– Tumbuhan
Welwitschia mirabilis
Yang berkembangan di benua Afrika disebut juga sebagai tanaman alien atau fosil hidup lantaran kemampuannya untuk bertahan dan tumbuh selama hinggga 1.500 tahun.
Welwitschia mirabilis
Berkembang biak di lahan berpasir kering antara Angola dan Namibia sebagian tumbuhan yang disebut dua daun kanidod dalam bahasa Afrika.
Tweeblaarkannidood artinya “dua daun yang tak akan mati.” Nama itu cocok untuk tanaman yang mampu bertahan hidup selama umur yang sangat lama.
Tanaman asing itu diproyeksikan dapat bertahan hidup sampai umur maksimalnya sebesar 3.000 tahun, demikian dilaporkan.
IFLScience
, Senin (17/3/2025).
Walau terkenal bisa bertahan hidup dalam jangka waktu yang panjang,
Welwitschia mirabilis
Atau plant Tweeblaarkannibaal pernah disebut sebagai tumbuhan terjelek di dunia pada dekade 1990an.
Memahami tumbuhan luar biasa Welwitschia mirabilis
Dikutip dari
One Earth
(27/1/2023), tanaman
Welwitschia mirabilis
Hanya terdapat di area gersang semacam savana Afrika.
Secara umum dipercaya bahwa Welwitschia berkembang biak pada masa yang bersamaan dengan dinosaurus, kira-kira 200 juta tahun yang lalu.
Temuan fosil tumbuhan ini di Brazil mengindikasikan bahwa welwitschia kemungkinan muncul saat Afrika dan Amerika Selatan masih bersatu, sebelum pembentukan Laut Atlantik pada zaman Mesozoikum.
Nama welwitschia berasal dari nama seorang ahli tumbuhan asal Austria, Friedrich Welwitsch, yang diberikan pada tahun 1859 ketika ia menemukan tanaman ini untuk kali pertama.
Tanaman
Welwitschia mirabilis
berbentuk seperti serpihan dedaunan hijau muda serta daun kering yang berserakan di sekeliling bungan dengan warna abu-abu dan merah cerah.
Welwitschia dapat berkembang hingga setinggi satu meter, membentuk lingkar tanaman dengan diameter delapan meter, serta daun yang tumbuh dari dasar tanaman berukuran empat meter panjangnya.
Ilmuwan pun menganggap bahwa welwitschia yang memiliki ukuran segitu besar bisa mencapai usia lebih dari 2.000 tahun.
Walaupun berada di lingkungan suhu tinggi, lebar daun serta tumbuhan welwitschia tetap besar. Ini dikarenakan oleh penyesuaian diri dan perkembangan genetik pada tanaman tersebut.
Tanaman ini adalah satu-satunya spesies yang tetap bertahan dari keluarga Welwitschiaceae yang masih ada hingga saat ini.
.
Oleh karena itu, sebagian orang menilainya sebagai “fossil hidup”.
Alasan welwitschia hidup lama
Welwitschia mirabilis
Hidup dalam kondisi lingkungan yang panas dan kering. Akan tetapi, tumbuhan ini dapat menyesuaikan diri berkat adanya daun serta sistem akarnya yang unik.
Daun wellwitschia dapat menyimpan air. Sementara itu, akarnya yang panjang memungkinkan tumbuhan untuk mengambil kelembaban dari lapisan tanah dalam di gurun Namib yang tandus dan kering tersebut.
Tanaman ini mempunyai daun ukuran lebar yang mampu menurunkan temperatur di sekelilingnya. Akibatnya, tanaman tersebut menjadi lebih berkabut dan tidak perlu disiram terlalu sering.
Daun-daunan berukuran besar ini turut menjadikan tempat tinggal dan pelindung untuk beberapa jenis hewan seperti lalat, semut, lebah, tawon, serta serangga lokal lainnya.
Probergrothius angolensis
.
Kehadiran jenis serangga tersebut memfasilitasi penyerbuk pada tumbuhan welwitschia sebab mereka aktif bergerak dari satu tanaman ke tanaman yang lainnya.
Dilansir dari situs
Royal Botanic Gardens Kew
Welwitschia juga berguna sebagai sumber air dan penyedia nutrisi minimal untuk atauks, springboks, zebres, badaks hitam, serta hewan-hewaan lain saat menghadapi kemarau yang sangat parah.
Mereka menggigit dedaunan sampai ke batang tanaman demi memperoleh cairan yang diinginkan.
Burung lark abu-abu akan membuat sarangnya pada tumbuhan tersebut, sedangkan ular, kadal, serta beberapa jenis arthropoda memanfaatkannya sebagai tempat perlindungan dengan nama welwitschia ini.
Tanaman ini diketahui juga mempunyai sifat diuretik namun tak terdapat rekam jejak pemakaian tradisionalnya untuk tujuan perawatan.
Sebagai tumbuhan khas dari Namibia, banyak pengunjung sering datang ke Taman Nasional Namib-Naukluft guna menikmati pemandangan welwitschia raksasa yang langka tersebut.
Meskipun dapat bertahan hidup untuk waktu yang lama, populasi selwitschia kemungkinan terancam oleh serangan jamur di bagian kerucut dan biji betinanya. Infeksi ini secara signifikan menurunkan kelayakan bijinya.
Ancaman lain berasal dari kegiatan lalu lintas kendaraan
off-road
, pemanenan tumbuhan alami yang liar, serta pemeliharaan ternak melebihi batas untuk zebra, badak, dan hewan piaraan di area gurun.
Agar menghindari punahnya spesies, dijalankan suatu program konservasi yang melibatkan pengeringan biji-bijian tersebut.
Welwitschia mirabilis
yang akan disimpan pada temperatur rendah.







