
Berdasarkan pantauan “GM”, hari terakhir pendaftaran caleg kemarin, diwarnai insiden menyandera mobil yang ditumpangi Ketua DPD Hanura Jabar, Azhar Aung dan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu), Fitrun Fitriansyah.
Mobil Ford Escape hitam nopol B 8670 BS disandera oleh puluhan anggota PAC Partai Hanura Kota Bandung usai Azhar mendaftarkan daftar calon sementara (DCS).
Penyandaeraan tersebut diduga karena kecewa atas sikap Azhar Aung yang tidak meloloskan Ketua DPC Hanura Kota Bandung, Tedi Kurniawan sebagai caleg untuk DPRD Jabar.
Menurut Tedi, awalnya ia memang mendaftar menjadi caleg DPR RI. Namun, DPP merekomendasikan agar Tedi dimasukkan sebagai caleg DPRD Jabar. Akan tetapi pihak DPD tidak mencatumkan dirinya dalam DCS DPRD Jabar.
“Ini bukti Azhar tidak menaati fatsun partai. Kami sudah mendaptkan rekomendasi dari DPP, tapi tidak dimasukkan dalam DCS. Kalau alasan saya telat mendaftar, mengapa ada caleg yang baru mendaftar minggu lalu masuk dalam DCS,” kata Tedi.
Sementara itu, saat dikofirmasi wartawan, Azhar Aung mengatakan alasan DPD tidak mendaftarkan Teddy Kurniawan karena belum melengkapi persyaratan.
“Bukan tidak mendaftarkan atau tidak meloloskan, tapi proses tahapan caleg untuk provinsi sudah telat. Ia itu ‘kan daftar ke DPR RI dan belum ada kesempatan untuk lolos. Namun begitu ke provinsi, tahapannya sudah selesai,” kata Azhar.
Keunikan PAN
Sementara itu, pendaftaran caleg PAN Jabar cukup unik. Kedatangan mereka ke kantor KPU diiringi tabuhan kendang yang ditabuh kader perempuan PAN dari pintu masuk Jalan Garut menuju kantor KPU Jabar.
Saat di kantor KPU, Ketua DPW PAN Jabar, Edi Darnadi yang didampingi sejumlah caleg dari PAN langsung menyerahkan berkas pencalegan dari PAN Jabar.
Edi mengatakan dari jumlah bakal calon legislatif dari PAN Jabar, 61 di antaranya caleg laki-laki dan 39 perempuan. Untuk kuota perempuan pihaknya mengaku caleg perempuannya berlebih. Tidak semua calegnya kader PAN tapi ada sekitar 10 persen yang berasal dari profesional atau di luar kader.
“Kader dari luar memang ada, tapi tidak banyak, hanya 10 persen. Itu pun tokoh masyarakat yang dianggap potensial untuk mendongkrak suara partai,” ungkap Edi kepada wartawan.
Dikatakan, pihaknya tidak muluk-muluk menentukan target. Yakni setiap daerah pemilihan mendapatkan satu kursi. “Syukur-syukur dapat 15-30 kursi. Ya alhamdulillah,” katanya.
Edi sendiri diakuinya mendaftar jadi caleg di dapil Bekasi, Karawang, Purwakarta. Selain itu, semua incumbent anggota legislatif DPRD Jabar yang jumlahnya 5 orang kembali nyaleg. Satu di antaranya di DPR RI, yaitu Uum syarif Usman dan sisanya di DPRD Jabar.
sumber :galamedia.com






