Meski Untuk Bos yang Sama, Ole Romeny dan Rafael Struick Tetap Alami Kondisi Kurang Stabil Sebelum Bergabung dengan Timnas Indonesia

by -103 views
by
Meski Untuk Bos yang Sama, Ole Romeny dan Rafael Struick Tetap Alami Kondisi Kurang Stabil Sebelum Bergabung dengan Timnas Indonesia


Romaeny dan Rafael Struick keduanya pernah membela tim milik Anindya Bakrie, namun mereka memiliki pengalaman yang bertolak belakang.

Barisan serangan tim nasional Indonesia sekarang ditempati oleh ketiganya pemain asing yang telah naturalisasi, yakni Ragnar Oratmangoen, Rafael Struick, dan Ole Romeny.

Dalam masa kepelatihan Shin Tae-yong, dua pemain utama tersebut secara rutin menjadi starting lineup dengan tugas yang beralih antara posisi penyatu di lini depan dan winger sebelah kiri.

Patrick Kluivert kini menambahkan nama Ole Romeny ke daftar namanya; ini membuat situasi menjadi sulit bagi Oratmangoen dan Struick untuk tetap berada di tim tersebut.

Dari sisi kinerja tim, Struick tampak memiliki kesempatan yang lebih tinggi untuk tereliminasi.

Pemain serangan berusia 21 tahun tersebut menghadapi tantangan pada musim perdananya dengan Brisbane Roar di A-League Australia.

Dia tiba di ADO Den Haag pada bulan September lalu guna menambah kekuatan tim yang sudah dikendalikan oleh Grup Bakrie selama lebih dari sepuluh tahun.

Bermain di bawah naungan tim nasional Indonesia, Struick malah tidak memperoleh cukup waktu bermain.

Baca Juga:  Diduga Rem Blong, Truk Seruduk Mobil di Jl Margonda Depok

Dalam delapan pertandingan terakhir, Ruben Zadkovich sebagai pelatih hanya memberikan dia tiga menit dari total keseluruhan waktu yang mencapai 720 menit!

Dia hanya ditempatkan di bangku cadangan selama lima pertandingan dan tidak terdaftar dalam skuad untuk dua pertandingan lainnya!

Jumlah total menit yang dia mainkan bersama Brisbane Roar di A-League musim ini hanya sekitar 239 menit dari 10 pertandingan, dan ia berhasil mencetak satu gol saja.

Saat tiba di sini, tujuannya adalah untuk bermain lebih sering dan meningkatkan diri,” kata Struick, namun hal itu tak terwujud.

“Rafa hanya berkonsentrasi di Brisbane saat ini dan bersedia kembali ke Eropa,” ungkapnya, hal itu mungkin terwujud apabila dia tetap mendapatkan sedikit waktu bermain.

Posisinya sebagai pemain utama tim nasional Indonesia tidak akan terpengaruh meskipun berkompetisi dengan penyerang dalam negeri saja; namun, saat ini telah hadir Ole Romeny.

Romeny baru-baru ini mendapatkan kewarganegaraan Indonesia di bulan Februari, dan akan menjadi pemainanyutan dalam barisan depan era Kluivert.

Baca Juga:  Lucky Hakim Janjikan Jalan 32,8 Km di Indramayu Mulus Sepanjang 2025

Seperti halnya Struick, Romeny pun tergiur oleh uang Indonesia dan akhirnya menerima tawaran dari Oxford United yang dimiliki Bakrie-Thohir di bulan Januari.

Perbedaannya adalah, Romeny secara langsung menjadi pemain utama dalam skuad yang diasuh oleh Gary Rowett di divisi ke-2 sepak bola Inggris.

Pemain depan berusia 24 tahun tersebut berhasil mencetak satu gol dalam sembilan laga semenjak bulan Januari, dengan empat di antaranya ia mulai dari awal pertandingan.

Keuntungan unik Struick dibandingkan dengan Romeny sekarang terletak pada fakta bahwa dia telah bermain di Australia, tempat pertarungan antara Timnas Kancil melawan Garuda akan digelar.

Menghadapi Australia akan menjadi laga pembuka pada masa internasional yang akan datang.

“Dirinya sangat mengharapkannya,” kata Romeny yang perlu melakukan penerbangan dari Inggris ke Australia.

Apabila Kluivert menjadikan waktu bermain di klub sebagai standar untuk memilih pemain utama, maka Romeny dan Oratmangoen akan membentuk pasangan baru Timnas Indonesia.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.