Orang yang menginspirasi adalah individu yang mampu memberikan dampak baik terhadap orang sekitarnya. Karakteristik tersebut menciptakan rasa kagum pada dirinya serta layak menjadi panutan. (Kutipan)
Tokoh yang memotivasi dapat berasal dari golongan orang populer. Namun demikian, tokoh semacam itu pun bisa datang dari antara rakyat jelata dan publik pada umumnya. Yang paling penting ialah cerita mereka memberikan dorongan kepada sejumlah besar manusia.
Berbicara tentang figur-figur menginspirasi di lingkunganmu artinya kamu perlu mendeskripsikan orang-orang yang amat memotivasi dan bermukin dekat dengan tempat tinggalmu.
Karena saya berasal dari Ciledug, tanpa keraguan saya memilih nama Rian Eky Pradipta. Dia adalah vokalis grup band D’Masiv.
Rian adalah seorang pria yang rendah hati. Ia bertanggung jawab dan sangat menghargai kedua orang tuanya. Dia tampil hormat kepada bapaknya dan taat pada ibunya. Setiap perkataan dari si ibu tak pernah ia tolak. Semua keinginan sang ibu senantiasa dipenuhinya.
Saya mendengar berita itu langsung dari ibu kandung saya. Saya mengenal mereka sejak masa ketika Rian masih tinggal di rumah lamanya. Usai pernikahan, Rian memindahkan diri ke tempat baru bersama famili barunya. Sedangkan ibu serta saudara-saudaranya tetap bertempat di hunian yang dulu.
Cerita tentang kehidupan sederhana Rian D’Masiv beserta semua impiannya itu sungguh memberikan inspirasi bagi saya. Mengapa tidak? Berbekal grup musik yang dibentuknya bersama kawan-kawannya, Rian merangkak naik menuju puncak sukses dimulai dari dasar terbawah.
Berjalan dari sebuah bis ke bis lain untuk mengamen. Bergabung dalam beragam kompetisi band serta acara Festival Musik agar dapat membangun jalannya menuju studio rekaman bagi grup band-nya. Meskipun telah mencoba berkali-kali tanpa hasil, tetapi tidak pernah putus asa. Terus setia pada pilihannya yaitu bermusik.
Berkat ketekunan, kesabarannya serta rasa hormat pada orangtuanya, semua impian yang dimilikinya direalisasikan oleh Tuhan. Doa dari kedua orangtunya melambung tinggi mendampingi usaha keras dan kemantapan hati si anak dalam mencapai cita-cita.
Berkolaborasi dengan grup band D’Masiv, Rian secara bertahap namun pasti merangkak naik menuju puncak keberhasilan. Melalui lagu “Cinta Ini Membunuhku”, nama D’Masiv pun mulai terkenal di seluruh tanah air.
Kau membuat ku berantakan
Kamu membuatku tidak teratur
Kamu bikin aku jadi lemah
Kau menolakku acuhkan diriku
Bagaimana caranya untuk
Meruntuhkan kerasnya hatimu
Kusadari ku tak sempurna
Saya tidak sesuai dengan apa yang kamu harapkan.
Reff:
Kamu merobek-robekku lewat tingkah laku mu.
Apakah kamu sadar betapa banyaknya rasa sakit yang kamu berikan kepadaku?
Lelah hati ini meyakinimu
Cinta ini membunuhku
(Lyrics of the song Cinta Ini Membunuhku)
Penggemarnya bermacam-macam, mulai dari keponakan saya yang masih duduk di bangku sekolah dasar hingga almarhum ibu saya yang sudah lanjut usia.
Siapakah yang tidak mengenali figur Rian D’Masiv? Dan siapa pula yang belum familiar dengan grup musik D’Masiv? Kumpulan musisi ini kini tengah memukau panggung di Los Angeles, Amerika Serikat.
Rian D’Masiv baru-baru ini menyematkan nama kelompok musiknya pada hak penamaan halte Transjakarta Petukangan Utara, yang saat ini telah berganti menjadi halte Petukangan D’Masiv. Ini semua dilakukan sebagai penghargaan atas kesukaan dan perjuangan selama menjalani karier bermusik mereka sepanjang rute tersebut.
Dari figur Rian D’Masiv, saya yakin bahwa usaha yang kita laksanakan pasti menghasilkan buahnya. Yang penting adalah bersabar, gigih, konsisten, serta tidak pernah menyerah.
Jangan menyerah
Jangan menyerah
Jangan menyerah
Oh iya iya iya iya
Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik
(Lirik lagu Jangan Menyerah)
Di samping itu, melalui figur Rian D’Masiv, saya yakin bahwa permohonan restu orangtua adalah penghubung antara kita dengan Tuhan terkait impian-impian yang telah lama diidamkan. Karena alasan tersebut, penting untuk senantiasa mengasihi dan merawat kedua orang tua. Permintaan mereka sungguh-sungguh dikabulkan. (Denik)








