Pengusaha Muda Kue Basah Dari Gunung Mulya Bogor

oleh

Kue pia sudah tak aneh lagi bagi masyarakat kota. Bagi Idup Mulyadi (44) produk kue pai (sebutan kue pia) menjadi usaha yang sudah dijalankan dari tahun 2009.

Awal produksi di wilayah Ciputat, pemasaran awal hanya di wilayah sekitar Ciputat. Sekarang sudah mencapai pasar minggu dan depok. Omset sehari bisa mencapai 2 juta.

Tergugah ingin memajukan tanah kelahirannya di kampung Zakirly, Desa Gunung Mulya, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Idup memproduksi kue pai di kampungnya.

Pemasaran masih di sekitar pasar lokal tenjolaya, tepatnya di Pasar Jumat Cibitung Tengah. “Baru mencoba untuk memasarkan daerah sini, kedepannya akan dikembangkan via online dan offline wilayah Bogor”, kata Idup. Kue ini tidak memakai bahan pengawet hanya awet 2-3 hari.

Idup ingin memperdayakan penduduk lokal, untuk sementara masih bisa dikerjakan sendiri. “Penduduk di sini masih memprihatinkan, penghasilan membuat besek yang terbuat dari bambu hanya 10ribu sehari. Jika usaha pai berjalan, masyarakat akan di rekrut untuk kerja dengan saya”, sambung Idup.

Produksi di Ciputat dijalankan istrinya, omset perhari bisa mencapai 2 jutaan. Untuk di kampung Zakirly belum ada target. “Saya masih survey pasar, produksi juga belum banyak” pungkasnya.

Bagi yang minat bisa menghubungi kang Idup di nomor 082210522957.

(Az raxal)