3 Alasan Anak Kakek Jaung Tinggalkan Rumah dan Hidup di Gubuk Bekasi

by -128 views
by
3 Alasan Anak Kakek Jaung Tinggalkan Rumah dan Hidup di Gubuk Bekasi

Kakek Jaung Tinggal Sendirian di Gubuk Kumuh, Tiga Anaknya Tak Mau Merawat

Kakek Jaung, seorang lansia berusia di atas 100 tahun, tinggal sendirian di gubuk kumuh yang sangat tidak layak di Bekasi. Keadaannya menjadi perhatian banyak orang setelah dibagikan oleh Arief Camra, pemilik Griya Lansia Husnul Khatimah melalui akun TikTok-nya.

Dalam video yang diunggahnya, Arief mengunjungi gubuk tempat tinggal Kakek Jaung. Ia menemukan kondisi yang sangat memprihatinkan. Tempat tidur yang digunakan hanya terbuat dari kayu sederhana. Di dalam gubuk tersebut tidak ada lantai, hanya tanah sebagai alas. Beberapa bagian dinding juga rusak dan berlubang, sehingga angin dan hujan mudah masuk ke dalam ruangan.

Arief menjelaskan bahwa Kakek Jaung tinggal sendirian di sana. Menurut informasi dari warga sekitar, usia kakek ini diperkirakan antara 105 hingga 110 tahun. Meskipun memiliki tiga orang anak, mereka semua dinilai relatif mapan secara ekonomi. Namun, ketiga anak tersebut tidak mau merawat ayahnya.

Menurut versi anak-anak Kakek Jaung, alasan utama mereka tidak ingin merawat ayahnya adalah karena kakek tersebut terlalu rewel. Meski begitu, warga sekitar menyebutkan bahwa ketiga anak itu hanya datang berkunjung sekitar tiga atau empat kali dalam setahun.

Baca Juga:  Cara Sederhana Menerapkan Gaya Hidup Berkelanjutan dengan Memakai Baju Lama

Arief Camra mencoba memberikan bantuan dengan menawarkan tempat di Griya Lansia Husnul Khatimah. Namun, penawaran tersebut tidak berhasil. Alasannya adalah karena tetangga masih ragu dan takut disalahkan, meskipun Kakek Jaung memiliki anak. Akhirnya, pihak griya memutuskan untuk tidak mengevakuasi kakek tersebut dari gubuk kumuhnya.

Arief berharap bahwa ketiga anak Kakek Jaung bisa melihat unggahan videonya. Ia berharap mereka bisa lebih berlapang dada dan tidak meninggalkan ayah mereka hidup dalam kondisi yang tidak layak. “Jangan biarkan ayah kandung Anda semua ini hidup di tempat seperti ini,” ujarnya.

Saat ini, Kakek Jaung masih bergantung pada bantuan makanan dari para tetangga. Kondisi hidupnya sangat memprihatinkan, dan tidak ada yang siap membantu ia meninggalkan gubuk kumuh tersebut. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya kesadaran masyarakat akan hak-hak lansia, serta tanggung jawab keluarga terhadap anggota keluarga yang sudah tua dan lemah.

Masih banyak lansia di Indonesia yang hidup dalam kondisi yang tidak layak. Kehadiran lembaga seperti Griya Lansia Husnul Khatimah menjadi salah satu solusi untuk membantu mereka. Namun, upaya tersebut seringkali terhambat oleh kurangnya dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar.

Baca Juga:  Biodata Effendi Edo, Wali Kota Cirebon Dihujat Warga Akibat Kenaikan PBB 1.000 Persen, Ini Hartanya

Perlu adanya kesadaran bersama bahwa merawat orang tua bukanlah beban, tapi bentuk rasa syukur dan penghargaan atas jasa-jasa mereka selama ini. Dengan kesadaran ini, harapan besar dapat diwujudkan agar lansia seperti Kakek Jaung mendapatkan perlakuan yang manusiawi dan layak.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.