pakistan dan Bangladesh kompak untuk mendesak pemerintah kota memberi hari libur di dua hari raya.

Saat Bill de Blasio terpilih, komunitas Muslim pun mulai mengadakan kampanye besar. Pemberian libur di dua hari raya itu dianggap sesuai dengan visi dan misi de Blasio yang mengusung “mengenal, melibatkan dan rasa hormat”.

“Kami berhasil!” kata Shujaat Khan, salah satu pemimpin koalisi aksi. Dalam kesempatan itu, dia pun berterima kasih kepada komunitas lain yang memberikan dukungan, termasuk komunitas Latin. “Si se puede! (kita bisa!),” ujarnya dalam bahasa Spanyol.

(Kompas)