Bakar Lahan Gambut Mengancam Wilayah Kutai Kartanegara

by -134 views
by
Bakar Lahan Gambut Mengancam Wilayah Kutai Kartanegara

Perluasan Kebakaran Hutan dan Lahan di Beberapa Wilayah Indonesia

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali melaporkan peningkatan kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat dampak musim kemarau yang semakin luas. Pada hari Sabtu, 26 Juli 2025, tercatat tiga titik kebakaran yang menjadi perhatian utama. Dari ketiga lokasi tersebut, yang paling besar adalah area seluas sekitar 200 hektare yang terbakar di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Lokasi ini diketahui telah mengalami kebakaran pada lahan gambut yang sangat rentan terhadap api. Informasi ini didapatkan dari laporan harian Pusat Pengendalian Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yang memastikan bahwa kondisi tersebut memerlukan perhatian serius.

Selain itu, dua titik lainnya juga dilaporkan terjadi. Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, terdapat area seluas 6,2 hektare yang terbakar. Sementara di Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, terjadi kebakaran pada lahan seluas 4 hektare. Meskipun ukuran wilayah yang terbakar lebih kecil dibandingkan di Kalimantan Timur, kedua lokasi ini tetap menjadi perhatian karena potensi risiko yang bisa menyebar lebih luas.

Baca Juga:  Paradoks Jalan Raya Kuningan 2025: Nyawa Selamat di Tengah Kelalaian

BMKG telah merilis data sebaran asap dan titik panas (hotspot) sejak 23 Juli lalu, berdasarkan citra satelit Himawari-9. Data ini menunjukkan bahwa sebaran asap dan titik panas terdapat di beberapa wilayah Indonesia, termasuk Sumatra Utara, Riau, dan Kalimantan Barat. Hal ini memberi indikasi bahwa kondisi cuaca yang kering memperparah risiko kebakaran di daerah-daerah tersebut.

Dalam laporan Prospek Cuaca Mingguan 25-31 Juli, BMKG menyebutkan bahwa ada sejumlah titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi yang tersebar di beberapa wilayah. Secara spesifik, terdapat 45 titik panas di wilayah Sumatra dan 17 titik panas di Kalimantan. Angka ini menunjukkan adanya potensi kebakaran yang signifikan di wilayah-wilayah tersebut.

Per 20 Juli lalu, BMKG juga mencatat bahwa wilayah Sumatra bagian tengah hingga selatan, seperti Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Bengkulu, dan Lampung, mulai mengalami kekeringan. Daerah-daerah ini terpantau mengalami hari tanpa hujan hingga lebih dari 60 hari. Kondisi ini meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, terutama di daerah yang memiliki vegetasi padat dan tanah gambut.

Baca Juga:  Sejarah Perubahan DWIFUNGSI ABRI: Dari Masa Soeharto hingga Gus Dur

Di wilayah Kalimantan, kondisi serupa juga terjadi. Kalimantan Selatan dan sebagian Kalimantan Barat juga mengalami kekeringan yang cukup parah. Hal ini menunjukkan bahwa potensi karhutla di wilayah Sumatra dan Kalimantan semakin meningkat. Masyarakat dan pihak terkait diminta untuk tetap waspada dan melakukan pencegahan dini guna menghindari kejadian yang lebih buruk.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.