Putri Kecewa Setelah Dituduh Berutang Rp 1,5 Juta Usai Mencoba Jual Barang di Online Shop, Ditipu Oknum Palsu CS

by -103 views
by



Saat ini sedang ramai dibicarakan di platform media sosial, seorang gadis mengeluhkan dirinya kepada kantor Damkar Kabupaten Bogor setelah menjadi mangsa penipuan.

Seorang gadis yang berasal dari Kecamatan Bojonggede dengan nama Putri menjadi korban penipuan ketika menggunakannya sebuah platform e-commerce besar di wilayah ASEAN.

“Barusan saya berbicara dengan seorang anggota yang mengeluh bahwa dirinya telah ditipu oleh sebuah akun penjual di media sosial,” ungkap Komandan Satuan 1 Badan Penanggulangan Bencana Karawang, Arman Riyanto, pada hari Rabu (19/3/2025).

Dalam klip yang tersebar, wanita bertudung jilbab hitam serta memakai kacamatanya tampak berlinangan air mata dengan terbata-bata di depan pejabat tersebut.

“Situasinya membutuhkan teman untuk mengeluh dan berkata-kata. Pokoknya dia ingin menceritakan masalahnya tetapi tidak tahu harus mencari siapa, pada akhirnya ia melaporkan insiden itu kepada Damkar,” jelasnya.

Rincian kecurangan yang dihadapi Putri akhirnya terbongkar.

Putri menceritakan bahwa insiden tersebut terjadi ketika dia membeli bedak yang ternyata tidak sesuai dengan dirinya.

Setelah itu, dia ingin menawarkan bedak itu kepada teman sejawatnya lewat situs jual beli online yang bertema warna orange lantaran menyediakan layanan pengiriman cuma-cuma.

“Pada aplikasi Shopee, saya memilih opsi pengambilan barang dan sistem menunjukkan bahwa akan digunakan layanan Anteraja. Mereka memberikan estimasi kedatangan pada hari Senin sore, tetapi paket tidak kunjung sampai. Jadi, saya mencari informasi tentang Anteraja cabang Bojonggede di internet. Setelahnya, saya mengirim pesan untuk bertanya kapan paket tersebut akan tersedia di loket pickup, dan customer service Anteraja menjawab bahwa itu mungkin bisa dilakukan keesokan harinya petang. Kemudian mereka bertanya apakah saya telah mengaktifkan fitur pengambilan di Shopee, yang mana saya merespons dengan menyatakan belum,” ungkapnya ketika diwawancara pada hari Rabu, 19 Maret 2025 ini, sebagaimana dikutip demikian.
TribunBogor
.

Selanjutnya, ia melanjutkan bahwa administrator dari perusahaan layanan pengiriman telah meneruskan pesan Putri ke seorang yang menyatakan dirinya sebagai petugas layanan pelanggan di platform marketplace tersebut.


Sebel Di Tipu, Putri Justru Diminta Nastar Usai Melaporkan Masalahnya Awalnya Ditolak Kepolisian, Cerita Ke Damkar

Baca Juga:  Pesona Sawah Bengkok, Wisata Cantik dengan Kafe Instagramable

Putri menceritakan bahwa pada waktu tertentu dia mendapat panggilan dari orang tersebut dan diminta untuk menghidupkan fungsi pickup dalam aplikasi yang digunakannya.

“Diinstruksi melalui panggilan telepon, namun diminta mengaktifkan fiturnya, saya bertanya apakah benar perlu mengaktifkannya? Saya tidak ingin meminjam uang menurutku itu artinya tidak perlu. Namun ditawari kembali pengembalian dana, akhirnya saya hidupkan karena batasan saldo sebesar Rp1,5 juta tersedia,” jelasnya.

Karena kurangnya pengetahuan, Putri pun menurut petunjuk yang disampaikan oleh orang yang menyatakan dirinya sebagai administrator dari salah satu platform e-commerce terkemuka di Asia Tenggara itu.

Dia diharuskan untuk membuka aplikasi perbankan yang biasa dipakai dan kemudian dimintanya agar mentrasfer sejumlah uang ke nomor akun virtual yang disediakan.

“Saya bertanya apakah itu memang benar, karena sebenarnya saya tidak mau melakukannya. Namun, pihak dari Shopee Indonesia mengatakan bahwa jika bukan mereka yang minta transfer uang, jangan melakukan tranfer. Mereka menyebutkan bahwa kalau sudah mentransfer, pinjaman secara otomatis akan dinonaktifkan. Tetapi setelah saya mentransfer, saldo tetap saja menjadi nol,” terangnya.


Iritasi Melaporkan pada Kepolisian ditolak, Putri Bercerita Direbut Uang Sebesar 1,6 Juta Rupiah oleh Damkar, Mendapat Perhatian Penuh

Putri yang mencurigai sesuatu pun berupaya untuk menghubungi administrasi ekspedisi yang biasa dipakai sebelumnya.

Tetapi, menurutnya, suara si penerima telepon yang ia dengar adalah suara layanan pelanggan dari platfom perdagangan daring itu.

Inilah saat dia menyadarinya sudah menjadi korbannya penipuan terkait peminjaman uang senilai Rp1,5 juta yang tak pernah dia gunakan dan akhirnya menjadi tanggung jawabnya.

“Sebanyak Rp1,5 juta dari saldo pinjaman online saya telah ditransferkan kepada penipu, dan ketika diminta transfer lebih lanjut, saya menolakkannya,” ucapnya.

Agar semakin yakin, layanan pelanggan yang menghubunginya juga mengirimkan identitas dan memakai foto profil WhatsApp berisi gambar keranjang oren.

Akibat peristiwa menyakitkan yang dihadapi, Putri berencana untuk melaporkkannya ke polisi.

Pada saat yang sama, Putri menjelaskan bahwa dia melaporkan masalahnya ke petugas Damkar lantaran tidak punya tempat lain untuk menceritakan keluh kesahnya.

Baca Juga:  Buat Parfum Ruangan dari Kotoran Sapi, Dua Siswi Lamongan ke Turki

“Damkar juga sangat mendukung saya, merasa lebih baik dan lebih terorganisir, tidak lagi merasa kesepian begitu,” katanya.

Selanjutnya, dia juga berharap agar pengalaman menyakitkan yang dideritanya ini tidak terulang lagi bagi orang lain di masa depan.

Sebelumnya, ada pula kasus seorang perempuan yang mengeluhkan penipuan kepada petugas damkar di daerah Bekasi yang menjadi sorotan publik.

Seorang wanita bernama awalnya S (25) melaporkan bahwa dia baru-baru ini jadi korban dari sebuah penipuan pekerjaan.

Perempuan berasal dari Kebumen, Jawa Tengah, datang ke kantor Disdamkarmat Kabupaten Bekasi sendirian pada hari Senin, tanggal 17 Maret 2025, sekitar pukul 8:30 malam Waktu Indonesia Barat.

“Kemarin seorang warga mendatangi pemadam kebakaran untuk melaporkan bahwa ia adalah salah satu korban penipuan oleh sebuah lembaga yang mencarikan pekerjaan,” jelas Komandan Regu Pleton 2 Disdamkarmat Kabupaten Bekasi, Hasto Adi, seperti dilansir dari Kompas.com.

Untuk petugas pemadam kebakaran, S menyatakan dirinya sebagai korban penipuan yang dilakukan oleh sebuah lembaga pekerjaan di wilayah Tambun Selatan pada tanggal 4 Maret 2025.

Para korban menyatakan bahwa mereka diajak dengan janji untuk memperoleh pekerjaan di sebuah pabrik.

Tetapi, dia diminta untuk mentransfer jumlah sebanyak Rp9 juta.

Pada saat tersebut, korban hanya mampu mengirim uang senilai Rp4 juta.


Cerita tentang Warga Negara Indonesia yang Berburu Keberuntungan di Jepang, Dengan Resiko Tinggi Sampai Pernah Direbut Uang Sebanyak Rp 400 Juta

Setelah mentransfer uangnya, korban tidak mendapat jaminan apa-apa tentang masa depan pekerjaannya seperti yang dijanjikan lembaga itu.

Pada akhirnya, korban memilih untuk mengadukan kasus dugaan penipuan itu kepada Polsek Cikarang Barat.

Namun, Hasto menyebutkan bahwa pelaporannya ditolak oleh kepolisian karena ketiadaan beberapa dokumen administratif.

“Maka masih belum dapat diproses oleh pihak kepolisian,” jelas Hasto.

“Sementara itu, mengalami kebingungan, ia pergi ke Mako Damkar guna menceritakan pengalamannya,” jelasnya.

S menyatakan telah melaporkan hal tersebut kepada petugas pemadam kebakaran agar tidak terdapat lebih banyak korban dari penipuan yayasan pencarian pekerjaan.

Baca Juga:  Longsor Susulan, Pencarian Distop

Melihat bahwa jumlah korban penipuan dari yayasan itu sampai saat ini telah mencapai tujuh orang.

Ketika kami bertanya alasan dia hadir di pemadam kebakaran, dia menjawab agar tak terdapat korban tambahan seperti dirinya sendiri.

“Tempat di mana sekitar tujuh sahabatnya tersebut ditipu,” jelas Hasto.


Mbah Prenjak Dijebak Bangun Tidur Lalu Diminta Fotografi dengan Uang Senilai 21 Juta Rupiah Kemudian Alami Penahanan: Direngsek

Hasto menyebutkan bahwa wanita itu menceritakan pengalamannya kepada petugas pemadam kebakaran sekitar 20 menit.

Setelah mendapat keluhan itu, petugas pemadam kebakaran memberikan nasihat kepada wanita tersebut.

yaitu untuk tidak mudah tergoda oleh janji-janji memberikan pekerjaan yang meminta biaya sebagai persyaratan.

“Solusi bagi teman-teman kemarin malam, dalam bekerja jangan pernah mempercayai jika ada pihak yang menuntut bayaran, dan bila hal serupa muncul lagi, harap tidak mengulangi kesalahan tersebut,” ungkapnya.

Menanggapi masalah tersebut, Kapolres Metro Bekasi, Kombes Mustofa memberikan keterangaannya.

Dia melawan anak buahnnya yang menolak menerima laporan S.

Mustofa menceritakan bahwa S mengunjungi Polsek Cikarang Barat pada hari Senin (17/3/2025) sekira pukul 10.00 WIB.

Menurut dia, S pergi ke Polsek Cikarang Barat bukan untuk membuat laporan, tetapi lebih kepada bertemu dan mendiskusikan kasus dugaan penipuannya sendiri.

“Saat tiba di polsek, korban disambut dengan baik oleh petugas Polsek dan pada kesempatan itu berlangsung diskusi antara korban dengan tim kami,” jelas Kombes Mustofa di Mapolres Metro Bekasi, Selasa (18/3/2025).

Pada konsultasi ini, S menyatakan bahwa dia tidaklah sendirian sebagai korban dari penipuan yayasan itu.

Setelah berdiskusi, S pun pergi dari Polsek Cikarang Barat.

Menurut Mustofa, petugas kepolisian pernah mengantisipasi kedatangan S yang akan datang bersama para korban lainnya guna melaporkan secara formal.

Sebenarnya, para pengikutnya telah menanti kedatangan S dan korban lain guna mendapatkan laporan itu.

“Ternyata beliau wanitanya tak kunjungi polsek lagi,” tutup Kombes Mustofa.



Lainnya informasi yang menarik dan komplit ada disini
Googlenews

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.