Pasar Leuwiliang Kian Kumuh Dengan PKL

by -22 views

Pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di pasar Lewiliang, Desa Leuwiliang, Kecamatan Leuwiliang, semakin tidak teratur. PKL yang berjualan di pinggir jalan ini, menjadi penyebab kemacetan dimana kendaraan tidak dapat masuk ke dalam pasar. Selain itu penataan pedagang kaki lima yang tidak teratur membuat pasar terlihat kumuh, kotor dan becek.

Salah satu pengunjung pasar leuwiliang, Sarianah warga Desa Cikaracak mengatakan, PKL bukan saja memadati di dalam pasar. Namun juga banyak yang berjualan di pinggir jalan, dengan menggelar dagangannya di pinggir jalan.

baca juga: Harga Beton Cor Ready Mix di Leuwiliang

“Selain tidak tertibnya PKL, infrastruktur jalan pasar yang rusak menimbulkan jalanan becek dan berlumpur saat hujan. Serta pengolahan sampah pasar yang belum maksimal,”ujar Sarianah, kemarin. Ia menjelaskan, tak hanya banyak PKL, aroma tak sedap yang ditimbulkan dari tumpukan sampah pasar. Sangat menggangu pengunjung pasar, dan membuat rasa nyaman menjadi hilang.

Hal senada dikatakan, Asep Irawan warga Cigudeg mengaku, jika melintasi pasar Leuwiliang sudah pasti disuguhkan dengan kemacetan. “Sudah menjamurnya PKL, banyak juga angkutan umum yang berhenti sembarangan di bahu jalan.  Ini semakin menambah kemacetan,”kata dia.

Ia menerangkan, kesemrawutan di Pasar Leuwiliang ini sudah berlangsung belasan tahun, namun pemerintah daerah terkesan cuek dan masa bodo.

(metropolitan.id)