Sergio Van Dijk Gelisah, Program Naturalisasi Ancam Kedepaan Sepakbola Indonesia

by -109 views
by
Sergio Van Dijk Gelisah, Program Naturalisasi Ancam Kedepaan Sepakbola Indonesia
  • Proses naturalisasi untuk meraih hasil instan dalam Piala Dunia
  • Pemain asli menghadapi kesulitan untuk bertanding dengan baik di tim nasional.
  • Indonesia memerlukan sebuah strategi untuk mengembangkan bakat.

APA YANG TERJADI?

Sergio van Dijk, eks penyerang berumur 42 tahun, mengekspresikan keprihatinannya tentang proses naturalisasi pemain di Indonesia. Proses ini semakin intensif belakangan ini dan dimaksudkan untuk memperkokoh tim nasional Indonesia dengan merekrut para pemain keturunan Belanda. Van Dijk, yang sebelumnya adalah bagian dari gerakan naturalisasi pada era 2010-an, merasakan bahwa strategi tersebut cenderung fokus pada pencapaian tujuan jangka pendek, contohnya masuk ke Piala Dunia, daripada menciptakan dasar sepak bola yang kuat secara berkesinambungan.

Pada saat ini, sekitar tiga perempat dari daftar pemain tim Garuda tersedia bagi para pemain diaspora yang telah dinaikan kewarganegaraannya. Walaupun hal tersebut sudah membantu dalam peningkatan prestasi tim, namun Van Dijk juga mengungkapkan beberapa efek samping negatifnya pada pemain lokal. Dia cemas bahwa mereka mungkin akan kesulitan berkompetisi untuk mendapatkan tempat di tim nasional dan bisa jadi hilang semangatnya. Tambahan lagi, dia mencoba bertanya apakah anak-anak di Indonesia masih memiliki impian untuk bergabung dengan timnas kalau skuad mayoritas dipenuhi oleh pemain keturunan.

Baca Juga:  Seminyak dan Kuta Masuk Daftar 10 Besar Destinasi Wisata Tahun Baru Terpopuler

Van Dijk turut menyayangkan kurangnya program pembinaan bakat di Indonesia. Dia mengakui proses naturalisasikan dapat mendekati tim nasional pada debut Piala Dunia mereka sebagai bangsa berdaulat. Akan tetapi, dia tegaskan bahwa pencapaian tersebut takakan memiliki arti jika tiada rencana panjang guna memajukan para pemain dalam negeri sehingga sepak bola Indonesia sungguh-sungguh berkembang.

GAMBARAN BESAR

Program naturalisasi di Indonesia merupakan salah satu yang terbesar di planet ini. Selama tiga tahun belakangan, sekitar dua doz pemain telah dinaikan statusnya menjadi warga negara Indonesia, dengan lebih dari setengah jumlah tersebut berlangsung dalam waktu 12 bulan terakhir saja. Walaupun kinerja tim nasional semakin membaik, banyak orang menilai metode ini sebagai hal buruk karena cenderung meremehkan pembentukan talenta asli demi mencapai kesuksesan secara cepat, pandangan serupa pun dibagikan oleh Van Dijk.

Menurut dia, berhasil masuk ke Piala Dunia dapat memotivasi anak-anak muda, tapi hal itu tak harus mengakhiri upaya mereka. Mengingat jumlah penduduk mencapai kurang lebih 300 juta orang, Indonesia mestinya sanggup membentuk atlet-atlet bintang yang tampil gemilang di kompetisi-kompetisi utama Eropa. Akan tetapi, realitanya sangat jarang ditemukan pemain asli Indonesia yang rutin bertanding di liga-liga terkemuka tersebut, ini menandakan adanya ketidaksempurnaan pada program pengembangan talenta lokal.

Baca Juga:  Akhir Pekan di Wisata Kampoeng Cinangneng

Van Dijk mendorong agar PSSI merancang skema ambisius bagi sepak bola tingkat dasar. Menurutnya, pembagian federasi setempat adalah salah satu tantangan utama. Kehilangan arah tanpa perencanaan matang dapat membuat Indonesia kehilangan kesuksesan awal dan tidak bisa mengembangkan lapangan sepak bola di kemudian hari dengan kuat.

APA YANG DIKATAKAN?

Van Dijk menyadari bahwa naturalisasi bisa membantu mendekatkan Indonesia pada ajang Piala Dunia. “Inilah peluang paling dekat bagi mereka untuk berhasil Lolos,” ujarnya saat diwawancara.

The Asian Game

.

Namun demikian, dia cemas bahwa para pemain lokal mungkin akan kehilangan semangatnya. “Karena dominasi dari pemain yang telah mengambil kewarganegaraan, mereka kesulitan untuk memperoleh posisi dalam tim nasional.”

Eks Persib Bandung juga mengkritisi implikasi terhadap impian para anak bangsa. “Bagaimana dengan cita-cita mereka untuk menjadi pemain tim nasional kalau skuad dipenuhi oleh pemain berketurunan?” katanya.

Dalam perspektif pembangunan, dia menggarisbawahi kurangnya pesepak bola Indonesia di kompetisi utama Eropa. “Mengingat populasi mencapai 300 juta jiwa, setidaknya harus ada beberapa orang yang tampil secara rutin di liga-liga kelas atas,” ujarnya.

Baca Juga:  Inilah 20 Mobil Mewah Terlantar di Lokasi Sabung Ayam Way Kanan: Dari Pajero hingga Fortuner dan Innova

Walaupun bersikap kritis, van Dijk tetap optimistis tentang kesempatan tim nasionalnya dalam babak kualifikasi. “Apabila kami tampil sebaik ketika menghadapi Arab Saudi, kami dapat mengalahkan Bahrain,” katanya meramalkan.

TAHUKAH ANDA?

Van Dijk pernah meraih gelar topskor pada musim reguler A-League tahun 2010/11 dan menorehkannya sebagai salah satu pemain penting dalam sejarah sepak bola Australia karena kemampuannya mencetak banyak gol. Dia lahir di Belanda tetapi memperkuat tim nasional Indonesia antara tahun 2013 hingga 2014, di mana dia sukses menyumbang satu gol dari total enam pertandingan.

BERIKUTNYA?

Indonesia akan bertemu dengan Australia di Sydney serta melawan Bahrain di markas sendiri pada babak kualifikasi Piala Dunia 2026 bulan ini. Kedua hasil tersebut amat mempengaruhi kesempatan tim untuk maju ke fase selanjutnya. Sementara itu, PSSI harus cepat menyusun taktik peningkatan talenta demi menciptakan perkembangan sepak bola yang tak hanya berhasil secara singkat namun juga jangka panjang.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.