Menuju Bandung 1 : 8 Calon Daftar Pilwalkot Bandung

by -2 views

pilkada bdgKomisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung mencatat delapan pasangan calon wali kota dan wakil wali kota siap bertarung dalam ajang pemilihan kepala daerah Kota Bandung, 23 Juni mendatang.

Delapan kandidat itu terdiri dari empat pasang calon independen dan empat lainnya maju dari jalur parpol. Kemarin, tiga pasangan calon wali kota dan wakil wali kota mendaftar ke KPU Kota Bandung di Jalan Soekarno Hatta. Mereka adalah pasangan Muhammad Qudrat Iswara – Asep Dedy Ruyadi yang diusung Partai Golkar dan Partai Damai Sejahtera serta 15 partai nonparlemen.

Kedua kandidat ini datang sekitar pukul 11.45 WIB dengan mengenakan kemeja putih dan celana hitam diiring ratusan pendukungnya dari Partai Golkar. M Qudrat Iswara mengklaim telah mendapatkan dukungan suara gabungan sebanyak 15,81% sesuai dengan persyaratan dari jumlah kursi legislatif DPRD.

Menurut dia, dukungan dari sejumlah partai non parlemen tidak bisa enteng. ”Merekalah yang setiap hari ada sama-sama rakyat, kita yakin akan menang. Ini koalisi kerakyatan,” ujar Iswara yang ingin pasangan ini disebut ”Ide”.

Iswara mengakui, dukungan tersebut dikumpulkan tibatiba. Seperti diketahui pada tiga hari lalu, Partai Golkar dalam kondisi galau, karena ditinggal Edi Siswadi yang menyeberang ke Partai Demokrat. Namun, pengusungan Iswara itu mendapat perintah langsung oleh Ketua Umum DPP Golkar Aburizal Bakrie.

”Pada saat itu, ketua umum menyampaikan saya perlu mencari sahabat-sahabat koalisi untuk memenangkan Pilwalkot Bandung,” kata Iswara. Perintah tersebut, mengakibatkan munculnya nama Asep Dedi sebagai bakal calon wakilnya. Iswara menilai, Asep memiliki kapabilitas, kapasitas, dan chemistryyang tersambung.

Asep sendiri mengaku, tidak kecewa posisi menjadi orang nomor satu di Bandung kini jadi milik Iswara. ”Pak Iswara sebagai tangan Tuhan datang, setelah kita didzolimi (ditinggalkan Edi),” ujarnya.

Sementara itu, sejumlah parpol non parlemen yang semula memberikan dukungan kepada Ridwan Kamil untuk maju menjadi calon Wali Kota Bandung mengalihkan suaranya pada pasangan MQ Iswara- Asep Dedy Ruyadi. Perwakilan koalisi parpol non parlemen Ruslan Abdul Gani mengaku, saat ini dukungan suaranya telah dialihkan kepada pasangan MQ Iswara- Asep Dedy Ruyadi.

Hal itu, setelah Ridwan Kamil mendapat dukungan dari PKS dan Gerindra. ”Detik-detik terakhir deklarasi ada 7%, karena dia didukung partai yang kami kira sudah mapan. Maka kami bukan pengusung hanya pendukung. Lagi pula Ridwan Kamil bukan siapa-siapa saat belum didukung oleh kami,” ujar dia.

Setelah, MQ Iswara-Asep Dedy Ruyadi mendaftar di KPU Kota Bandung, giliran Ayi Vivananda dan Nani Suryani Rosada ikut mendaftar. Pasangan ini datang sekitar pukul 17.10. Ayi Vivananda-Nani Suryani Rosada mendapatkan dukungan koalisi dari Partai PDI Perjuangan dan Partai Amanat Nasional (PAN) dengan perolehan suara 8 kursi legislatif.

Sebelum mendaftarkan diri sebagai pasangan calon, keduanya melakukan deklarasi di GOR Pajajaran. Seperti diketahui, Ayi Vivananda merupakan Wakil Wali Kota Bandung saat ini. Sedangkan, Nani Suryani Rosada merupakan istri dari Dada Rosada Wali Kota Bandung yang didampingi Ayi.

Ayi mengaku, majunya dia dalam Pilwakot Bandung berpasangan dengan Nani Suryani Rosada itu telah dikomunikasikan secara intens sejak dirinya mendampingi Dada Rosada sebagai wakil wali kota. ”Namun, komunikasi politik baru dibangun minggu-minggu terakhir ini. Sejak beberapa waktu lalu partai lain telah berkoalisi, sehingga sisanya PAN yang ternyata mengusung Bu Nani,” papar Ayi.

Nani sendiri tampak malumalu saat meladeni pertanyaan wartawan, sehingga hanya menjawab singkat. ”Alasan saya maju memang sangat didesak warga, melalui SMS, telepon ke rumah, dan lain-lain,” kata dia. Ayi mengatakan, banyak kekurangan syarat kelengkapan mendaftar, karena pasangan ini baru saja dideklarasikan. ”Tentu saja visi misi pun belum dibuat karena tadi siang baru deklarasi. Rekening dana kampanye juga belum, karena bank tutup di hari Minggu,” kata Ayi.

Sementara itu, jelang penutupan terakhir pendaftaran calon di KPU Kota Bandung, pasangan Ridwan Kamil dan Oded M Dhanial datang sekitar pukul 19.00. Mereka diantar oleh aktris sekaligus anggota DPR RI Rachel Maryam.

Dalam pidatonya, Emil sapaan akrab Ridwan Kamil menyatakan, ingin membawa kembali harkat martabat Bandung yang semestinya. ”Datang dari komunitas-komunitas kreatif, saya yakin bisa membawa Bandung yang inovatif dan inspiratif. Lihat saya pasangan serasi, Kang Oded yang begitu kharismatik dengan ilmu dan wibawanya,” ujarnya yang sama- sama memakai baju koko putih bersama Oded.

Sekretaris DPC PKS Kota Bandung Teddy Rusmawan menyatakan, kemenangan partai di Pilgub Jabar bisa terulang pada Pilwalkot Bandung. ”Kita optimistis sekali, di pilgub menang, peta politik yang kita punya dengan jumlah kandidat yang banyak, Insya Allah satu putaran,” ujarnya.

Pasangan yang menjuluki dirinya ‘Rido’ ini mengklaim dapat dukungan pengurus PKK, LPM, dan para santri. Rachel Maryam sebagai pengurus DPP Gerindra, mengatakan, telah satu tahun mengamati Emil sebagai calon paling kompeten yang perlu diusung dalam memimpin Kota Bandung.

Sebelumnya, pada hari pertama pendaftaran bakal calon wali Kota Bandung priode 2013 -2018, Senin (11/3) pasangan independen Wawan Dewanta- Sayogo datang ke KPU Kota Bandung. Mereka mendaftarkan diri ikut memperebutkan kursi wali kota dan wakil wali kota Bandung.

Setelah libur Hari Raya Nyepi, Kamis (12/3) KPU kedatangan dua bakal calon lainnya yakni pasangan Wahyudin-Toni Aprilani dari jalur perseorangan serta pasangan Budi Setiawan dan Rizal Firdaus yang mendaftar di KPU Kota Bandung dengan iring-iringan seni tradisi Kuda Renggong.

Setelah deklarasi Jumat (15/3) diHotelSavoyHoman, pasangan yang diusung koalisi parpol Demokrat, PPP, dan lima partai gurem, Edi Siswadi dan Erwan mendaftar ke KPU. Pasangan yang datang pukul 08.30 pagi ini merupakan yang pertama kali mendaftar dari parpol.

Terpisah, Ketua Pokja Pencalonan dan Sosialisasi KPU Kota Bandung Evie Aridne Sinta mengatakan, seluruh pendaftar belum melengkapi syarat ketentuan pasangan calon. ”Kebanyakan calon belum melengkapi surat keterangan tidak memiliki hutang dan pailit, surat keterangan tidak sedang dicabut hak pilih, keterangan tidak dipidana lima tahun atau lebih. Beberapa belum lengkapi ijazah,” katanya. gita pratiwi

Sumber : koran-sindo.com