
Beberapa pengecer di Kecamatan Pamulihan dan Cimanggung menuturkan, kelangkaan mulai dirasakan sejak tiga hingga empat hari yang lalu. Meski pengecer sempat mendapat pasokan, namun jumlahnya dikurangi dari jatah sebelumnya. “Saya sudah tiga hari tidak mendapat pasokan gas dari pangkalan. Baru hari ini (kemarin) ada pasokan, tetapi dikurangi jatahnya. Padahal, kebutuhan sangat besar,” kata Indra, 35.
Dia mengaku, hingga kini para pengecer tidak mengetahui penyebab sulitnya pasokan elpiji. Kurangnya pasokan gas, kata Indra, mendapat keluhan dari warga yang menjadi konsumen. Pasalnya, konsumen kerap tidak mendapatkan elpiji. Sementara pemilik pangkalan elpiji di Kecamatan Tanjungsari, Hendra, 38, mengatakan, ada pengurangan pasokan dari Pertamina untuk ke setiap PT penyalur gas elpiji. Pengurangan pasokan dilakukan semenjak Januari 2013. “Pada Januari lalu juga ada pengurangan sebanyak 2 mobil per bulan untuk setiap pangkalan. Sementara pada Februari– Maret ada pengurangan 3 mobil,” kata Hendra. Dia mengatakan, pengurangan itu berlaku untuk PT. Palamarta penyalur gas elpiji yang memiliki tiga pangkalan penyaluran, dengan begitu ada pengurangan sebanyak 9 mobil dalam satu bulan untuk Palamarta.
“Satu mobil ada sebanyak 560 gas elpiji. Berarti ada pengurangan untuk PT Palamarta sekitar 5.000 gas elpiji satu bulan,” kata Hendra. Dia mengatakan, pengurangan tersebut tergolong sangat besar. Di Sumedang, ada sekitar 14 PT yang menjadi penyalur gas elpiji. Dengan ratarata per bulan ada sekitar pengurangan 5.000 tabung per- PT, berarti ada pengurangan sekitar 70.000 gas dari distribusi normal di Sumedang. “Pembayaran setiap bulan dilakukan di awal. Setiap ada pengurangan, pasti diberitahukan sebelumnya. Misalnya, pengurangan untuk bulan depan sudah bisa diketahui bulan ini,” kata Hendra.
Dia mengatakan, distribusi yang dilakukan oleh Pertamina sudah terprogram dengan rapi. Begitu pun dengan pengiriman yang dilakukan oleh pangkalan kepada pengecer. Setiap pangkalan memiliki binaan sendiri sehingga pengecer binaan dari pangkalan lain tidak bisa melakukan pembelian dari pangkalan lain. “Saya memiliki binaan atau pelanggan sendiri. Permintaan dari pengecer lain tidak akan dipenuhi karena stok yang ada bisa berkurang,” kata Hendra. zulfikar
Sumber + Foto : koran-sindo.com





