Kementan Berkomitmen Dorong Produksi Jeruk Petani dengan Pendampingan Intensif

by -202 views
by
Kementan Berkomitmen Dorong Produksi Jeruk Petani dengan Pendampingan Intensif

, JAKARTA — Kementerian Pertanian (Kementan) mengonfirmasi bahwa mereka tetap akan memberikan dukungan kepada para petani jeruk guna meningkatkan produksi dengan menerapkan sejumlah program pembinaan, pelatihan, serta bantuan teknikal sehingga panen buah jeruk domestik dapat menjadi lebih maksimal dan memiliki kualitas yang baik.

Plt Direktur Jenderal Hortikultura di Kementerian Pertanian Muhammad Taufiq Ratu memberikan keterangan bahwa pemerintah terus berkomitmen mendukung produksi jeruk dalam negeri.

“Taufik menyatakan bahwa mereka terus memberikan pelatihan dan dukungan pada para petani untuk memperbaiki mutu jeruk domestik,” ungkapnya dalam pernyataan yang dikeluarkan di Jakarta, Rabu.

Dia mengatakan bahwa Kementerian Pertanian secara konsisten berusaha memperbaiki produksi, produktivitas, serta kemampuan bersaing jeruk dalam negeri dengan menerapkan beberapa skema program.

Penataan desa Jeruk, distribusi bibit berkualitas, kontrol terhadap hewan atau tumbuhan yang mengganggu tanaman dengan cara yang ramah lingkungan, bersama-sama dengan penyiapan infrastruktur pasca panen merupakan prioritas utama.

Di samping itu, bimbingan serta pengembangan bagi para petani dijalankan dengan lebih fokus. Selanjutnya, pihak pemerintahan mensupport implementasi teknologi sehingga produksi jeruk dalam negeri bisa meningkatkan hasilnya sepanjang tahun.

Baca Juga:  Hujan Lebat di Bogor Hingga Januari 2015

“Melalui sejumlah usaha ini, diharapkan jeruk dalam negeri bisa tetap memenuhi permintaan pasaran serta mampu bersaing dengan barang buatan luar,” jelasnya.

Dia pun menegaskan bahwa hasil panen jeruk dalam negeri di Indonesia mampu memenuhi permintaan sektor dalam negeri, yang artinya bisa mendukung keperluan pasarnya sendiri.

Menurut dia, buah jeruk menjadi salah satu produk unggulan dalam bidang hortikulturasi Indonesia dan masih mempertahankan posisinya di pasarnya sendiri. Beberapa varian lokal seperti jeruk keprok atau siam, pomelos, serta lemon selalu diminati oleh para pembeli berkat rasa segar dan karakteristik unik dari setiap jenisnya.

Dia mengatakan, menurut data yang dicatat oleh Badan Pusat Statistik (BPS), produksi jeruk nasional tahun 2024 sebesar 2,65 juta ton. Produksi tersebut berasal dari beberapa daerah penghasil utama seperti Banyuwangi, Malang, Bangli, Karo, Sambas, dan Barito Kuala. Kehadiran jeruk lokal ini dipandang dapat bersaing dengan buah impor dan sudah mulai masuk ke pasaran modern.

Taufik pun memperbaiki informasi yang mengatakan bahwa produktivitas jeruk dalam negeri hanyalah 3,8 ton per hektare. Sementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2024, produktivitas jeruk nasional mencapai 44,8 ton per hektare, jauh di atas produktivitas jeruk asal Cina yang sekitar 19,5 ton per hektare.

Baca Juga:  Match Fee Royalti Hak Siar Laga Tandang Lebih Besar

Walaupun produksi dalam negeri dinyatakan cukup oleh Taufiq, pemerintah masih membuka pintu impor jeruk. Tujuannya adalah untuk memastikan ketersediaan pasokan selama masa off-season dari panen jeruk domestik.

“Taufiq menjelaskan bahwa kami menawarkan saran untuk mengimpor produk dengan standar teknis yang tinggi, meliputi berkas tentang Praktik Pertanian Baik (PPB) serta Praktik Penanganan Baik (PPB},” katanya.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan dengan tujuan memastikan keamanan bahan makanan yang diimpor dan pada saat bersamaan melindungi hasil panen jeruk dalam negeri. Di tahun 2024, jumlah buah jeruk yang direkomendasikan untuk diimpor terbatas hingga 56,3 ribu ton saja atau setara dengan 2,1% dari total produksi nasional.

Jeruk yang diimpor datangnya dari beberapa negara antara lain Amerika Serikat, Afrika Selatan, Argentina, Australia, Pakistan, China, serta Mesir.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.