
Berdasarakan pemantauan Tempo, Jumat, 22 Maret 2013, puluhan pemancing datang dari berbagai kampung di sekitar Desa Kumpay dan Cirangkong. Mereka memanfaatkan kelonggaran kondisi lokasi kebun yang kini tak dijaga lagi petugas termasuk penjaga kebun.
“Mumpung gratisan,” kata Endang, seorang warga asal Kampung Kumpay. Ia membawa serta kawan-kawannya untuk ikut memancing di lokasi kolam yang juga terdapat sebuah vila.
Selain memancing gratisan, Endang mengaku bisa sambil liburan sambil berwisata alam gratisan pula. “Suasana alamnya sangat indah dan menyenangkan,” katanya.
Penunggu kebun, Aep mengatakan kolam ditanami ikan mas, nila dan sejenisnya. Kolam berukuran sekitar 50 X 100 meter persegi. “Di kolam sini nggak mungkin dijarah dan dikuras airnya hingga kering seperti di kolam satunya lagi,” ujar Aep.
Kepala Desa Kumpay, Fai N. Suparmi, membantah warganya melakukan penjarahan. “Itu nggak bener,” katanya. Warga kami hanya memanfaatkan apa yang bisa dimanfaatkan saja. “Nggak sampai bertindak yang macem-macem,” tuturnya.
Suparmi mengatakan sudah memasang pengumuman yang melarang semua aktivitas warga yang dapat merugikan keadaan di lokasi kebun milik tersangka kasus simulator kemudi dan pencucian uang yang kini sudah disita KPK itu. Simak lika-liku simulator SIM di sini.
NANANG SUTISNA
Sumber: tempo.co







