Menua Secara Elegan: Kunci Mindfulness dan Mindset Growth

by -182 views
by
Menua Secara Elegan: Kunci Mindfulness dan Mindset Growth

Bertambah Usia Secara Elegan Lewat Kesadaran Diri dan Sikap Pertumbuhan Mental

Beberapa waktu lalu saya melihat tayangan video di salah satu media sosial, yang dibahas adalah “menggunakan proses aging”.

Saya terpukau oleh topiknya lalu saya tanyakan maksud dari istilah mengaplikasikan suatu metode penuaan?

ternyata yang dimaksud dengan penggunaan proses penuaan adalah menerima alur penuaan secara alami tanpa perlu melakukan modifikasi seperti cukup dengan menambahkan filter pada kamera atau melewati tahap penuaan tanpa adanya tindakan bedah plastik, injeksi filler, suntikan botox, dan sebagainya.

Sebaliknya dari sekadar melakukan koreksi, kita akan melihat cara untuk menjalani proses penuaan dengan elegan. Karena hingga saat ini saya tetap tertarik pada topik mindfulness dan mindset pertumbuhan, maka pembahasan dalam artikel kali ini akan berfokus pada bagaimana menerima penuaan bila dikaitkan dengan konsep tersebut.

“Proses penuaan adalah suatu perjalanan di mana kamu menjadi orang yang seharusnya selalu kaujadi.” — David Bowie

Masyarakat kontemporer kerap kali gandrung pada keabadian muda. Promosi produk perawatan kulit, tindakan bedah kosmetik, sampai penyaring gambar menggiring persepsi bahwa bertambahnya usia merupakan hal yang sebaiknya dicegah. Tetapi, adakah alasan untuk memerangi proses menua ini?

Penuaan tidak sekadar soal bertambahnya umur, tapi juga tentang bagaimana individu mengartikan waktu dan petualangan hidup. Sebaiknya kita tak menentangnya, namun ada jalan untuk menyambut dan merayakan perjalanannya dengan elegan — lewat pola pikir positif, pemahaman diri, serta kreativitas yang berkelanjutan.

Baca Juga:  Indonesia minta Arab Saudi Permudah Akses Identifikasi WNI Korban Mina

Standard Keindahan versus Kenyataan Penuaan

Pada zaman serba digital, gambaran tentang penampilan ideal yang ditandai oleh kulit halus dan bebas kerutan menjadi sangat populer di platform-media sosial. Persyaratan ketampanan atau kecantikan yang terlalu sempit ini mengakibatkan sebagian besar orang merasa kurang memadai saat menyaksikan indikator penuaan muncul pada diri mereka sendiri.

Meskipun demikian, kenyataannya mengatakan sebaliknya. kerutan, garis-garis tipis, serta rambut putih tak melambangkan penurunan fungsi, namun merupakan jejak pengalaman hidup yang tersimpan.

“Mohon jangan coret wrinkle-wrinkle saya. Saya butuh waktu lama untuk mendapatkannya.” – Anna Magnani

Sayangnya, tekanan sosial yang besar membuat banyak orang merasa perlu menghapus jejak waktu dengan berbagai prosedur kosmetik. Tidak salah untuk merawat diri, tetapi penuaan bukanlah sesuatu yang harus dikoreksi—karena keindahan sejati terletak pada ekspresi dan karakter yang terbentuk oleh pengalaman hidup.

Mindfulness: Hidupkan Proses Menua dengan Keterjagaan Utuh

Penuaan dapat menjadi perjalanan yang menyenangkan apabila dilakukan dengan kesadaran total atau mindfulness. Sebaiknya kita fokus pada menikmati tiap detik daripada mengeluh tentang masa lalu.

Baca Juga:  Pemkab Bogor Luncurkan Dua Dinas Baru di Vivo Mall

“Karena kamu hidup, segalanya menjadi mungkin.” – Thich Nhat Hanh

Ini berarti, selama masih diberi kesempatan untuk hidup, selalu ada hal yang bisa dinikmati dan diciptakan.

Mindfulness dalam penuaan berarti:

Menerima perubahan tubuh tanpa penyesalan.

Merasakan tiap petualangan secara lebih khusus.

Menghormati diri sendiri tidak tergantung pada penampilan lahiriah, melainkan pada nilai-nilai yang telah kita bentuk dalam kehidupan.

Sebaiknya daripada memikirkan hal-hal yang telah hilang, kita harus mencari tahu: apa saja yang dapat dilakukan dan di nikmati sekarang?

Growth Mindset: Terus Berkembang, Tanpa Batas Usia

Carol Dweck, seorang ahli psikologi dari universitas Stanford, mengenalkan ide tentang mindsets yang dapat tumbuh atau pertumbuhan pikiran, yakni kepercayaan bahwa individu memiliki potensi untuk terus belajar serta maju selama hayat mereka.

Penuaan tidak berarti mengakhiri proses pembelajaran. Malah, ini merupakan peluang untuk:

Menjelajahi ide-ide kreatif segar, misalnya dengan menggambar, menulis, atau bercocok tanam.

Belajar kemampuan baru, contohnya memainkan instrumen Musik atau Bahasa luar negeri.

Berbagi cerita kehidupan, menjadi teladan untuk pemuda masa depan.

Tidak pernah ada waktu yang telat untuk bertumbuh. Umur tidak menghalangi, melainkan pintu baru menuju penjelajahan diri.

Menyambut Tua dengan Sikap Bersyukur dan Keserasian

Salah satu rahasia untuk menua secara elegan adalah dengan bersikap berterima kasih. Mengenali bahwa tiap tahun yang berganti merupakan suatu karunia, bukan sebuah tantangan.

Baca Juga:  Doa Bersama Santri dan Tokoh Agama untuk Keselamatan Bangsa di Tasikmalaya

Sebagai gantinya dari menilai penuaan sebagai suatu kerugian, dapat dirubuhkan menjadi metode berikut:

Mencintai lebih banyak diri sendiri. Tak perlu lagi menunjukkan sesuatu pada orang lain di luar sana.

Hidup secara tenang dan lambat. Tak perlu tergesa-gesa, namun merasakan tiap tahapan.

Mencari kegembiraan dalam hal-hal biasa sehari-hari. Percakapan yang hangat, hawa pagi yang menyegarkan, ataupun membaca novel kesukaan dapat memiliki nilai lebih dibandingkan dengan meraih prestasi luarbiasa.

“Penuaan bukan berarti kehilangan masa muda melainkan tahap baru dari peluang dan kekuatan.” – Betty Friedan

Bertambah Usia Secara Elegan Merupakan Suatu Pilihan

Penuaan tidaklah menjadi lawan. Justru itu merupakan bagian alamiah dari kehidupan yang memberikan banyak pembelajaran penting. Lewat kesadaran diri, pola pikir pertumbuhan, serta pengakuan akan identitas sendiri, siapa pun dapat menghadapi proses penuaan dengan elegan—tidak lagi merasa khawatir hilangnya tujuan dalam hidup.

Berterima kasih dan senang terus melalui proses penuaannya bagi para pengguna Kompasiana yang telah berada di tahap ini.

Sebenarnya, kecantikan sesungguhnya bukan berada di luar melainkan berasal dari sinar yang muncul dari hati seseorang.

Karla Wulaniyati untuk JABARMEDIA

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.