Arsy Hermansyah: Apakah Anak 10 Tahun Harus Memulai Diet?

by -112 views
by
Arsy Hermansyah: Apakah Anak 10 Tahun Harus Memulai Diet?



– Arsy Hermansyah (10), anak dari pasangan Anang Hermansyah dan Ashanty, kelihatannya mulai peduli dengan tampilannya. Dia menjauhi camilan manis dan lebih memilih untuk mengonsumsi makanan yang lebih bermanfaat bagi tubuh.

Pada sebuah postingan reels di Facebook keluarga The Hermansyah Family, terlihat Arsy sedang menghirup aroma kue nastar dan cokelat sambil menyantap sepotong apel.

“Dia nyium nastar, nyium cokelat, tapi makannya pir. Kak, enggak papa cheat day hari ini weekend,” kata Ashanty dalam video tersebut.

Tetapi Arsy menolak dan memilih untuk terus menerus mengonsumsi buah apel tersebut.

Banyak warganet yang memberikan pujian atas pemilihan makanan oleh Arsy. Sebaliknya dari kebanyakan orang yang cenderung memilih camilan manis berkalori tinggi, Arsy malah memilih untuk mengonsumsi buah-buahan yang tentunya memiliki kandungan nutrisi lebih baik.

Sebaliknya, banyak juga pendapat dari pengguna internet yang mengkritik hal itu, sebab Arsy masih dalam tahap perkembangan dan seharusnya tidak perlu menjalani diet untuk menurunkan berat badan.

Tetapi sejujurnya, apakah anak berusia 10 tahun harus menjalani diet untuk menurunkan berat badannya?

Baca Juga:  Sah, Inilah Uang NKRI yang Diterbitkan pada 17 Agustus

Melansir

National Health Service

(NHS) Inggris, pola makan sangat terbatas tidak disarankan bagi anak-anak, sebab bisa menghalangi konsumsi zat gizi esensial yang dibutuhkan untuk perkembangan mereka.

Selain dianjurkan oleh dokter, biasanya remaja putri tidak perlu terlalu khawatir tentang menurunkan berat badan, melainkan harus lebih mementingkan pembentukan pola hidup sehat serta menjaga bobot tubuh ideal selama proses pertumbuhan mereka.

Sangat penting untuk anak-anak mengkonsumsi pola makan sehat yang terdiri dari berbagai jenis buah-buahan, sayur-sayuran, protein rendah lemak, dan karbohidrat kompleks seperti biji-bijian utuh, sementara juga harus dibatasi konsumsi gula dan lemak jenuhnya.

Dr. Sarah Schenner, seorang pakar nutrisi ternama dari Inggris, mengatakan bahwa strategi yang mencakup partisipasi keseluruhan keluarga pada modifikasi pola hidup jauh lebih berhasil dibanding hanya fokus pada satu anak saja.

“Menyempurnaikan pola makan dan aktifitas fisik dalam keluarga bisa membentuk suasana yang menguntungkan untuk si anak,” jelas Dr. Schenker.

Sebaiknya Alih-alih menjalani diet yang sangat ketat dan membatasi konsumsi makanan, lebih baik meningkatkan aktifitas fisik, misalkan bermain diluar rumah ataupun ikut dalam kegiatan olahraga, sambil juga membatasi penggunaan perangkat elektronik.

Baca Juga:  Pesona Setu Babakan, Perkampungan Budaya Betawi Yang Memikat

Lebih dari itu, diperlukan oleh para orang tua agar mereka menjauhkan diri dari menggunakan makanan sebagai bentuk hadiah atau hukuman demi mencegah terbentunya ikatan emosi negatif dengan makanan.

Sama pentingnya, orang tua perlu pula menjadikan diri mereka sebagai panutan dalam mengimplementasikan pola makan yang baik dan gaya hidup bergerak aktif.

Apabila kondisi berat badan anak melebihi batas normal sesuai umurnya, maka orang tua disarankan mengkonsultasikan hal tersebut kepada dokter spesialis anak serta pakar gizi guna merancang menu makannya yang sehat. Ini penting dilakukan supaya asupan zat-zat berguna bagi perkembangan fisiknya masih dapat dipenuhi secara optimal.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.