Tim Basarnas dan BPBD Lakukan Pencarian Pelajar yang Hilang di Aliran Sungai Sampean Baru
Tim Basarnas Pos SAR Jember bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso sedang melakukan pencarian terhadap seorang pelajar yang diduga hilang saat memancing di Aliran Sungai Sampean Baru, Desa Taman, Kecamatan Taman Krocok, pada hari Minggu (20/7/2025).
Rudy Prahara, Koordinator Tim Basarnas Pos SAR Jember, menjelaskan bahwa tim telah tiba di lokasi kejadian dan langsung melakukan asesmen. Proses ini dilakukan untuk mengevaluasi kondisi sungai dan memastikan metode pencarian yang paling efektif bisa diterapkan.
Dalam proses asesmen, tim mengkaji jalur sungai, kedalaman air, arus, serta kemungkinan adanya rintangan atau obstacle di sekitar lokasi. Hal ini sangat penting dalam menentukan strategi pencarian yang akan digunakan esok hari.
“Kami akan lakukan pencarian,” ujar Rudy Prahara.
Proses evaluasi dilakukan di sekitar titik yang diduga sebagai lokasi kejadian. Tim juga berkoordinasi dengan aparat setempat dan potensi SAR lainnya agar dapat mempercepat proses pencarian.
Sebelumnya, diberitakan bahwa Ridwan Kholisin, seorang pelajar MTs Negeri 1 Bondowoso, dikabarkan hilang saat memancing bersama dua temannya pada sekitar pukul 16.00 WIB. Ridwan merupakan warga Dusun Kelapasawit, Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Bondowoso.
Informasi Awal Tentang Kejadian
Menurut informasi awal, Ridwan pergi memancing bersama dua temannya. Saat itu, mereka berada di Aliran Sungai Sampean Baru, sebuah area yang sering dikunjungi oleh masyarakat sekitar untuk aktivitas olahraga air seperti memancing atau bermain air.
Namun, setelah beberapa waktu berlalu, Ridwan tidak kembali ke rumah. Keluarganya mencari tahu dan akhirnya menyadari bahwa ia hilang. Setelah melaporkan kehilangan tersebut, tim SAR langsung turun tangan.
Langkah-Langkah yang Dilakukan Tim SAR
Setelah tiba di lokasi, tim SAR melakukan beberapa langkah penting:
- Pemetaan Lokasi: Memetakan area sekitar sungai untuk memahami kondisi alam dan jalur yang bisa dilalui.
- Evaluasi Arus dan Kedalaman Air: Mengukur kedalaman air dan kecepatan arus untuk menentukan risiko dan metode pencarian.
- Koordinasi dengan Aparat Setempat: Melibatkan pihak desa dan organisasi SAR lokal untuk membantu proses pencarian.
- Pengumpulan Informasi Tambahan: Mengumpulkan data dari saksi mata dan keluarga korban untuk memperkaya informasi tentang kejadian.
Upaya Pencarian yang Dilakukan
Tim SAR juga membagi tugas menjadi beberapa bagian, termasuk pencarian darat dan air. Di darat, tim memeriksa jalur-jalur yang biasanya dilalui oleh korban. Sementara itu, di air, tim menggunakan perahu dan alat bantu untuk memeriksa bagian-bagian yang sulit dijangkau.
Selain itu, tim juga mengajak masyarakat sekitar untuk membantu mencari informasi tambahan atau memberikan bantuan jika diperlukan. Mereka meminta warga untuk tetap waspada dan melaporkan jika ada kejadian yang mencurigakan.
Kesimpulan
Pencarian terhadap Ridwan Kholisin masih berlangsung, dan tim SAR terus berupaya keras untuk menemukan korban secepat mungkin. Proses ini membutuhkan koordinasi yang baik antara berbagai pihak, termasuk aparat setempat, keluarga korban, dan masyarakat sekitar.
Semua upaya dilakukan dengan tujuan utama yaitu keselamatan dan keamanan korban. Dengan kerja sama yang baik, diharapkan Ridwan bisa segera ditemukan dan kembali kepada keluarganya.








