Emas Melemah, Dolar AS dan Kesepakatan AS-Eropa Tekan Harga

by -123 views
by
Emas Melemah, Dolar AS dan Kesepakatan AS-Eropa Tekan Harga

Harga Emas Melemah Akibat Penguatan Dolar dan Kesepakatan Dagang AS-Eropa

Harga emas mengalami penurunan selama perdagangan pekan lalu, dipengaruhi oleh penguatan dolar AS serta adanya sinyal positif dari negosiasi dagang antara Amerika Serikat dan Uni Eropa. Hal ini berdampak pada menurunnya daya tarik aset lindung nilai seperti emas.

Harga emas di pasar spot turun sebesar 0,38% dalam seminggu terakhir, mencapai level 3.338,36 per troy ounce. Sementara itu, harga emas berjangka di Comex AS juga melemah sebesar 0,68%, dengan harga mencapai US$3.335,6 per troy ounce.

Penguatan indeks dolar AS (.DXY) dari posisi terendah dalam lebih dari dua pekan membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi pembeli internasional. Peter Grant, Wakil Presiden sekaligus analis logam senior di Zaner Metals, menjelaskan bahwa harapan akan tercapainya kesepakatan dengan Uni Eropa sebelum tenggat waktu 1 Agustus memengaruhi permintaan aset safe haven. Karena itu, selera risiko investor meningkat.

Pada Minggu (28/7/2025), AS dan Uni Eropa menyepakati perjanjian dagang yang akan memberlakukan tarif sebesar 15% atas sebagian besar ekspor dari blok tersebut, termasuk mobil. Tujuannya adalah untuk menghindari potensi perang dagang yang bisa mengganggu perekonomian global. Perjanjian ini tercapai kurang dari sepekan sebelum tenggat waktu 1 Agustus 2025 yang ditetapkan oleh Presiden AS Donald Trump untuk mulai memberlakukan tarif lebih tinggi.

Baca Juga:  Viral Balap Liar Setop Pengendara di Bogor, Polisi Akan Pasang Pita Kejut

Sebelumnya, Trump mengancam akan menerapkan bea masuk hingga 50% terhadap hampir seluruh produk Uni Eropa, yang kemudian dikurangi menjadi 30% dalam upaya mempercepat perundingan. Trump mengumumkan kesepakatan tersebut pada Minggu (27/7/2025) setelah bertemu dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen di klub golf miliknya di Turnberry, Skotlandia. Namun, rincian lengkap dari kesepakatan tersebut belum dipublikasikan.

Trump menyatakan bahwa kesepakatan ini merupakan yang terbesar dari semua. Sementara itu, von der Leyen menyebut perjanjian ini akan membawa stabilitas dan kepastian.

Di sisi lain, data ekonomi menunjukkan bahwa klaim tunjangan pengangguran AS turun ke level terendah dalam tiga bulan terakhir. Ini menjadi indikasi bahwa pasar tenaga kerja tetap stabil meskipun laju perekrutan cenderung melambat. Kondisi ini diyakini memberi ruang bagi The Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga di kisaran 4,25%-4,50% dalam pertemuan mendatang. Meski demikian, tekanan inflasi mulai meningkat akibat dampak dari tarif impor yang diberlakukan oleh Presiden Donald Trump.

Kunjungan mendadak Trump ke bank sentral menjadi bagian dari langkah terbaru untuk menekan Gubernur The Fed Jerome Powell agar suku bunga dipangkas lebih dalam.

Baca Juga:  Analisis DNA Buktikan Kehebatan Anjing Balto Tanpa Gen Serigala

Peter Grant memperkirakan bahwa emas mungkin akan menarik minat beli di kisaran US$3.300, namun kemungkinan belum menembus rekor tertinggi baru hingga setelah keputusan The Fed. Ia juga mengatakan bahwa pertemuan tersebut bisa menjadi sinyal menuju pemangkasan suku bunga di akhir tahun ini. Secara historis, emas cenderung tampil solid saat ketidakpastian ekonomi meningkat dan suku bunga berada di level rendah.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.