10 Film Animasi Legendaris yang Wajib Kamu Saksikan!

by -114 views
by
10 Film Animasi Legendaris yang Wajib Kamu Saksikan!

Film animasi benar-benar punya metode tersendiri buat mengantarkan kita pada suatu dunia dipenuhi keajaiban, khayalan, kreasi, serta perasaan dalam sekali jengkal. Melalui bakat sang pencipta, pesan-pesan naratif yang dibagikan umumnya bisa mencapai seluruh lapisan penonton, mulai dari kalangan kanak-kanak sampai orang tua. Di bawah ini merupakan daftar sepuluh judul film animasi top abad ini berdasarkan ulasan IMDb; setiap karya diisi oleh tokoh-tokohnya sendiri, alam semesta narrasinya, juga estetika grafis yang tidak akan dilupakan.

Spirited Away (2001) — 8.6

Darah dan kreativitas Hayao Miyazaki berhasil menciptakan Spirited Away, sebuah ciri khas dari Studio Ghibli yang menuntun penonton melalui alam para roh. Film ini menceritakan petualangan Chihiro, anak perempuan yang bertugas untuk menyelamatkan kedua orangtuanya—yang telah dihirup sihir dan berubah menjadi babi—setelah mereka terjebak dalam dimensi mistis tersebut. Kombinasi visual luar biasa, tokoh-tokohnya yang tak terlupakan layaknya Haku dan sang ratu jahat Yubaba, ditambah makna mendalam soal kebrilian diri dan kerja keras menjadikan Spirited Away sebagai salah satu produksi animasi tersayang sepanjang zaman. Spirited Away sangatlah sukses mengilustrasikan topik-topik rumit namun bermakna secara emosi lewat metode penyampaian yang begitu meresap hingga pada jiwa penonton.

Toy Story 3 (2010) — 8.3

Toy Story 3 merupakan sebuah film kartun yang sangat menyentuh hati, menutup cerita Woody, Buzz, serta sahabat-sahabatnya secara memorable. Film ini menceritakan saat di mana Andy, sang pemilik mainan itu sendiri, akan melanjutkan studinya di universitas, sementara koleksi mainannya mengalami situasi tidak pasti untuk masa depan mereka. Mengemas berbagai adegan humor, petualangan seru, hingga scene pengharukan lewat detik-detik perpisahan, movie ini memberikan pelajaran penting seputar makna pertemanan, pelepasan, dan penyesuaian diri dengan transformasi dalam hidup.

Baca Juga:  Fahri Hamzah: KPK Harus Periksa Mendag & Menko Perekonomian

Coco (2017) — 8.4

Coco merupakan festival kebudayaan Meksiko yang begitu menyentuh. Ceritanya berfokus pada Miguel, seorang remaja yang ingin sekali menjadi musisi padahal keluarganya sama sekali tak mendukung hal itu. Suatu hari tanpa disadari ia masuk ke alam kematian dan mulailah petualangan mencari tahu latar belakang keluarganya serta makna dari hubungan dalam sebuah familia. Melalui lagu bertema “Remember Me” yang sarat akan emosi beserta animasi spektakuler, film tersebut membawa pesan bahwasannya kasih sayang dan ingatan adalah penghubung antara dunia hidup dan arwah para leluhur.

Inside Out (2015) — 8.1

Movie ini memperkenalkan ide segar pada layar lebar dengan mewujudkan emosi manusia menjadi tokoh-tokohnya sendiri dalam pikiran seorang anak perempuan bernama Riley. Karakter seperti Kecewa, Marah, Sedih, Takut, serta Gembira berkolaborasi guna membimbing Riley melalui tantangan saat ia harus merelocation ke sebuah kota baru. Inside Out tak sekadar hiburan yang menggemaskan, tapi juga sarat makna, mencerminkan bahwa setiap bentuk emosi—bahkan rasa sedih—memiliki fungsi vital dalam kehidupan kita. Karya film ini jadi pembuktian kuat kalau animasi dapat digunakan sebagai alat eksplorasi masalah-masalah psikologi secara gamblang dan menyentuh hati.

Zootopia (2016) — 8.0

Zootopia menceritakan petualangan Judy Hopps, seorang kelinci yang menjadi perwira polisi pertama di sebuah kota tempat berbagai jenis hewan memiliki sifat manusia. Sambil bekerja sama dengan Nick Wilde, seorang fox tipuan, dia mencari untuk menyelesaikan satu masalah penting yang membongkar rahasia tersembunyi dari perselisihan antara spesies. Film ini tidak hanya menyajikan alamat hiburan melalui pesan-pesan seperti toleransi, keberanian, serta kerja kerasnya, namun juga merupakan diskusi mendalam mengenai tantangan sosial dalam realitas kita saat ini.

Baca Juga:  Masih Ada Pabrik Kapur Bakar Ban di Bogor

Toy Story (1995) — 8.3

Film pembuka dari seri Toy Story merupakan titik penting dalam industri animasi. Sebagai karya animasi 3D penuh pertama yang diciptakan menggunakan teknologi komputer grafis, Toy Story mengenalkan kami kepada tokoh-tokohnya seperti Woody, Buzz, serta kehidupan mainan berkesadaran diri. Plot tentang konflik dan hubungan persahabatan di antara dua boneka tersebut menjadi fondasi bagi waralaba populer ini. Menggunakan lelucon pintar bersama karakter-karakter ikonis, Toy Story menunjukkan bahwa media animasi dapat menyampaikan naratif dengan tingkat ketajaman emosi yang mendalam.

Finding Nemo (2003) — 8.2

Siapakah yang tidak familiar dengan kisah perjalanan Marlin bersama Dory menemukan Nemo? “Finding Nemo” bukan hanya sebuah ekspedisi melainkan suatu pembelajaran tentang kasih sayang antara orangtua dan anak, nyali serta tumbuhnya ikatan persaudaraan. Mulai dari panorama lautan lepas yang memukau sampai para tokoh unik layaknya Dory sang ikan lupa dan Crush sang kepiting, movie tersebut berhasil menyatukan unsur lucu dan haru menjadi satu kesenangan tersendiri bagi pemirsa. Selanjutnya, film ini pun memberi pesan bahwa di tengah ujian kehidupan sekalipun harus tetap optimistis atau dikenal sebagai “just keep swimming”.

The Incredibles (2004) — 8.0

Kelompok pahlawan super ini menambahkan dimensi baru pada interaksi keluarga. Film “The Incredibles” berfokus pada Bob Parr atau Mr. Incredible serta anggota keluarganya yang sedang berusaha untuk hidup secara normal walaupun mempunyai kemampuan luar biasa. Berkat petualangan mendebarkannya, lelucon kreatifnya, dan pesannya seputar nilai-nilai keluarga, movie tersebut telah tumbuh sebagai salah satu produksi kartun paling dikenali. Selain itu, “The Incredibles” sukses dalam menyampaikan bahwa daya tarik tertinggi individu dapat berasal dari jalinan hubungannya dengan orang-orang yang dicintainya.

Baca Juga:  Dikeroyok di Belakang Kelas, Siswa SMPN Subang Diperiksa ke Klinik dr Maxi

Up (2009) — 8.3

Dengan hanya membuka scene pertama selama delapan menit saja, Up telah sukses mengharukan banyak penonton. Cerita dalam film tersebut berfokus pada perjalanan Carl Fredricksen, laki-laki lanjuk usia yang bertekad untuk mewujudkan impiannya bersama sang istri meninggal dunia dengan cara terbang menuju Amerika Selatan sambil membawa sebuah rumah yang dikaitkan dengan balon-balona. Perjalanan itu dilakukan bersama-sama dengan Russell, seorang pengurus pramuka, dimana keduanya menjalani serangkaian petualangan dipenuhi canda tawa, rasa haru serta pelajaran penting soal bagaimana tetap bisa maju walaupun harus merelakan orang tersayang hilang dari hidup kita. Up menjadi salah satu produksi animasi yang sangat menyentuh hati dan sarat akan nilai-nilai mendalam.

Paddington 2 (2017) — 7.8

Film ini merupakan bukti kuat bahwa animasi tak cuma ditujukan untuk kalangan anak-anak. “Paddington 2” meneruskan kisah sang beruang lucu dari Peru yang telah menetap bersama keluarga Brown di London. Menghadirkan naratif yang dipenuhi rasa hangat, lelucon, serta pesan positif, movie tersebut pada dasarnya merangkai ungkapan kasih sayang terhadap nilai-nilai seperti persaudaraan, kesopanan, dan saling pengertian. Film kedua tentang Paddington itu pun membawa pelajaran bahwa seseorang bisa jadi agen perubahan besar dalam hidup orang lain ketika mereka menjunjung tinggi budi pekerti luhur dan menghargai sesamanya.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.