“Barang bukti sebanyak delapan ton beserta alat pembuatan minyak palsu,” kata Babinsa Desa Dayeuh Peltu Cecep, dalam keterangannya, Jumat (1/12/2023).
Aparat pertama kali menerima informasi dari warga sekitar yang terganggu aktivitas pabrik. Warga mengeluh pabrik mengeluarkan suara bising.
“Batu karbon atau anoda akan dipindahkan ke truk kontainer berasal dari Tanjung Priok, akan dikirim ke Kendal, Jateng (Jawa Tengah),” ujarnya.
Pada saat klarifikasi, pihak keamanan pabrik sempat melarang memasuki gudang. Hal tersebut yang menimbulkan kecurigaan aparat yang mengecek lokasi.
Cecep mengatakan, pihaknya segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian, dalam hal ini Polsek Cileungsi. Diketahui, di dalam pabrik tersebut hanya ada pihak keamanan saja.
(Detik/idram)







