Aneh tapi nyata. Kemampuannya dalam mengobati sakit gigi yang dititipkan nenek nya sejak 20 tahun silam secara turun temurun, memang terbilang jitu dengan kecoa batu.
Betapa tidak hanya dengan mengoleskan cairan dari organ kecoa batu ke pipi pasien yang dirasakannya sakit. Sakit gigi berlebihan mampu disembuhkannya secara spontan.
Ya, salah satunya Enah (45), Warga Awi, Desa Sirnagalih, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor yang mampu mengobati therapy tersebut. Enah menuturkan, proses pengobatan yang dilakukan cukup sederhana.
Cairan yang ada pada kecoa batu dioleskan ke bagian pipi yang terasa sakit disertai dengan do’a-do’a. Ajaibnya selang beberapa lama, dari pipi pasien keluar sejenis ulat kecil putih yang sangat kecil berukuran 0,5 cm. Enah dengan telaten mencabuti ulat tersebut. Banyaknya ulat variatif, tergantung kondisi pasien.
“Disini saya hanya berusaha, semua penyakit yang diturunkan Allah SWT pasti ada obatnya. Saya tidak bisa mengobati, hanya berusaha,” ujar Enah, ditemui di kediamannya, belum lama ini.
Penyembuhan Dengan Kecoa Batu
Enah mengaku kemampuannya ini banyak didatangi pasien siang dan malam datang mengunjunginya. Karena itu, ia selalu menyiapkan kecoa batu yang sengaja dikumpulkan anaknya. Sebagai imbal jasa, Enah tidak mematok harga.
Enah pun tak pernah memaksakan atau sengaja melakukan promosi. Pengobatan ini dikenal masyarakat dari mulut ke mulut.
“Insya Allah, mudah-mudahan Allah mengizinkan. Masyarakat Taman Sari sudah cukup mengenal cara pengobatan ini. Bahkan, tak jarang kedatangan bidan atau tenaga medis yang ingin mengobati sakit gigi dengan caranya. Banyak anak kecil sampai dewasa sering berobat disini,” kata Enah.
Salah seorang pasien yang merasa giginya ngilu. Tidak lama, rasa sakit berangsur-angsur berkurang. Pasien biasanya membersihkan bekas olesan itu di rumahnya. Supaya olesan itu cepat meresap.
“Tidak sampai setengah jam di therapy nya, sekitar enam atau lima ulat kecil keluar dari pipi saya. Alhamdulillah rasa sakit gigi spontan hilang,” aku Pipit, Warga Sukamanah, Desa Tamansari, kemarin.
“Banyak pasien merasa puas dan tidak pernah lagi sakit gigi setelah berobat di Mak Enah, “sambung Pipit.
Senada juga diungkapkan Rini, bahwa beberapa waktu lalu anak mengalami sakit gigi. Setelah berobat di Mak Enak begitu biasa dipanggil, tidak pernah lagi sakit gigi sampai sekarang.






