TRIBUNSTYLE.COM –
Apakah ini jalannya menuju kehancuran, atau malah pembelajaran hidup yang merombak nasib kita?
Apabila Anda pecinta anime yang mengangkat tema fantastis, The Seven Deadly Sins tentunya bukanlah hal baru bagi Anda.
Anime ini sudah menyita minat sejumlah besar pemirsa berkat jalannya kisahnya yang dipadati adegan petualangan, tokoh-tokoh yang berkharisma, serta lingkungan yang amat menggoda imajinasi.
Untuk para pecinta Fairy Tail, The Seven Deadly Sins merupakan alternatif ideal yang mencampurkan unsur-unsur sejenis namun dengan nuansa yang lebih kelam dan berat ceritanya.
Kisah The Seven Deadly Sins diawali dengan setting yang memukau.
Mereka dahulunya tujuh ksatria terkenal yang dikenal dengan nama The Seven Deadly Sins, dan dianggap sebagai para pahlawan tersaktar di Kerajaan Britania.
Tetapi, tidak lama kemudian, mereka dianggap sebagai pengkhianat dan dicari oleh pasukan kerajaan.
Mereka ditinggal sendiri, menyisakan kerajaan dalam bahaya serta kericuhan.
Salah satu konsekuensi dari kekhianatan tersebut adalah terjadinya suatu kudeta yang diprakarsai oleh seorang ksatria suci dengan tujuan untuk menumbangkan kerajaan.
Setelah satu dekade sejak insiden tersebut, Puteri Kerajaan bernama Elizabeth pun memulai petualangan berisiko tinggi guna mencari kembali The Seven Deadly Sins.
Dia ingin mohon bantuan mereka guna merebut kembali kerajaannya serta membongkar kebenaran terkait tuduhan pengkhiananan yang dialami oleh mereka.
Sepanjang jalannya kisah, The Seven Deadly Sins menyajikan berbagai unsur yang dapat diapresiasi oleh pecinta anime layaknya Fairy Tail.
Ke dua animasi ini memiliki kesamaan pada aspek temanya yaitu tentang persahabatan yang kuat serta daya tarik dari sinergi tim.
Apabila Anda menggemari semangat petualangan serta tokoh-tokoh berkarisma, maka dunia The Seven Deadly Sins tentunya akan memenuhi keinginan Anda.
Tiap tokoh di animenya punya ciri khas tersendiri sehingga hubungan antar mereka tampak dinamis dan beragam tekstur.
Meski terdapat kesamaan, tetapi masih ada beberapa perbedaan signifikan di antara The Seven Deadly Sins dan Fairy Tail.
Satu di antaranya adalah nuansa ceritanya yang agak lebih suram.
Dalam serial The Seven Deadly Sins, kita disuguhkan sebuah dunia di mana terdapat berbagai macam intrik, kebencian, serta cerita pengecualian yang menciptakan tensi tinggi.
Konsep sihir di dalam anime tersebut lebih mengedepankan unsur pertarungan, sehingga membuatnya menjadi semakin menegangkan serta dipenuhi adegan action. Sementara itu, alam semesta Fairy Tail cenderung memiliki elemen aneh bersama dengan kekuatan sihir yang jauh lebih adaptif.
Di samping itu, walaupun kedua cerita tersebut memberikan banyak sekali adegan seru dan memikat, The Seven Deadly Sins juga mencampurkan berbagai unsur humor untuk mengurai tensi yang ada.
Ini menciptakan sebuah tontonan yang lebih beragam, membolehkan penonton pindah dengan mudah antara scene-serius menuju yang santai, serta sebaliknya.
Secara umum, The Seven Deadly Sins merupakan pilihan ideal untuk para pecinta anime yang menginginkan petualangan epik berisi konflik, persahabatan, serta kekuatan luar biasa.
Dengan tokoh utama yang tangguh, alam semesta yang sarat teka-teki, serta sistim sihirnya sendiri-sendiri, serial animasi ini sukses menghasilkan sebuah dunia tidak hanya mempesona namun juga dipenuhi ujian.
Apabila Anda menggemari Fairy Tail, kemungkinan besar Anda juga akan menyukai perjalanan seru dan mendalam yang disajikan oleh The Seven Deadly Sins.
Setiap episodenya membongkar lebih banyak tentang sejarah dan maksud para anggota The Seven Deadly Sins, menjadikan anime ini bukan hanya soal pertempuran saja.
Inilah cerita mengenai pendamaian, pengecualian, serta penyelidikan atas kebenaran, yang bakal memandu Anda dalam suatu petualangan luar biasa.
(TribunStyle.com/Oneesports.gg/Hadyan)







