Siklon Tropis Zelia di Selatan NTT Miliki Kecepatan Angin 204 Km/Jam, Ini Dampaknya bagi Indonesia

by -138 views
by
Siklon Tropis Zelia di Selatan NTT Miliki Kecepatan Angin 204 Km/Jam, Ini Dampaknya bagi Indonesia

Kamis (13/2/2025).

” tulis akun itu dalam twitnya.

Dalam foto itu juga terlihat lokasi siklon cukup dekat dengan bagian selatan Indonesia.

Lalu, apa itu Siklon Tropis Zelia? Dan apa dampaknya bagi Indonesia?

Siklon terkuat di 2025

Direktur Meteorologi Publik dari Badan  Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Andri Ramdhani mengatakan, Siklon Tropis Zelia merupakan badai tropis yang terbentuk dari Bibit Siklon Tropis 96S.

Menurut dia, siklon ini masih berkembang di Samudra Hindia barat Australia, sekitar 1.070 km sebelah selatan barat daya Pulau Rote, NTT.

Namun, jarak yang cukup jauh dari Indonesia ini tidak mengurangi dampak potensi cuaca ekstrem yang bisa ditimbulkan.

Bahkan, menurut Andri, ada alasan tersendiri mengapa siklon Zelia disebut sebagai siklon terkuat di tahun 2025.

, Kamis (13/2/2025).

Ia menjelaskan, pada 13 Februari 2025, kecepatan anginnya mencapai 100 knots (185 km/jam) dengan tekanan udara 941 hPa, yang sudah masuk dalam Kategori 4 dalam skala intensitas siklon tropis.

Dalam 24 jam berikutnya, badai ini diperkirakan semakin menguat menjadi Kategori 5, dengan kecepatan angin meningkat hingga 110 knots (204 km/jam) dan tekanan udara turun menjadi 931 hPa.

Baca Juga:  Paket Ganja ditemukan dalam tempat sampah Sekolah

Kategori 5 merupakan tingkat tertinggi dalam sistem klasifikasi siklon tropis.

Hal ini menunjukkan bahwa badai tersebut memiliki angin yang sangat destruktif dan berpotensi menyebabkan gelombang tinggi serta cuaca ekstrem di wilayah sekitarnya.

“Dengan intensitas yang terus meningkat, Siklon Tropis Zelia menjadi fenomena cuaca yang perlu dipantau dengan seksama, terutama bagi wilayah yang berdekatan dengan jalur pergerakannya,” lanjut dia.

Apa dampak Siklon Zelia?

Berdasarkan pengamatan BMKG, meskipun Siklon Tropis Zelia tidak langsung menghantam Indonesia, keberadaannya tetap memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca di wilayah selatan Indonesia.

“Dalam 24 jam ke depan (hingga 14 Februari 2025 pukul 07.00 WIB), pengaruh siklon ini akan dirasakan dalam bentuk angin kencang serta gelombang tinggi di beberapa perairan,” ujar Andri.

Wilayah yang paling terdampak oleh angin kencang meliputi:

  • Bali
  • Nusa Tenggara Barat (NTB)
  • Nusa Tenggara Timur (NTT).

Perlu diwaspadai, kecepatan angin dapat terus meningkat akibat interaksi atmosfer dengan sistem siklon yang berkembang di Samudra Hindia.

Dampak signifikan dari cuaca ekstrem juga dirasakan di sektor perairan, dengan potensi gelombang tinggi yang dapat membahayakan aktivitas pelayaran dan perikanan.

Baca Juga:  9 Atlet Kabupaten Bogor Turun di Sea Games

Beberapa wilayah perairan, seperti perairan selatan Jawa Barat hingga Jawa Timur, Bali hingga Pulau Sumba, Selat Sape, Selat Sumba, Laut Sawu, serta perairan Kupang-Pulau Rote, diperkirakan mengalami gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter.

Tinggi gelombang ini masuk dalam kategori Moderate Sea atau kondisi laut sedang.

Sementara itu, kondisi lebih ekstrem diprediksi terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Tengah hingga Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan tinggi gelombang mencapai 2,5 hingga 4 meter, yang masuk dalam kategori Rough Sea atau laut ganas.

Kondisi ini berpotensi membahayakan kapal-kapal nelayan serta aktivitas pelayaran lainnya.

Oleh karena itu, masyarakat, khususnya yang berada di wilayah terdampak, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.

Berapa lama Siklon Tropis Zelia?

Dari segi durasi, Andri mengungkapkan, siklon tropis seperti ZELIA umumnya bertahan selama beberapa hari hingga lebih dari seminggu, tergantung pada kondisi atmosfer sekitarnya.

“Dalam kasus ini, Zelia mengalami intensifikasi yang cukup cepat, berkembang dari bibit siklon hingga mencapai kategori 5 hanya dalam beberapa hari saja,” jelas Andri.

Baca Juga:  JIS Akui Pedofil Buron FBI Pernah Jadi Guru SMP

Ke depannya, siklon ini diperkirakan akan terus bergerak ke arah selatan-barat daya, menjauhi wilayah Indonesia.

Dengan demikian, dampaknya terhadap cuaca di Indonesia secara bertahap akan berkurang.

Meski begitu, pemantauan tetap diperlukan untuk mengantisipasi perubahan pola cuaca yang mungkin terjadi akibat sistem siklon ini, terutama bagi masyarakat yang bergantung pada aktivitas maritim.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.