.CO.ID – JAKARTA
Prajogo Pangestu, pendiri Barito Group, kehilangan posisinya di pucuk daftar orang terkaya di Indonesia pada hari Selasa (18/3/2025), bersamaan dengan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Di hari selasa dalam bursa saham, semua saham yang dimiliki oleh Prajoko mengalami penurunan drastis.
Melansir data
Forbes Real Time Billionaires,
Pada Selasa (18/3), kekayaan Prajogo turun 12,34% menjadi US$ 17,8 miliar.
Prajogo Pangestu Dikabarkan sebagai Peminat dalam Penjualan 4,66 Persen Saham oleh Raja di PT Ratu
(Note: The term “RATA” might be an abbreviation or specific terminology; hence I’ve kept it as-is.)
Dengan harta senilai tersebut, Prajogo menduduki peringkat ke-4 sebagai orang terkaya di Indonesia.
Posisi teratas dijabat oleh sang founder dan juga Presiden Direktur dari PT Bayan Resources Tbk (
BYAN
Low Tuck Kwong memiliki kekayaan bersih senilai US$ 27,7 miliar.

Selanjutnya, peringkat dua dan tiga ditempati oleh saudara kandung Robert Budi Hartono dan Michael Hartono, yang merupakan pemegang saham utama dari Grup Djarum. Robert Budi Hartono menduduki urutan ketiga dengan harta bernilai sekitar US$ 21,6 miliar, sementara itu Michael Hartono berada pada posisi kedua dengan kekayaan jaringan senilai US$ 20,8 miliar.
Di sisi lain, peringkat lima diambil oleh pendiri dan ketua Indorama Corporation Sri Prakash Lohia yang memiliki kekayaan bersih sebesar US$ 8,5 miliar. Di urutan enam berikutnya adalah pendiri dan CEO dari DCI Indonesia Otto Toto Sugiri dengan aset senilai US$ 6,5 miliar, sedangkan pada tempat ketujuh terdapat pendiri grup Mayapada yaitu Tahir & Keluarga dengan total kekayaan mencapai US$ 4,9 miliar.
Kekekayaan Berkurang Sebesar US$ 12,4 Miliar, Prajogo Pangestu Masih Jadi Orang Paling Kaya di Indonesia
Pada peringkat kedelapan, pemegang saham minoritas di Bayan Resources adalah Dewi Kam dengan kekayaan sebesar US$ 4,8 miliar.
Posisi kesembilan dalam daftar orang terkaya di Indonesia adalah Pendiri sekaligus Presiden Komisaris DCI Indonesia, Marina Budiman, yang memiliki kekayaan senilai US$ 4,6 miliar. Sementara itu, posisi kesebelas diduduki oleh Direktur Utama PT. Bumi Resources Minerals Tbk, Agoes Prisosasmito, dengan total aset mencapai US$ 4,4 miliar.







