Kisruh Mobil Murah, DPR Panggil MS Hidayat

by -7 views

Kepala daerah diminta berkumpul untuk melakukan kebijakan politik.

Indonesia International Motor Show ( IIMS ) 2013 (Foto/Viva.news)
Indonesia International Motor Show ( IIMS ) 2013 (Foto/Viva.co.id)

Wakil Ketua Komisi Perindustrian, Perdagangan dan Penanaman Modal Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Aria Bima, berencana memanggil Menteri Perindustrian, MS Hidayat, terkait dengan kisruh kemunculan mobil murah.

Pemanggilan MS Hidayat bukan secara khusus. Nantinya akan dimintai penjelasan keberadaan mobil murah, karena pemerintah harusnya lebih memprioritaskan mobil nasional daripada mobil murah. Menurutnya, motif keberadaan mobil murah juga tidak jelas.

“Mau green car seperti apa, mobil murah seperti apa? Motifnya nggak jelas, akhirnya green car mobil murah, lebih pada capital oriented, bukan nation oriented,” kata Arya di Gedung DPR, Selasa 1 Oktober 2013.

Selain itu, Arya juga berharap, kepala daerah berkumpul untuk melakukan kebijakan politik soal mobil murah ini. “Sekarang zamannya orang kaya pakai transportasi publik. Bukan orang tidak mampu naik mobil murah,” ujar dia.

Gubernur DKI Jakarta sudah mengirimkan surat keberatan kepada pemerintah pusat mengenai mobil murah dan ramah lingkungan. Menurutnya, saat ini yang dibutuhkan Jakarta adalah transportasi murah dan bukan mobil murah.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama menganggap kebijakan mobil murah tidak realistis sebab tak diimbangi upaya meningkatkan pendapatan masyarakat.

Terlepas dari keengganan Jokowi dan Ahok soal mobil murah, data menunjukkan hampir sebagian besar pendapatan daerah (PAD) Provinsi DKI Jakarta sumbernya dari pajak dari kendaraan bermotor.

Seperti diketahui, Penerimaan pajak DKI semester tahun ini sebesar Rp21,91 triliun. Penyumbang terbesar adalah dari sektor pajak kendaraan bermotor (PKB), serta bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB).

Sebelum menjadi Gubernur DKI, Jokowi, merupakan orang yang paling mendukung produksi mobil murah. Ia bahkan menjadi pelopor sekaligus brand ambassador alias duta mobil murah Esemka, yang merupakan rakitan siswa SMK dan PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK).

Namun, setelah Jokowi menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, pamor Esemka redup. Sejumlah persoalan dihadapi, salah satunya dana yang terbatas untuk memproduksinya. Ditambah lagi, kini hadir mobil murah buatan Jepang.

Dalam perhelatan Indonesia Internasional Motor Show 2013, tercatat ada 19.367 unit mobil yang terjual dengan jumlah transaksi sebesar Rp4.937.649.709.992. Angka itu didapat dalam tempo 10 hari penyelenggaraan.

Meski menghadapi beberapa kendala, pameran itu masih mampu menarik perhatian pengunjung. Hingga hari penutupan kemarin tercatat sebanyak 373.661 orang mengunjungi pameran itu.

Sumber: Viva.co.id