Janda dari mantan Panglima TNI Laksamana Yudo Margono, Veronica Yulis Prihayati, kini tak lagi berada di sisi suami yang merupakan seorang prajurit TNI.
ternyata, Veronica Yulis Prihayati telah mendapatkan promosi hingga menjadi Komisaris Besar Polisi.
Saat ini dia bekerja di Mabes Polri.
Pada bulan Desember tahun 2024, Kombes Pol Veronica Yulis Prihayati hadir dalam acara syukuran perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Korps Wanita Polri.
Pada saat tersebut, dia berperan sebagai perwira tingkat sedang di Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam).
Veronica dilahirkan di Yogyakarta dan dibesarkan di Kertosono.
Pada saat ini, dia diberkahi dengan tiga orang anak laki-laki yakni Novendi Wira Yoga, Ditya Wira Adibrata, dan Noval Wira Abiyuda, bersama satu orang cucu yang bernama Jasmine.
Pada satu kesempatan ketika masih mendampingi suaminya, Veronica menyatakan bahwa sebagai istri dari perwira angkatan laut, dibutuhkan adaptasi baik secara fisik maupun psikologis dan harus berhati-hati untuk tidak campuri pekerjaan suami yang berkaitan dengan dinasnya.
Selanjutnya, mengenali teknologi dan menggunakan media sosial secara cerdas sambil melindungi reputasi pribadi, pasangan, keluarga, serta anggota TNI AL.
Veronica pun mendorong para istri perwira untuk bisa menjalankan perannya sebagai istri, ibu, serta anggota Jalasenastri.
Dia pun menegaskan untuk memastikan bahwa isteri perwira jangan hidup secara boros dan harus memahami keterbatasan keuangan suami mereka.
Veronica adalah seorang perwira berasal dari calon Briptu Polri angkatan 1998, lalu dia meneruskan karirnya hingga menjadi perwira di tahun 2004 dan mengikuti Sespimen Polri pada tahun 2022.
Istri Mantan Panglima Yudo Margono
Veronica sudah bersuami Laksamana Yudo sejak 31 tahun lalu, yaitu tanggal 21 Oktober 1991.
Ternyata, mereka berdua belum pernah memiliki hubungan pacaran sebelumnya.
Sebelum melangsungkan pernikahan, Yudo sempat mengunjungi keluarga Vero guna memperlihatkan niatnya yang sungguh-sungguh.
“Bila ingin mendapatkan kemenangan melalui putranya, orang tuanya lah yang seharusnya menang terlebih dahulu,” ungkap Yudo di suatu acara.
Selanjutnya, Yudo memulai proses lamaran kepada Vero dengan menyisipkan cincin di dalam sebuah kue yang diberikannya.
Kebetulan pada waktu itu sedang menjadi hari jadi ulang tahun Vero, dan disitulah Yudo memulai ajakan kepada dirinya untuk melangsungkan pernikahan.
Lamaran Yudo tersebut pada akhirnya disetujui oleh Vero.
Saat ini, pernikahan mereka berusia 33 tahun dan diberkati dengan ketiganya sebagai anak-anaknya.
Yudo Margono Memperkenalkan Istrinya Veronica Yulis dari Korps Polri
Pada saat menjalani tes kelayakan dan kemampuan bersama Komisi I DPR, Yudo Margono menyebutkan betapa pentingnya kerjasama antara TNI dengan berbagai elemen pertahanan keamanan nasional lainnya, seperti halnya Polri.
Kemudian, Yudo mengungkapkan foto bersamanya dengan istrinya AKBP Veronica Yulis Prihayati, yang juga adalah bagian dari Polri.
KSAL mengatakan bahwa gambarannya dengan Veronica Yulis mencerminkan kerjasama antara TNI dan Polri.
“Meminta ijin, Bu dan Pa, ini adalah gambar kerjasama antara TNI dan Polri. Saya rasa tidak perlu dipertanyakan lagi, Pak, karena sejak tahun 1991 kita telah bekerja sama,” ujar Yudo seperti dikutip dalam siaran berita Breaking News oleh Kompas TV pada hari Jumat, tanggal 2 Desember 2022.
Yudo menambahkan bahwa sinergi antara TNI dan Polri sebetulnya baru dipromosikan mulai tahun 2015.
Tetapi dia telah lebih dahulu bekerja sama dengan Polri pada tahun 1991, setelah menikahi Veronica Yulis yang merupakan anggota Polri.
“Dulu saya telah mengumumkan dan mendeklarasikan diri sebagai pihak yang terorganisir dengan baik. Mengapa Pak Yudo jadi seperti ini? Bahkan istriku sendiri adalah bagian dari Polri,” ujar Yudo sambil bercanda, disertai tawa lepas oleh para anggota DPR.
Profil Laksamana Yudo Margono
Pada saat yang sama, Laksamana Yudo Margono berasal dari kota Madiun di Jawa Timur.
Dia dilahirkan pada tanggal 26 November 1965 dan kini berumur 60 tahun.
Yudo Margono telah menjadi KSAL sejak tanggal 20 Mei 2020.
Sebelumnya, dia menempati jabatan sebagai Kepala Komando Bersama untuk Kawasan Pertahanan I.
Menurut TribunnewsWiki, Yudo Margono adalah lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) kelas ketiga puluh tiga atau tahun 1988.
Di tahun tersebut pula, dia memulai kariernya di bidang militer dengan ditunjuk sebagai Asisten Perwira Divisi (AsPadIV) untuk Senjata Artilleri Rudal di KRI YNS 332.
Catatan prestasinya semakin mengesankan saat ia diangkat sebagai Kapten Operasi KRI Ki Hajar Dewantara 364 serta Komandan Pasukan KRI Fatahillah 361.
Keberhasilannya selanjutnya menjadikannya Komandan di KRI Pandrong 801, KRI Sutanto 877, sampai akhirnya KRI Ahmad Yani 351.
Berkat keterampilannya dalam menanggapi keyakinan itu, Yudo Margono selanjutnya diamanahkan sebagai Komandan Lanal Tual dari tahun 2004 hingga 2008.
Selanjutnya ia menjabat sebagai Komandan Lanal Sorong dari tahun 2008 hingga 2010.
Dari posisi itu, Yudo Margono sekali lagi meninggalkan cap prestasi membanggakan.
Dia menerima misi utama lagi dengan menempati jabatan Kepala Staf Korps Marinir dari tahun 2010 sampai 2011.
Secara singkat, dia dianggapkan sebagai Pangkogabwilhan I tahun 2019.
Posisinya semakin mempopulerkan namanya berkat kesuksesan dalam menangani tugas yang dipercayakan padanya.
Dimulai dengan pengejaran kapal asing dari Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia yang berada di Kepulauan Riau.
Termasuk repatriasi warga negara Indonesia dari Wuhan, China sampai mengarahkan tindakan penanganan pasien virus corona di Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19 Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta.
Dia selanjutnya dilantik sebagai Kepala Staf Angkatan Laut yang ke-27 mulai tanggal 20 Mei 2020.
Jika Yudo Margono lulus dalam uji kelayakan, dia akan menjadi Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) pertama yang berfungsi sebagai Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) sepanjang masa jabatan Presiden Joko Widodo.
Sekaligus menjadi Kepala Staf Angkatan Laut ketiga yang menjabat sebagai Panglima Tentara Nasional Indonesia.
()







