Harimau Sumatera Berkelana di Ladang, BKSDA Aceh Siapkan Tim Penanganan Urgent

by -110 views
by
Harimau Sumatera Berkelana di Ladang, BKSDA Aceh Siapkan Tim Penanganan Urgent





BANDA ACEH

– Seekor
harimau Sumatra
Kucing hutan (Panthera tigris Sumatrae) berkelana di area pertanian penduduk, yang terletak di Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur, Aceh.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh yang mendapat informasi dari warga segera mengirim tim untuk menanganinya.

Sudah ada tim yang berada di lokasi untuk mengatasi keluhan dari masyarakat terkait keberadaan tersebut.
harimau
“Yang berkelana di lahan milik warga di Kabupaten Aceh Timur,” ujar Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Aceh Kamarudziman di Banda Aceh, pada hari Selasa, 18 Maret.

Untuk langkah pengelolaan selanjutnya, apakah harus menempatkan jeruji atau sangkar jebak, bergantung pada informasi yang diberikan oleh regu yang berada di lokasi lapangan.

Regu terus bertugas untuk mengonfirmasi apakah hewan yang dilindungi itu tetap berkeliaran di area persawahan.

“Tim kami sedang menantikan laporan dari petugas yang berada di tempat penampakan harimau. Di samping itu, mereka juga mencari tahu tentang keberadaan si hewan untuk mengkonfirmasi apakah perlu mendirikan jebakan kandang atau tidak,” kata Kamarudzaman.

Baca Juga:  China Latihan Perang di Dekat Taiwan saat Diplomat AS Berkunjung

Dia menyerukan kepada publik, khususnya para peternak, agar tidak membiarkan hewan ternak mereka berkeliaran di alam bebas sehingga dapat menghindari serangan harimau maupun binatang buas lainnya.

“Sudah dilakukan pendidikan dan sosialisasi tentang sangkar anti-harimau di kalangan warga sekitar. Sangkar ini terbuat dari kawat yang membuat hewan tersebut tak dapat menembusnya,” jelasnya.

Sebelumnya, diberitakan bahwa seorang harimau Sumatera berada di area persawahan milik warga yang terletak di Tembolon, Gampong Ujung Karang, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur.

Jemali, anggota komunitas Serbajadi, menyebut bahwa harimau tersebut diamati oleh penduduk yang bernama Ismail pada hari Sabtu (15/3) sekira pukul 16.00 WIB. Pada saat kejadian, Ismail sedang berencana untuk menuju tempat pengumpulan aren.

“Ismail pernah menyaksikan keadaan sunyi di area pohon aren. Setelah itu, ia merayap naik untuk menuai air Aren. Namun saat akan menuruni pohon, Ismail mendapati sebuah harimau. Dia terkejut serta takut untuk turun lagi,” jelas Jemali.

Setelah si harimau kembali ke semak-semak, Ismail pun turun dan segera menuju rumahnya. Ia lalu memberitahu warganya tentang adanya harimau tersebut supaya mereka dapat menghindari bekerja di ladang dalam beberapa waktu.

Baca Juga:  Dolar AS Balik ke Rp 13.000-an, Ini yang Bikin Rupiah Kuat

“Bila perlu ke sawah, tingkatkan kewaspadaan karena harimau tetap ada di ladang cabai penduduk. Sebagian warga bahkan berhasil merekam video hewan tersebut,” ujar Jemali.

Pada saat yang sama, sesuai dengan daftar kepunahan hewan dari organisasi konservasi global IUCN atau International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources, harimau Sumatera hanya dapat ditemui di Pulau Sumatera. Hewan tersebut dikategorikan sebagai spesies sangat terancam, memiliki risiko besar menghadapi kepunahan dalam habitat aslinya.

Masyarakat diminta untuk ikut melestarikan terutama harimau Sumatera dengan menghindari penebangan hutan yang menjadi rumah bagi beragam spesies binatang langka tersebut.

Masyarakat diminta pula untuk tidak menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, merawat, mengangkut, maupun menjual satwa yang dilindungi baik itu masih hidup atau sudah meninggal.

Selanjutnya, jaring-jerat, racun, dan pagar berlistrik dengan voltase tinggi yang bisa mengakibatkankematian hewan terlindung semuanya dilarang. Setiap tindakan melawan hukum ini akan mendapatkan hukuman sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku.

Selain itu, tindakan tidak sah lainnya bisa memicu perselisihan antara satwa liar terutama harimau Sumatera dan manusia. Hal ini menghasilkan dampak finansial yang merugi serta ancaman nyawa bagi kedua belah pihak, yaitu baik manusia maupun kelangsungan spesies tersebut.

(antara/jpnn)

Baca Juga:  Disodori Gaji dan Tunjangan Baru, Jokowi Sebut Malu saat Keadaan Seperti ini

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.