“Universitas Pasar Pramuka” Gegerkan X, Ijazah Jokowi Jadi Sorotan

by -292 views
by
“Universitas Pasar Pramuka” Gegerkan X, Ijazah Jokowi Jadi Sorotan

Kontroversi “Universitas Pasar Pramuka” di X ini tidak hanya menghidupkan kembali perdebatan tentang ijazah Jokowi, tetapi juga menyoroti fenomena lama praktik pemalsuan dokumen di Indonesia yang tampaknya masih menjadi rahasia umum.

Nama “Universitas Pasar Pramuka” mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial X (sebelumnya Twitter), setelah sebuah cuitan viral yang mengaitkannya dengan isu ijazah mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Unggahan tersebut, yang dipublikasikan oleh akun dr. Tifauzia Tyassuma pada Senin, 16 Juni 2025, pukul 18.54 WIB, langsung memicu beragam reaksi dan memantik kembali spekulasi mengenai latar belakang pendidikan Jokowi.

Dalam cuitannya, dr. Tifauzia merujuk pada pernyataan Beathor Suryadi, seorang tokoh senior PDIP, yang konon pernah menyebut “Universitas Pasar Pramuka” sebagai lokasi pembuatan ijazah Jokowi yang didaftarkan ke KPU DKI Jakarta.

“Universitas Pasar Pramuka (UPP) ditutup tahun 2012, dirobohkan habis 2015. Yang menurut Beathor Suryadi tokoh PDIP, adalah tempat pembuatan ijazah yang dididaftarkan ke KPU DKI Jakarta,” tulis dr. Tifauzia.

Cuitan ini dengan cepat menyebar, telah dilihat lebih dari 400 ribu kali, dan membanjiri lini masa dengan komentar pro dan kontra dari warganet.

Baca Juga:  Masih di Bawah Umur, Keluarga Tolak Anaknya Dinikahi Pelaku

Beberapa pengguna X mengaitkan informasi ini dengan keraguan yang pernah muncul sebelumnya mengenai asal-usul Jokowi.

Akun @Djoko Widodo misalnya, menulis, “Bisa jadi yg di sampaikan Bambang Tri itu benar semua. Joko Widodo adalah orang yg sangat misterius asal usulnya, anaknya siapa sampai ijazah semua serba rekayasa.”

Namun, tidak sedikit pula yang membantah atau mengklarifikasi informasi tersebut. Akun @Gnuga Anaylum menanggapi, “Salah dok… Ditutup habis setelah terjadi kebakaran pada bulan Desember 2024, sebelumnya masih ada beberapa lapak di sana… kebetulan rumah saya dekat dengan lokasi tersebut.”

Pernyataan ini menunjukkan bahwa informasi mengenai penutupan dan perobohan UPP pada tahun 2012 dan 2015 mungkin tidak sepenuhnya akurat berdasarkan pengalaman warga sekitar.

Menanggapi ramainya isu ini, politikus PDIP lainnya, Ferdinand Hutahaean, angkat bicara. Ia mengaku belum bisa membenarkan sepenuhnya pernyataan Beathor Suryadi.

“Saya tertawa yang membaca statement saudara Beathor Suryadi yang menyatakan ijazah (Jokowi) dicetak di Pasar Pramuka. Saya tidak bisa mengkonfirmasi apakah ini benar atau tidak,” ujar Ferdinand pada Rabu, 18 Juni 2025.

Baca Juga:  FIFA Matchday: Timnas Indonesia Siap Hadapi Tim Peringkat 57 Dunia, Vietnam Bersemangat

Meskipun mengenal Beathor sebagai seniornya di Partai Banteng dan mantan aktivis, Ferdinand menegaskan bahwa ia tidak dapat mengamini kebenaran klaim tersebut.

Namun, ia juga menambahkan bahwa semua kejanggalan patut dipertanyakan. “Tetapi, semua kejanggalan patut kita pertanyakan dan jadikan bukti apakah memang Jokowi pernah selesai kuliah atau tidak,” ucapnya.

Ferdinand tidak menampik kemungkinan Jokowi pernah kuliah, namun ia secara tegas mempertanyakan validitas ijazahnya.

“Kalau soal pernah kuliah yah kita akuilah pernah. Tapi apakah selesai? Kan ini yang menjadi pertanyaan untuk kita semua,” katanya.

Sebagai lulusan Universitas Bung Karno, Ferdinand mengakui bahwa Pasar Pramuka memang sudah lama terkenal dengan berbagai “cerita”nya.

“Kalau soal ijazah dicetak di Pramuka, kan memang Pramuka itu dulu ramai sangat terkenal di sana semua dibikin,” sebutnya, bahkan menambahkan, “Jangankan ijazah, dokumen perusahaan pun dibikin di sana dulu, lengkap di sana mau bikin apa aja ada.”***

(Msn/Republik/idram)

Tentang Penulis: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.