JABARMEDIA
– Papan ketik atau keyboard yang biasanya dijumpai dipasaran mempunyai deretan tombol dengan berbagai macam simbol, digit, sampai alfabet yang disusun menggunakan urutan karakter “Q-W-E-R-T-Y”.
Banyaknya tombol pada suatu keyboard dapat berbeda-beda tergantung pada dimensinya. Akan tetapi, secara normal, total tombol yang ada biasanya sekitar 100 buah.
Namun, keyboard untuk Youtuber Attoparsec unik dengan jumlah tombolnya yang luar biasa. Terdapat sekitar 1.000 tombol pada keyboard tersebut, lebih banyak daripada ribuan tombol standarnya.
Tombol ini diciptakan oleh Attoparsec, terilhami dari webcomic Randy Munroe bertajuk “Up Goer Five”. Di dalam karyanya tersebut, Munroe menjelaskan bagaimana rakitan roket menggunakan sekitar 1.000 kata populer yang sering digunakan.
Demikian pula dengan keyboard ini, tidak terdapat simbol dari huruf-huruf pada tombol-tombolnya, tetapi justru kalimat-kalimat lengkap.
Seluruh sistem ini menggabungkan lima buah papan ketik utama yang saling berkesinambungan. Masing-masing dari papan tersebut memiliki banyak sekali tombol di atasnya. Tiap tombol itu melambangkan sebuah kata dalam Bahasa Inggeris yang sering digunakan, dan telah dikelompokan sesuai abjad.
Ini adalah alasan mengapa keyboard tersebut memiliki jumlah total 1.020 tombol, sebab masing-masing tombol menyimpan satu kata penuh, bukannya satu huruf seperti pada kebanyakan keyboard.
Beberapa istilah pada tombol keyboard meliputi “Group” (kelompok), “Grow” (bertumbuhan), “Head” ( kepala ) sampai dengan “Here” (di tempat ini). Istilah-istilah tersebut seringkali ditemui dalam aktivitas sehari-hari.
Agar lebih mudah menyusun kata-kata dalam Bahasa Inggris, Attoparsec pun menggabungkan 20 tombol tambahan berfungsi untuk memberikan imbuhan, dengan demikian akan semakin meluruskan arti atau latar belakang dari rangkaian kata tersebut.
Ratusan tombol ini mempunyai dimensi seragam, yaitu kira-kira 1 inci. Bahkan untuk istilah yang cukup panjang tetap menggunakan ukuran yang sama. Agar lebih mudah dipahami, penempatan karakter diatur ke dalam dua baris dengan garis strip (-) sebagai pemisah antara kedua bagian tersebut. Sebagai contoh, kata “Situation” (keadaan) dapat ditulis ulang menjadi “Situa-tion”.
Attoparsec membubuhkan cap setiap kata pada setiap tombol keyboard dengan teknik sublimasi pewarna, yaitu teknik pencetakan dengan tinta khusus dengan kertas transfer. Walau terdengar sederhana, proses ini membutuhkan waktu yang cukup lama.
Tidak heran jika proses membuat keyboard tersebut memakan waktu kira-kira enam bulan.
Bukan hanya pembuatannya yang lama, mekanisme penggunaan keyboard ini juga tidak sesederhana memakai keyboard biasa. Sebab, pengguna perlu merentangkan seluruh tangan untuk menjangkau setiap sisi keyboard.
Secara ideal, tombol yang mengandung frasa singkat bisa mempercepat proses ketik. Akan tetapi, realitanya malah menunjukkan hasil yang berlawanan.
Pada tes kecepatan ketikan, Attoparsec berhasil mencapai 13 kata per menit. Hal ini jauh di bawah rata-rata pengetikan pada keyboard standar abjad yang umumnya mampu mencetak hingga 83 kata per menit.
Terlepas dari berbagai kekurangan itu, eksperimen ini menunjukkan bahwa ada peluang untuk membuat keyboard yang lebih besar dan menampung kata demi kata dalam satu perangkat. Walaupun, potensinya untuk dikomersilkan, jauh dari pertimbangan, dihimpun
KompasTekno
dari
TechSpot
, Sabtu (29/3/2025).
Proses merancang keyboard tersebut juga direkam oleh Attoparsec di kanal YouTube miliknya. Video itu dapat ditonton melalui klip yang tersedia.








