Cerita Ketegangan Putri Diana Saat Merayakan Malam Natal dengan Ratu Elizabeth II

by -208 views
by
Cerita Ketegangan Putri Diana Saat Merayakan Malam Natal dengan Ratu Elizabeth II

Merayakan hari Natal adalah saat yang suci untuk orang-orang yang melaksanakannya. Menyebarkan kisah-kisah serta kedekatan dengan anggota keluarga harusnya menjadi sesuatu yang sangat ditunggu pada waktu malam Natal datang. Duduk-duduk sambil berbicara ringan dan mengingati masa lalu bersama merupakan bagian terbaik dari perayaan suci tersebut.

Bukan cuma ajang untuk bertemu dan bernostalgia bareng, pada malam Natal kali ini pun dilaksanakan kegiatan doa bersama, Bunda. Ini membuktikan bahwa perayaan Natal merupakan momentum tahunan yang dinantikan oleh mereka yang memperingatinya.

Tidak seperti kebanyakan orang yang merasa gembira saat memperingati Natal, Putri Diana justru menghadapi momen tersebut dengan pengalaman yang sangat menyakitkan ketika ikut serta dalam perayaan Natal bersama keluarga kerajaan Inggris. Dia bahkan sering kali merasa tidak nyaman hingga sungguh-sungguh enggan untuk berpartisipasi dalam acara Natal bersama anggota istana tersebut. Ingin tahu lebih lanjut tentang ceritanya? Silahkan simak penjelasannya di bagian selanjutnya, ya, Bunda.

Pada awalnya, Putri Diana tidak menyukai perayaan Natal bersama dengan keluarga kerajaan.

Perayaan Natal yang dirayakan oleh Putri Diana bersama keluarga kerajaan Inggris waktu itu berlangsung di Sandringham Estate, Bunda. Ingrid Seward, sang kepala editor dari majalah tersebut, mengatakan hal ini.

Majesty

, menunjukkan bahwa Diana merasa tradisi perayaan libur musim dingin kerajaan itu “memilukan”. Ini tidak hanya memilukan karena sesuatu yang haru atau bahagia, tetapi juga karena cara Kerajaan Britania Raya merayakan Malam Natal, Bunda.

Dibalik Pesan Teks Terakhir Pangeran William dan Harry, Nyatanya…

Ingrid Seward adalah penulis

Mother and I

Yang menggali keterkaitan antara Raja Charles dan mantan ibunya, Ratu Elizabeth II. Dia menyebutkan bahwa Putri Diana merasa terkekang oleh tradisi kerajaan, sementas putri tersebut enggan tunduk pada begitu banyak peraturan hanya untuk bermain atau menikmati dirinya sendiri.

Baca Juga:  Jasa Raharja Jamin Santunan untuk Korban Kecelakaan di Tol Cipularang

Melansir dari

Economictimes

Seward menjelaskan, “Diana tidak gemar Sandringham.” Ia melanjutkan, “Meskipun hubungannya dengan Charles sedang harmonis, dia masih kurang senang dengan acara tersebut. Menurut saya, hal ini disebabkannya merasa terkekangan; Diana merupakan seseorang yang amat menikmati kebebasan. Dia enggan untuk bersenang-senang di bawah belenggu peraturan yang ketat. Namun, pada masa itu, rasa tidak sukanya lebih kepada tradisi daripada sekadar tatanan atau aturan,” tutup Seward.

Melansir dari

Economictimes

, Andrew Morton, seorang pengarang buku

Diana: Her True Story

Mengisahkan tentang pengalamannya Diana saat merayakan Natal untuk kali pertama di Sandringham pada tahun 1981, ketika dia baru saja menikah dengan Charles dan tengah hamil putranya sulung, Pangeran William. Putri itu memberikan hadiah yang berharga, Bunda.

Di waktu tersebut, Natal diperingati di Istana Windsor, Bunda. Ketika itu terjadi dengan kesulitan lantaran tengah menghadapi masalah.

morning sickness

Ia memberikan anggota keluarganya hadiah-hadiah istimewa dengan nilai mendalam dari buku catalog tersebut. Barang-barang yang dibelikannya meliputi sabun merek Floris, kaos katun berkualitas tinggi, serta pakaian anak-anak berharga, Bunda.

Walaupun telah mengusahakan semaksimal mungkin, Diana merasa “malu” ketika menyadari fakta yang mengejutkannya bahwa anggota keluarga kerajaan justru menukar hadiah dengan benda-benda yang tak setara dengan apa yang diserahkan oleh Putri Diana. Apabila putri tersebut memberikan hadiah-hadiah istimewa dan penuh perhatian, dirinya malahan hanya memperoleh sebuah kotak tissu dari kakak iparnya, Anne, Yang Mulia.

Baca Juga:  Ratu Tisha Destria, Alumnus FIFA Master 2013 dan Co-Founder LabBola: Tesis Dicueki Kemenpora, Diminati Kementerian Olahraga Inggris

Merespons tradisi istana tersebut, Putri Diana berkomentar, “Ini sungguh membuat cemas,” sebagaimana dikutip Morton. “Meski saya berpartisipasi dengan memberi, namun rasanya aneh karena tak terlalu merasakan sebagai penerimanya. Bukannya ini ironis? Saya sendiri yang mempersiapkan seluruh hadiah dan Charles menulis ucapan di setiap kartunya. Hal itu malah menjadikannya sedih dan sangat frustasi bagi saya. Tak ada kebahagiaan sama sekali; justru tekanan semakin bertambah. Candaan-candaan bodoh mereka juga sulit dipahami oleh orang biasa—hanya anggota keluarga kerajaan saja yang bisa mengerti.” “Bagiku, perasaan seperti pendatang asing begitu kuat saat itu,” lanjut Putri Diana sesuai laporan tersebut.

Economictimes

.

Berdasarkan peristiwa itu, para ahli kerajaan juga turut memaparkan pendapatnya mengenai pengalaman Diana di Sandringham, Bunda. Hilary Fordwich menegaskan bahwa pengalaman Diana menerima hadiah merupakan hal yang “menyinggung dan menyakitkan”, terlebih lagi ia tak paham dengan adat memberikan hadiah lucu dalam keluarganya.

Kebiasaan yang sering dijalankan tetapi tidak disenangi oleh si Putri

Richard Dalton, yang merupakan hairstylist bagi Putri Diana, juga menyampaikan hal tersebut kepada penulis Kitty Kelley untuk dituangkan dalam bukunya.

The Royals

bahwa “si Putri tidak senang pergi ke Sandringham untuk menyambut Natal.”

“Dalton berkata dia diberitahu suhu udaranya sangat rendah, dan mereka perlu menyelesaikan makan malamnya menjelang jam tiga sore,” ujarnya. Anggota keluarga kerajaan diwajibkan untuk menyaksikan pidato Natal ratu Elizabeth II melalui TV. Menurut Diana, hal tersebut merupakan sebuah atraksi yang mempesona.

Baca Juga:  Wabup Garut Temukan Warga Miskin Tidak Terima Bantuan, Ini Penyebabnya

Ibu, pengalaman Natal Diana yang “amat mendebarkan” di Sandringham diperankan dengan cara dramatis dalam sebuah film.

Spencer

Tahun 2021, saat Kristen Stewart berperan sebagai Putri Diana selama tiga hari di Sandinglam pada tahun 1991 dalam film tersebut, dikatakan bahwa “Diana yang terpojok memilih untuk mengakhiri perkawinannya yang runtuh.” Menurut laporan itu.

Yentertainment

dikutip dari

People

.

Bunda, Natal yang dirayakan pada tahun 1991 di Sandringham adalah Natal terakhir bagi Putri Diana dan Charles sebelum mereka pisahkan. Setelah perayaan Natal tersebut, tepatnya tanggal 9 Desember 1992, Pangeran Charles dan Putri Diana secara resmi memutuskan untuk bercerai. Sayangnya, Putri harus merayakannya sendirian tanpa kedua anaknya, yakni Pangeran William dan Pangeran Harry, hanya beberapa pekan kemudian.

Pilihan Redaksi

  • Kontrak Kerja Awal Putri Diana Ditemukan dan Diesterling dengan Harga 150 Juta Rupiah, Tanggal Lahirnya Menarik Sorotan

  • Berikut adalah biaya kamar bersalin untuk Putri Diana dan keluarga kerajaan Inggris beserta fasilitas yang tersedia di Lindo Wing.

  • 28 Tahun Setelah Kepergian Lady Diana, Gerakan Sosial untuk Kanker Payudara yang Masih Terkenal

Mbak, begitulah cerita tentang pesta Natal bersama Ratu Elizabeth II yang menyedihkan untuk Putri Diana.

Untuk Ibu yang ingin berbagi pengalaman tentang pendidikan anak serta memiliki kesempatan untuk mendapatkan banyak hadiah, silakan bergabung dengan komunitas Squad. Untuk mendaftar, klik link ini.
di SINI
. Gratis!

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.