Dua Desa di Kabupaten Sukabumi Banjir dan Longsor

oleh

Bencana alam di Kabupaten Sukabumi kembali terjadi. Kali ini, banjir dan longsor menerjang dua desa di Kecamatan Nyalindung, sekira pukul 16.00 WIB, kemarin. Akibat bencana ini, diperkirakan kerugian materi ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Informasi yang dihimpun Radar Sukabumi, sebelum bencana alam itu terjadi, hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Kecamatan Nyalindung. Akibat debit air yang terus meningkat, akhirnya banjir dan longsor pun terjadi. Bencana ini terjadi di Jalan Raya Provinsi, Jalur Sukabumi – Sagaranten, tepatnya di Kampung Kubengan, RT 1/5, Desa Cijangkar.

Di lokasi ini, material longsor menutup setengah badan jalan, dampaknya arus lalu lintas di jalan ini pun terganggu sampai malam hari.

Sementara di titik lainnya, banjir melanda di Kampung Ciurug, RT 2/10, Desa Wangunreja. Di lokasi ini, empat rumah terendam banjir. Sedangkan di Kampung Ciseupan, RT 3/9, Desa Wangunreja, sawah seluas tiga hektar terendam banjir akibat irigasi Leuwikadu jebol.

Seorang anggota relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kecamatan Nyalindung, A. Ahmad mengatakan, cuaca ekstrem saat ini telah menyebabkan bencana alam di Desa Cijangkar dan Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung.

“Untuk bencana longsor di Desa Cijangkar, longsor yang menutup sebagian jalan saat ini sudah bisa dilalui setelah Balai Pengelola Jalan Wilayah Pelayanan II Sukabumi Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat melakukan pembersihan material longsor menggunakan alat berat,” jelas A. Ahmad saat dihubungi Radar Sukabumi melalui telepon selulernya.

Sementara banjir bandang yang merendam empat rumah warga setinggi satu meter, saat ini kondisinya sudah mulai surut. Namun untuk menjaga dari hal-hal yang tidak diinginkan, seluruh keluarga korban bencana banjir telah dievakuasi oleh pemerintah setempat ke tempat yang lebih aman.

“Saya sudah laporkan tekait peristiwa bencana ini pada pemerintah terkait. Saat ini, BPBD Kabupaten Sukabumi tengah berada diperjalan menuju lokasi bencana,” pungkasnya.

Kepala Desa Wangunreja, Ali Nurdin mengatakan, saat ini pemerintah desa bersama Muspika Nyalindung dan BPBD Kabupaten Sukabumi tengah melakukan peninjuan lokasi bencana alam. Selain melakukan pengamanan di lokasi bencana, mereka juga membantu melakukan evakuasi warga serta membersihkan saluran drainase dengan mengeluarkan tumpukan material sampah yang berpotensi terhadap bencana banjir.

“Saat ini kami belum bisa mengetahui berapa jumlah kerugian akibat bencana alam yang menerjang didua Desa Wangunreja ini. Kami fokuskan pada penganganan bencana. Insya Allah besok kami akan mulai melakukan inventarisir jumlah kerugian akibat bencana banjir bandang ini,” pungkasnya.

(pojoksatu.id)