Penelitian Baru Bongkar Misteri Kemerahan Planet Mars

by -121 views
by
Penelitian Baru Bongkar Misteri Kemerahan Planet Mars



– Studi baru-baru ini menemukan alasannya kenapa planet Mars berwarna merah.

Seperti diketahui, Mars tampak merah karena serpihan besi oksida yang menyebar ke segala penjuru debu di permukaannya melalui jutaan tahun akibat hembusan angin.

Dan berdasarkan observasi debu Mars oleh pesawat ruang angkasa sebelumnya, diyakini bahwa karat itu timbul ketika lingkungan kering, sesudah air pada planet tersebut lenyap.

Namun, sebuah studi terbaru yang dirilis pada tanggal 25 Februari dalam jurnalkom telah mempersembahkan temuan tersebut.

Nature Communications

, membantah pandangan ini.

Dilansir dari

Live Science

Studi terbaru menunjukkan bahwa corak kemerahan di Mars sebenarnya lebih mirip dengan struktur mineral ferrihidrit, yaitu senyawa oksigen pada besi yang berikatan dengan molekul air.

Akibatnya, warna itu pastilah timbul ketika planet Mars masih dalam bentuk laut yang sejuk. Jadi, bisa jadi Mars memiliki warna merah seperti sekarang lantaran dahulu kala mempunyai warna biru.

Pada studinya, tim riset mengumpulkan informasi dari tiga satelit yang beroperasi di sekitar Mars serta melalui kendaraan roda enam NASA.

Baca Juga:  Pencuri spesialis bobol dinding minimarket diciduk Polres Indramayu

Berdasarkan informasi itu, mereka merumuskan pemahaman terbaru mengenai campuran mineral serta ukuran partikel debu di planet Mars.

Para ilmuwan kemudian mengunakan mesin giling modern untuk menciptakan salinan tepat dari debu dengan diameter sekitar satu persen kelapangan rambut manusia di lab Bumi.

Dengan memeriksa debu tersebut menggunakan teknik yang serupa dengan yang digunakan oleh pesawat luar angkasa, peneliti berhasil mengidentifikasi bahwa partikel debu di Mars sesuai dengan sifat-sifat dari senyawa ferrihidrit, suatu zat yang terbentuk ketika kondisi planet lebih sejuk dan lembab.

Akan tetapi, para ilmuwan masih belum mengenal posisi dari sumber alami ferrihidrit sebelum tersebar globally melalui ribut debu.

Seperti apakah sebenarnya komposisi kimia atmosfer Mars ketika ferrihidrit terbentuk, atau kapan tepatnya proses oksidasi pada Mars berlangsung?

Mengenal planet Mars

Mars merupakan salah satu planet yang paling banyak diteliti dalam sistem solar ini. Jika dilihat dari jaraknya terhadap matahari, Mars menempati posisi ke empat sebagai planet yang mendekati pusat.

Baca Juga:  PKK Kota Bogor Luncurkan Toko Online untuk UMKM Lokal

Menurut misi eksplorasi yang dijalankan oleh NASA, telah terdapat berbagai bukti menunjukkan bahwa Mars pada masa lampau memiliki kelembaban dan suhu yang lebih tinggi serta atmosfer yang lebih padat dibandingkan saat ini. Hal tersebut terjadi miliaran tahun silam.

Dikutip dari laman

NASA,

Planet Mars mengandung sebuah inti keras di tengah-tengahnya dengan jari-jari sekitar 1.500 sampai 2.100 kilometer, tersusun atas besi, nikel, dan belerangan tersebut.

Di sekitar inti terdapat lapisan berbatu, serta di bagian luarnya terdapat kulit bumi yang tersusun dari besi, magnesium, aluminium, kalsium, dan kalium.

Mars mendapat namanya dari bangsa Romawi yang menyebutnya sebagai dewa perang, dikarenakan warna merahnya yang mirip dengan darah.

Sebaliknya, astronot Tiongkok kuno mengenalnya sebagai “bintang api”, sedangkan orang Mesir merujuk kepadanya sebagai “صندPostalCodesสำห

Her Desher

,” yang artinya “si merah.” Bahkan hingga kini, Mars kerap disebut sebagai “Planet Merah”.

Mars dikenal sebagai “

the Red Planet

(Dikarenakan Warna Merahnya)” sebab permukaan serta atmosfir planet ke empat dalam Tata Surya ini memiliki warna kemerahan.

Baca Juga:  Dimaafkan Ibu Korban, Lima WNI Bebas dari Hukuman Mati di Saudi

Keadaan itu dipicu oleh oksidasi atau perrustyuan mineral besi dalam tanah Mars, yang membuat warnanya kelihatan merah.

Kecantikan warna Mars yang berwarna merah sudah menggoda para astronom selama masa lalu. Di era kontemporer ini, pesawat ruang angkasa yang diluncurkan menuju planet tersebut gagal mendeteksi adanya cairan di debu Mars.

Maka dari itu, para peneliti menunjukkan bahwa warna merah pada planet tersebut berkaitan dengan oksida besi yang dikenal sebagai hematite, yang terbentuk di lingkungan kering.

Tetapi, kurangnya eksperimen laboratorium yang mendetail menjadikan kesimpulan tersebut agak tidak berdasar.

Akibatnya, timbul penelitian terbaru yang menyatakan bahwa corak kemerahan planet Merkurius lebih sesuai dengan ferrihidrit, yaitu senyawa oksigen pada besi yang berair atau masih lembab.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.