Benar Data 4,6 Juta Warga Jawa Barat Bocor ke DigitalGhostt?

by -134 views
by
Benar Data 4,6 Juta Warga Jawa Barat Bocor ke DigitalGhostt?

Penjelasan Pemprov Jabar Mengenai Klaim Kebocoran Data

Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah memberikan pernyataan resmi terkait klaim kebocoran data pribadi warga Jabar yang viral di media sosial. Informasi ini disebarkan oleh akun anonim bernama DigitalGhostt, yang mengaku telah membocorkan data dari 4,6 juta warga Jabar melalui situs Darkforums. Klaim tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, namun Pemprov Jabar memastikan bahwa informasi tersebut tidak sesuai dengan fakta.

Akun DigitalGhostt menyampaikan pernyataan pada 10 Juli 2025, menjelaskan bahwa mereka memiliki akses ke data pribadi warga Jabar dan menyoroti keamanan siber Indonesia. Dalam cuitannya, akun tersebut bertanya apakah data pribadi warga bisa berada dalam tangan mereka dan mengkritik sistem perlindungan data negara. Cuitan ini disertai dengan tangkapan layar forum dark web yang menunjukkan penawaran data dengan label “4.6 million data of West Java Indonesian citizens [DATABASE]”.

Pernyataan Resmi dari Kadiskominfo Jabar

Kadiskominfo Jabar Adi Komar menyampaikan pernyataan resmi mengenai klaim tersebut. Ia menjelaskan bahwa hasil penelusuran dan validasi yang dilakukan oleh instansi terkait menunjukkan bahwa klaim kebocoran data tidak benar. Adi menegaskan bahwa Pemprov Jabar tetap berkomitmen untuk menjaga keamanan data pemerintah dan data pribadi masyarakat.

Baca Juga:  8.000 Warga Tasikmalaya Masih Terjebak Kemiskinan, LSM Kritik Kurangnya Perhatian Pemda

Upaya penguatan keamanan data dilakukan melalui beberapa langkah strategis. Pertama, penguatan teknologi keamanan informasi dilakukan untuk memastikan sistem tetap aman dari ancaman digital. Kedua, koordinasi dengan instansi pemerintah terkait dilakukan agar semua pihak dapat bekerja sama dalam menjaga keamanan data. Ketiga, peningkatan kesadaran seluruh aparatur pemerintah tentang pentingnya perlindungan data pribadi dan data strategis pemerintah.

Langkah-Langkah Pencegahan dan Penanggulangan

Selain itu, Pemprov Jabar juga terus memperkuat sistem keamanan informasi agar mampu merespons berbagai potensi ancaman digital. Hal ini termasuk isu-isu yang belum tentu memiliki dasar valid seperti yang beredar saat ini. Pemprov Jabar menekankan pentingnya penggunaan sistem yang handal dan teruji dalam menghadapi ancaman keamanan siber.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Masyarakat diminta untuk menyikapi informasi di media sosial secara bijak dan jika ada hal yang meragukan, segera konfirmasi kepada instansi yang berwenang.

Pentingnya Kesadaran Masyarakat

Dalam rangka meningkatkan keamanan data, Pemprov Jabar juga melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya melindungi data pribadi serta memahami risiko yang mungkin timbul dari penggunaan media sosial yang tidak waspada.

Baca Juga:  Cinta Kasih Sarah Tsunami, Eka Apresiasi RS Cicendo yang Bantu Penyembuhan dan Siap Berkontribusi di Pangandaran

Masyarakat juga diajak untuk lebih selektif dalam menerima informasi dan tidak mudah terpengaruh oleh berita-berita yang belum tentu benar. Dengan kesadaran yang tinggi, masyarakat dapat menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan data pribadi dan data pemerintah.

Kesimpulan

Pemprov Jabar menegaskan bahwa klaim kebocoran data yang viral di media sosial tidak benar. Upaya penguatan keamanan data terus dilakukan melalui berbagai langkah strategis. Masyarakat juga diimbau untuk tetap tenang dan bijak dalam menyikapi informasi yang beredar. Dengan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, keamanan data pribadi dan data pemerintah dapat terjaga dengan baik.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.