Mengenal Buraq: Si Hewan Suci yang Menjemput Nabi dalam Perjalanan Isra Mi’raj

by -134 views
by
Mengenal Buraq: Si Hewan Suci yang Menjemput Nabi dalam Perjalanan Isra Mi’raj

Pada petualangan mulia Isra dan Miraj, Rasulullah SAW menempuh perjalanan istimewa dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa, sebelum akhirnya merangkak ke langit ketujuh.

Perjalanan
Isra Miraj
Ini berlangsung dalam jangka waktu yang amat sebentar, dan salah satu keajaibannya di antara peristiwa tersebut adalah adanya Buraq, makhluk yang bertindak sebagai kendaraan baginda Nabi Saw.

Buraq merupakan suatu entitas khusus yang dibuat oleh Allah SWT guna digunakan dalam petualangan rohani. Berbagai orang sering bertanya, “Apa itu buraq?,” serta seperti bentuknya dan fungsinya di dalam catatan sejarah Islam.

Artikel ini akan membahas lengkap tentang hewan Buraq, ciri-cirinya, dan peranannya dalam petualangan.
Isra dan Miraj
.

Apa Itu Buraq?

Pertanyaan tentang “buraq hewan apakah itu?” kerap timbul saat sedang mengupas topik tersebut.
Isra Miraj
Dalam agama Islam, Buraq merupakan jenis makhluk yang berasal dari surga, dikenal karena kecepatannya yang luar biasa, dan diciptakan secara spesial untuk membawa para nabi pada perjalanan penting mereka.

Nama Buraq diambil dari istilah “barq” (بَرْقٍ) dalam Bahasa Arab, yang artinya adalah kilat. Ini mencerminkan laju pergerakan yang begitu cepat dan menakjubkan.

Di luar penggunaannya oleh Nabi Muhammad SAW pada peristiwa Isra’ Mi’raj, terdapat kisah lain yang mengatakan bahwa buraq, yaitu alat transportasi Nabi Muhammad SAW tersebut, sempat dipakai sebagai kendaraan sebelumnya.
Nabi Ibrahim AS
.

Beberapa ahli agama mengatakan bahwa saat Nabi Ibrahim AS bertandang kepada Hajar dan Ismail di Mekah, ia melakukan perjalanannya dengan menggunakan buraq.

Riwayat ini memperkuat keyakinan bahwa buraq adalah makhluk khusus yang diperuntukkan bagi para nabi dalam perjalanan istimewa yang diberikan oleh Allah SWT.

Keberadaan buraq kendaraan Nabi Muhammad SAW ini juga dikaitkan dengan ayat dalam QS. Al-Isra: 1:

Baca Juga:  Menyeberang Tak Gunakan JPO Kena Denda Rp.50.000

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلاً مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأَقْصَى

“Mahasuci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa.”

Walau ayat ini tak secara eksplisit menyebutkannya, para ahli agama sepakat bahwa alat transportasi yang dipergunakan Nabi pada perjalanan tersebut adalah buraq.

Karakteristik Hewan Buraq

Apabila ditanyakan “hewan apakah buraq ini?”, responsnya tidak dapat dipisahkan dari karakteristik fisis dan kapabilitasnya yang menakjubkan. Burakhkah itu? Buraq merupakan jenis makhluk berasal dari dunia ghaib, mempunyai penampilan khusus serta kecepatan melebihi pemahaman akal manusia.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Rasulullah SAW pernah berpesan:

Saya datang dengan Al-Buraq yang berwarna putih pucat, lebih cepat dari kuda namun lebih lambat daripada keledai; ia menaruh kukunya di ujung telapak kakinya.

“Saya dikunjungi oleh Buraq, yaitu binatang berwarna putih yang lebih menjulang daripada kuda nil dan lebih pendek dibanding unta. Ia menempatkan kakinya pada titik terujung penglihatan saya” (Diriwayatkan oleh Bukhori).

Berdasarkan hadits tersebut, kita bisa menarik kesimpulan bahwa karakteristik binatang Buraq antara lain adalah seperti di bawah ini:

  • Berwarna putih, menandakan kesucian dan keistimewaannya.
  • Lebih besar daripada keledai namun lebih kecil dari bagal, hal ini menggambarkan ukuran yang pas untuk dijinjing dengan nyaman.
  • Setiap langkahnya sejauh pandangan mata, menggambarkan kecepatannya yang luar biasa.

Sejumlah kisah pula mengatakan jika buraq merupakan alat transportasi yang dipakai olehnya.
Nabi Muhammad SAW
Memiliki sayap di kakinya bagian belakang, yang makin meningkatkan kecepatannya. Di samping itu, wajahnya diyakini serupa dengan manusia, mengindikasikan tingkat kepintaran serta kesetiaan pada perintah Tuhan.

Baca Juga:  Diduga Mabuk, Polisi Tembak Warga

Para ulama juga menyebutkan bahwa buraq adalah sejenis hewan yang berasal dari surga dan hanya muncul dalam peristiwa tertentu. Buraq kendaraan Nabi Muhammad SAW ini bukan makhluk yang bisa ditemukan di bumi, melainkan bagian dari
mukjizat
yang menunjukkan kebesaran Allah SWT.

Peran Buraq Dalam Petualangan Isra dan Mi’raj

Isra: Perjalanan antara Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa

Pada perayaan Isra Miraj, Nabi Muhammad SAW dikirim dari Masjidil Haram yang terletak di Mekkah menuju Masjidil Aqsha.
Yerusalem
dengan menaiki buraq.

Buraq merupakan suatu makhluk spesial yang dicipta untuk mengantar Nabi dalam petualangan terpilihnya. Berkat kelajuan ekstraordinary tersebut, perjalanan yang umumnya berlangsung selama beberapa minggu bisa diselesaikan dengan cepat dalam hitungan semalam saja.

Menurut Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Turmudzi, Nabi Muhammad SAW pernah berkata:

فَرُفِعَ لِي الْبُرَاقُ فَرَكِبْتُهُ

“Sesudah itu buraq dipersembahkan kepada saya, kemudian saya naik ke atasnya.” (HR. Tirmidzi)

Berdasarkan kisah yang diceritakan, tiap langkah hewan Buraq yang menjadi kendaraan Nabi Muhammad SAW mencakup jarak sepanjang pandangan mata, sehingga tak ada rintangan untuk perjalanannya kali itu. Binatang Buraq tersebut pun terbukti taat pada perintah Tuhan sambil menggendong Nabi tanpa merasa tertekan atau kesulitan apapun.

Di Masjidil Aqsa, Rasulullah SAW memimpin doa bersama untuk para nabi sebelumnya. Acara tersebut mengukuhkan peran beliau sebagai utusan final Allah SWT serta melestarikan status Masjidil Aqsa sebagai lokasi yang sakral di agama Islam.

Meraja: Petualangan Menuju Surga Ke Tujuh

Sesampainya di Masjidil Aqsa, Rasulullah SAW kemudian meneruskan petualangannya menuju langit pada saat peristiwa Mi’raj. Terdapat berbagai pandangan tentang hal ini; ada yang menyatakan bahwa Buraq masih ikut serta dalam perjalanannya tersebut, sementara beberapa orang lainnya percaya bahwa beliau naik ke langit menggunakan metode lain.

Baca Juga:  Polisi Bongkar Sindikat Pemalsuan STNK dan BPKB

Beberapa ahli agama menyatakan bahwa sesudah perjalanan malam Isra, Nabi Muhammad SAW melanjutkannya memakai anak tangga terbuat dari cahaya atau secara langsung oleh kuasa Allah SWT. Akan tetapi, tidak sedikit pula yang percaya jika Buraq merupakan jenis binatang surgawi yang masih turut membawa beliau menembus deretan langit tersebut sampai akhirnya mencapainya.
Sidratul Muntaha
.

Pada perjalanannya, Nabi berjumpa dengan beberapa nabi terdahulu, termasuk Nabi Adam.
Nabi Musa
, serta Nabi Isa, sampai pada akhirnya mendapat perintah untuk melaksanakan shalat lima kali sehari secara langsung dari Allah SWT.

Peran buraq dalam petualangan ini merupakan bagian dari tanda keajaiban yang menggambarkan kekuatan Tuhan Yang Maha Esa melebihi pemikiran logika manusia. Buraq tidak hanya cerita legenda, namun juga lambang ketidakterbatasan Sang Pencipta. Hewan jenis ini dihasilkan oleh Surga berdasarkan kreasi-Nya dan digunakan sebagai alat transportasi bagi Nabi Muhammad SAW selama perjalanannya.
Isra Miraj
.

Sebagai makhluk buraq yang dibuat secara istimewa, ia memberikan pelajaran kepada umat Muslim tentang kesetiaan, kelenturan dalam menuruti perintah, serta keajaiban-keajaiban yang dapat terwujud berkat kuasa-Nya. Cerita Isra’ Miraj dan kontribusi dari buraq di dalam ceritanya masih menjadi hal penting sebagai penanda bahwa keyakinan dan kemampuan supranatural bisa melebihi pemikiran logika manusia biasa.

Dengan mengenali Buraq sebagai makhluk istimewa yang tak dapat ditemui di dunia ini, tetapi merupakan bagian dari kemuliaan spiritual, keyakinan kami bertambah akan fakta bahwa tanda-tanda kesaktian Nabi Muhammad SAW benar-benar membuktikan keabsahan agama Islam.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.