,
Jakarta
– Mantan jurnalis hiburan sekaligus YouTuber,
Lee Jin Ho
akhirnya angkat bicara setelah keluarga mendiang Kim Sae Ron mengajukan gugatan pencemaran nama baik terhadapnya. Dilansir dari
allkpop
, melalui video di kanalnya yang diunggah pada 17 Maret 2025 dengan judul ‘Pernyataan Saya tentang Gugatan… Saya Akan Mengungkap Kebenaran Hingga Akhir’, ia menyatakan ketidakpuasannya atas tuduhan yang dilayangkan kepadanya.
“Pada 16 Maret, keluarga
Kim Sae Ron
mengumumkan bahwa mereka telah mengajukan gugatan terhadap saya. Saya ingin membagikan sikap saya terkait hal ini,” ujar Lee Jin Ho dalam video tersebut.
Tolak Lee Jin Ho Terhadap Penghujatan Penistaan Nama baik
Lee Jin Ho menyatakan pemahamannya atas rasa duka keluarga yang bersangkutan, sambil juga menerangkan adanya sejumlah besar ketidaksamaan dalam informasi yang harus dibenarkan. Dia menjelaskan, “Saya sungguh menghargai pandangan keluarga almarhum, akan tetapi terdapat begitu banyak kekeliruan fakta, dan saya merasa penting untuk memperbaikinya.”
Satu poin penting dalam tuntutan hukum ini adalah pernyataan yang dibuat oleh Lee Jin Ho tentang keterkaitan di antara Kim Sae Ron dan aktor Kim Soo Hyun. Menurut keluarga, sang Youtuber itu disalahkan karena mendistribusikan berita bohong dengan mempresentasikannya seolah-olah ada campurtangan dalam hubungan kedua orang tersebut. Akan tetapi, Lee Jin Ho menyangkal semua tuduhan tersebut. Dia menjelaskan, “Saya sama sekali tidak berkomentar bahwa terdapat manipulasi pada hubungan antara Kim Sae Ron dan
Kim Soo Hyun
Itu bukan benar. Kalau aku sebut itu sebagai rekayasan, aku tak perlu menjelaskan hal ini,” katanya.
Ia juga menyebut bahwa pernyataan yang dibuat oleh keluarga dan kuasa hukum mereka bertentangan satu sama lain. Selain itu, Lee Jin Ho menegaskan bahwa empat video yang ia unggah terkait Kim Sae Ron merupakan bagian dari pelaporan tambahan atas berita yang sudah beredar di media lain. “Jika laporan saya dianggap merugikan, mengapa media lain yang juga membahas hal serupa tidak dikenai gugatan?” kata dia.
Kontroversi Mengunjungi Tempat Menyimpan Abu Jenazah
Kasus Kim Soo Hyun dan Kim Sae Ron menjadi bukti bahwa sistem patriarkis tetap dominan di Korea Selatan. Foto: Xصند
Dalam tuntutan itu, keluarga Kim Sae Ron juga mengomentari tentang kedatangan Lee Jin Ho ke situs pemakamannya. Dia menyampaikan, “Perasaan penyesalan saya kepada keluarganya masih sama. Tetapi, saya minta agar semua pihak berhenti menggunakan istilah-istilah provokatif semacam ‘menyahkankan posisi kuburnya’.”Dia berkata demikian.
Lee Jin Ho menyebutkan pula bahwa di tanggal 21 Februari, dia mampir ke pemakaman Kim Sae Ron sebagai tanda penghargaan akhirnya. Tetapi, petugas yang ada disana menjelaskan kalau mayat sudah dipindahkan oleh anggota keluarganya sendiri, maka dari itu dia harus mengecek kembali dengan sang bapak Kim Sae Ron apakah kabar tersebut benar atau tidak.
“Terdapat pesan yang membingungkan yang menyatakan bahwa saya ‘memanggil keluarga yang sedang duka untuk memverifikasi lokasi pemakaman’ atau ‘saya menelefon selama masa dukanya’. Hal itu tak tepat,” katanya. Dia pun menyangkal tudingan kalau kedatangannya di area pemakaman bertujuan untuk laporan. “Tujuanku cuma mau mengucapkan salam perpisahan terakhir tanpa niat lain,” imbuhnya.
Ancaman Langkah Hukum Balasan
Lee Jin Ho menggarisbawahi bahwa perhatian publik cenderung lebih tertuju pada tudingan terhadap dirinya daripada penjelasan atau pertahanan yang dia sampaikan. Dia menyatakan, “Sejak awal perselisihan ini, saya telah merespons dengan ketidakpercayaan serta kritik yang dialamatkan padaku lewat videoku dan postinganku di komunitas online. Akan tetapi, klarifikasi yang ku berikan umumnya tidak mendapat perhatian.”
Dia menyebutkan pula bahwa apabila ada tudukan sepihak yang berasal dari kanal Hoverlab (
Garosero Research Institute
Terus beredar tanpa diverifikasi, dia menyebutkan kemungkinan untuk mengambil tindakan hukum. Dia menjelaskan, “Saya tidak menyimpan bukti karena saya tak memiliki satupun. Berlawanan dengan Hoverlab, tujuan saya adalah menolak meramaikan pencemoohan dan permusuhan. Walaupun menuai kritikan pedas, pilihan saya adalah tetap bungkam sebagai penghargaan kepada almarhum,” ungkapnya.
Tuntutan Hukum dari Keluarga Kim Sae Rong
Pada saat yang sama, pengacara keluarga Kim Sa Eun, Bu Ji Sek dari perusahaan hukum Buyu, sudah membenarkan bahwa pihaknya secara resmi menuntut Lee Jin Ho atas dugaan pencemaran nama baik pada tanggal 17 Maret 2025. Demikian dilansir dalam laporannya.
Koreaboo
Keluarga Kim Sae Roon menganggap bahwa Lee Jin Ho sudah memperbaringkan berita buruk tentang orang yang sudah meninggal lewat saluran YouTube miliknya.
Mereka menganggap bahwa video-video tersebut telah mencoreng reputasi Kim Sae Ron dan menyebabkan tekanan psikologis yang besar sebelum kematiannya. Tuduhan yang disebarkan oleh Lee Jin Ho dianggap telah berdampak buruk bagi Kim Sae Ron semasa hidupnya. Pada 16 Maret, pihak keluarga telah mengumumkan bahwa mereka mengajukan laporan ke Badan Kepolisian Metropolitan Seoul pada 17 Maret pukul 14.00 waktu setempat. Sebelum itu, mereka juga berencana menggelar konferensi pers untuk menjelaskan dasar gugatan ini.
ALLKPOP | KOREABOO









