Israel Pertanyakan Alasan Google Akui Palestina Sebagai Negara

by -3 views
ilustrasi
ilustrasi

Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) mengakui Palestina sebagai sebuah negara, yang juga memengaruhi kebijakan Google.

Raksasa mesin pencari yang berbasis di Silicon Valley, ikut mengganti status Palestina jadi sebuah negara di semua layanannya.

“Perubahan ini menimbulkan pertanyaan tentang alasan di balik keterlibatan perusahaan internet swasta dalam politik internasional, dan pada sisi kontroversial,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Israel Yigal Palmor, seperti dikutip Tribunnews.com dari Huffington Post, Selasa (7/5/2013).

Keputusan yang diambil PPB sejak tahun lalu, baru diadopsi Google sejak 1 Mei lalu. Tak ayal, kebijakan Google itu mendapat respons dari Israel. Negeri Zionis memertanyakan keputusan yang dibuat Google di laman www.google.ps.

“Kami mengubah nama ‘Palestinian territories’ jadi ‘Palestine’ di seluruh produk kami. Konsultasi dengan berbagai sumber dan otoritas terkait sudah kami lakukan dalam memberikan nama-nama negara,” kata Nathan Tyler, Juru Bicara Google.

Tyler menuturkan, keputusan PBB dan organisasi internasional lain yang mengakui Palestina sebagai sebuah negara, menjadi patokan mereka dalam mengambil kebijakan ini.

Majelis Umum PBB telah meningkatkan status Palestina menjadi negara non-anggota pada November 2012. Putusan itu diambil berdasarkan voting dengan 138 suara setuju, sembilan menolak, dan 41 abstain.

Wilayah yang sebelumnya menggunakan nama otoritas Palestina, telah berganti dengan ‘Negara Palestina dalam korespondensi diplomatik’. (*)

sumber:tribunnews.com