Asal Usul Fenomena OM Lorenza: Berkah Tidak Terduga dari Kehilangan Pekerjaan di Tengah Pandemi COVID-19

by -112 views
by
Asal Usul Fenomena OM Lorenza: Berkah Tidak Terduga dari Kehilangan Pekerjaan di Tengah Pandemi COVID-19


Laporan Jurnalis, Ahmad Syarifudin


, SOLO –

Lately, Orkes Melayu (OM) Lorenza memang semakin berkembang pesat.

Grup dari Sukoharjo ini mendapat perhatian besar di antara penggemar musik ketika dangdut koplo mulai dominan dalam pemanduan industri musik itu.

Orkestra yang memainkan musik dangdut ala Melayu dari dekade 70-an menawarkan pilihan untuk mereka yang tidak menyukai tarian dengan gerakan enerjik dan ritme yang terlalu melelahkan.

Tetapi, bagaimanakah asal-usul mereka dalam menghidupkan kembali lagu-lagu lama tersebut?

Pemilik OM Lorenza Murjiyanto juga menceritakan tentang bagaimana inspirasi untuk menghidupkan kembali genre dangdut pada tahun 1970an tercetus.

Pandemik Covid-19 yang melanda beberapa tahun lalu menyebabkan orkestra tersebut harus berhenti sejenak dari aktivitasnya.

Pada kesepian tak adanya pertunjukan, mereka hanya mampu bersenang-senang sendiri.

Dengan memutar lagu dangdut klasik favorit mereka.

“Pada awalnya ketika terjadi pandemic COVID-19, ada berbagai pembatasan yang diberlakukan. Tidak memungkinkan untuk melakukan pertunjukan panggung. Karena kami adalah penggemar lagu-lagu lawas. Selama masa pandemik ini, saya menghibur diri dengan bermain musik sendirian menggunakan gitar akustik, drum, dan tambourine sambil bernyanyi solo. Ketika video tersebut diunggah ke Facebook, mendapat respon positif dari banyak penonton,” paparnya.

Baca Juga:  PNS Pengadilan Mogok Kerja Tuai Kecaman

Dia tidak mengira bahwa lagu-lagu lawas itu malah menjadi favorit bagi banyak orang.

Karena itu, Murjiyanto merasa bahwa popularitas dangdut koplo sangat susah untuk dibandingkan.

“Karena respons positif dari masyarakat, kami terus memperbaiki hal-hal ini. Awalnya, kami meragukan apakah ada yang akan tertarik. Saat itu, lagu-lagu koplo sangat digemari oleh kalangan remaja. Siapa sangka ketika kami membawakan lagu lawas, ternyata mendapat sambutan hangat dan bahkan lebih disukai, termasuk oleh para pemuda,” ungkapnya.

Kedatangan OM Lorenza seperti membawa kembali kenangan dari masa lalu sambil memperlihatkan evolusi musik dangdut yang begitu pesat.

“Benar-benar dengarkan dengan baik dan nikmati rasanya hingga ke dalam hati. Musik klasik yang asli begitu menawan. Terkadang orang melupakan zaman dahulu tetapi sesekalipun mereka mengingatkannya. Untuk genrekoplo, ada berbagai macam instrumen musik. Agar semakin meriah,” katanya.

Pada masa-masa itu, istilah musik dangdut masih belum digunakan.

Genre Musik ini lebih terkenal sebagai musik Melayu.

Sampai sekarang, meskipun tidak banyak orang yang mengenal arti lengkapnya, setiap grup musik dangdut tetap saja dikenal sebagai Orkes Melayu (OM).

Baca Juga:  Genjer: Sayuran Liar Yang Kaya Manfaat Dan Lezat Disantap

“Secara resmi dikenal sebagai orkestra Melayu di labelnya. Namun, orang-orang lebih sering memanggilnya dangdut Lorenza,” jelasnya.


Fenomena OM Lorenza: Apakah Ini Dimulainya Bangkitnya Lagi Musik Dangdut Tradisional dengan Ritme Melayu?

OM Lorenza juga menampilkan keseluruhan pesonanya dalam menghadirkan musik dangdut tahun 70-an. Ciri khusus dari hal ini adalah membran drum yang dibuat menggunakan material fiber.

Tidak seperti kendang koplo biasanya terbuat dari bahan kulit.

Dengan menambahkan petikan mandolin dan seruling bambu, suara dangdut dengan irama Melayu menjadi sempurna.

“Koplo biasanya terdengar lebih keras. Sebenarnya jaipong yang pertama kali populer di Jawa Timur. Alat musiknya menggunakan jaipong. Untuk kendang lama, bahan pembuatannya adalah mika. Sedangkan untuk kendang modern saat ini terbuat dari kulit. Suara hasil produksinya berbeda. Kenangan-kenangan pun kembali hadir,” katanya.


(*)

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.